Al Khairan Bilangan Cacah | Al Khairan 286775737 -->

Iklan

Bilangan Cacah

Pengertian

Bilangan cacah adalah bilangan bulat yang dimulai dari angka 0 dan dilanjutkan dengan bertambah satu dari bilangan sebelumnya.

Contoh bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan seterusnya.

bilangan cacah dan contoh soal operasi hitung bilangan cacah.

Nilai Bilangan, Lambang Bilangan, Nilai Tempat, dan Nilai Angka

Dari gambar di atas, teman-teman bisa memahami apa itu nilai bilangan, lambang bilangan, nilai tempat, dan nilai angka.

Nilai bilangan adalah cara membaca angka, sedangkan lambang bilangan adalah bilangan dalam bentuk angka.

Kemudian, nilai tempat adalah nilai dari bilangan, seperti satuan, puluhan, berdasar letaknya. Kalau nilai angkanya disesuaikan dengan nilai tempatnya.

Contoh Soal Bilangan Cacah

0 di tempat ribuan

4 di tempat ratusan

2 di tempat puluh ribuan

5 di tempat satuan

7 di tempat puluhan

Lambang bilangannya adalah?

Nah, dari keterangan nilai tempat itu, kita bisa menyusun nilai tempat sesuai urutannya, yaitu satuan berada di paling belakang dan nilai tempat terbesar ada di depan.

Dalam soal itu, nilai tempat yang paling besar adalah puluh ribuan – ribuan – ratusan – puluhan – satuan. Sehingga lambang bilangannya adalah 20475

Operasi Hitung Bilangan Cacah

Contoh operasi hitung bilangan cacah penjumlahan:

2537 + 4125

Caranya, kita bisa menyusunnya ke bawah dan jumlahkan dari yang paling belakang, seperti ini:

2537

4125  +

. . . . .

Kalau ada yang hasilnya lebih dari 10, maka kita bisa menuliskan angka paling belakang, kemudian menambahkan 1 ke angka di depannya.

Misalnya, 7 + 5 pada soal di atas hasilnya adalah 12. Maka kita bisa menuliskan angka 2 kemudian menambahkan 1 pada angka 3 yang ada di depan angka 7.

Contoh operasi hitung bilangan cacah pengurangan:

5782 – 1345

Caranya sama dengan penjumlahan, yaitu disusun ke bawah dan dikurangi dari yang paling belakang, seperti ini:

5782

1345  -

. . . . .

Kalau ada angka yang lebih kecil dikurangi yang lebih besar, kita bisa “meminjam” dari angka yang ada di depannya.

Misalnya, 2 – 5 pada soal di atas tidak bisa dikurangi. Kita perlu “meminjam 1 dari angka yang ada di depannya sebagai puluhan, sehingga jadi 12 – 5.

Jangan lupa bahwa angka 8 sudah dikurangi 1 yang dipinjam, sehingga sekarang jumlahnya jadi 7. Sehingga berikutnya 7 – 4.

Contoh operasi hitung bilangan cacah perkalian:

2145 x 7

Kita bisa mengerjakannya dengan cara bersusun pendek, kemudian mengalikan semua angka dengan angka 7, seperti ini:

5782

      7  x

. . . . .

Kalau ada yang hasilnya lebih dari satuan, maka kita bisa menyimpan angka itu lebih dulu untuk kemudian ditambahkan pada hasil perkalian angka berikutnya.

Misalnya, 5 x 7 = 35. Angka 3 kita simpan dulu dan tuliskan angka 5.

Kemudian, saat sudah menghitung 4 x 7 hasilnya 28 ditambah 3 yang disimpan, maka hasilnya 31. Angka 1 kita tuliskan dan 3 kita simpan, untuk ditambahkan pada hasil berikutnya, sampai angka yang terdepan.

Kita juga bisa mengalikannya dengan cara bersusun panjang, yaitu mengalikan setiap angka sesuai nilai tempatnya.

Sehingga, dari soal di atas, kita mengalikan 5 x 7, 40 x 7, 100 x 7, 2000 x 7, kemudian hasilnya dijumlahkan bersusun ke bawah.

Contoh operasi hitung bilangan cacah pembagian:

144 : 6

Nah, kalau pembagian, kita membaginya dari angka yang ada di depan.

Kita bisa mencoba menggunkan digit pertama, kalau tidak bisa, kita bisa menggunakan dua angka.

Karena 1 tidak bisa dibagi 6, kita bisa menggunakan angka di belakangnya, yaitu 14 : 6.

Kita bisa mencari hasil perkalian angka 6 yang mendekati 14, yaitu ada 12 yang asalnya dari 6 x 2.

Maka, 14 : 6 adalah 2. Kemudian, 14 dikurangi hasil dari 6x2 ditulis bersusun ke bawah.

Hasilnya adalah 2. Jangan lupa masih ada angka 4 yang paling belakang. Angka itu diturunkan menjadi 24. Sehingga 24 : 6 = 4.

Hasil ini kemudian kita tuliskan pada hasil pembagian yang pertama tadi.

Kemudian, 24 dikurangi hasil dari 6x4 ditulis bersusun ke bawah. Sehingga hasilnya 0, artinya angka sudah habis dibagi.

Sehingga 144 : 6 = 24.

Supaya lebih paham, simak soal dan video pembahasannya, yuk!

Soal atau Pertanyaan

1. Kebun kelapa Pak Doni dibuat berjajar dengan teratur. Terdapat 76 baris, setiap baris ditanami 179 batang. Berapa banyak batang pohon kelapa di kebun itu?

Jawaban:

Diketahui:

76 baris

179 batang di setiap baris

Ditanya:

Banyak batang pohon kelapa di kebun.

Jawab:

76 x 179 = 13.604 

Jadi, banyaknya batang pohon di kebun kelapa Pak Doni sebanyak 13.604 batang.

2. Setiap bulan Koperasi Sejahtera berhasil menjual beras sebanyak 1.620 kg kepada anggotanya. Bila banyak anggota koperasi 45 orang, berapa kg beras rata-rata yang dibeli oleh tiap anggota?

Jawaban:

Diketahui:

Banyaknya beras yang dijual = 1.620 kg

Banyak anggota koperasi = 45 orang

Ditanya:

Rata-rata berat beras yang dibeli setiap anggota.

Jawab:

1.620 : 45 = 36

Jadi, beras yang dibeli oleh tiap anggota Koperasi Sejahtera adalah 36 kg.

3. Ibu mempunyai persediaan beras 162 kg. Ia membeli lagi 15 karung beras, setiap karung berisi 18 kg. Beras tersebut dibagikan kepada 27 kaum duafa. Jika setiap orang memperoleh beras yang sama banyak, berapa kg beras yang diterima setiap kaum duafa?

Jawaban:

Diketahui:

Persedian beras Ibu = 162 kg

Beli lagi 15 karung, setiap karung berisi 18 kg

Kaum daufa yang dibagikan beras = 27 orang

Ditanya:

Berapa kg beras yang diterima setiap kaum duafa.

Jawaban:

{162 + (15 x 18)} : 27 = ...

(162 + 270) : 27 = ...

432 : 27 = 16

Jadi, beras yang diterima setiap kaum duafa sebanyak 16 kg.

Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan Cacah

Nah kalo di Bilangan Cacah, ada beberapa peraturan yang harus kalian ikutin saat mereka ditambah, kurang, kali dan bagi

Komutatif (Pertukaran): 

Untuk penjumlahan & perkalian, 

a + b = b + a 

a x b = b x a, 

dimana a & b bisa jadi bilangan cacah bernilai apapun. 

CONTOH:  

4 + 2 = 2 + 4 = 6 

7 x 9 = 9 x 7 = 63 

Jadi, berdasarkan aturan ini, kalau ada 2 atau lebih Bilangan Cacah yang DIjumlahkan atau di kalikanmau diputar kayak gimanapun akan tetap sama hasilnya. 

Asosiatif (Pengelompokan) 

Untuk penjumlahan & perkalian juga, 

(X + Y) + Z = X + (Y + Z) = (X + Z) + Y 

 (X · Y) · Z = Z ·  (Y + Z) = (X · Z) · Y 

 ** Titik Tengah, ‘·’, berarti dikalikan / ‘x’ 

dimana X, Y atau Z, bisa jadi bilangan cacah bernilai apapun. 

CONTOH:  

(200 + 22) + 12 = 200 + (22 + 12) = (200 + 22) + 12 = 234 

(16 · 2) · 3 = 16 ·  (2 · 3) = (16 · 3) · 2 = 96 

 Distributif (Sebaran) 

Sifat ini bisa berlaku pada 2 hal, yaitu: 

Perkalian Terhadap Penjumlahan 

X · (Y + Z)= (X · Y) + (X · Z), dimana X, Y atau Z, bisa jadi bilangan cacah bernilai apapun. 

CONTOH:  

2 · (4 + 3)= (2 · 4) + (2 · 3) = 14 

Perkalian Terhadap Pengurangan 

X · (Y - Z)= (X · Y) - (X · Z) , 

dimana X, Y atau Z, bisa jadi bilangan cacah bernilai apapun. 

CONTOH:  

2 · (4 - 3)= (2 · 4) - (2 · 3) = 2 

Operasi Hitung Campuran

Nah, karena operasi hitung kan banyak ya macam macamnya (tambah, kurang, kali, bagi, dst), maka kita harus tahu yang mana yang sebaiknya kita kerjakan dahulu. Oleh sebab itu, inilah beberapa aturan dalam Operasi Hitung Campuran:

· Dalam mengerjakan operasi campuran; selalu kerjakan yang tertera dikurung dahulu. 

· Lalu ingat saja: KaBaTaKu, yaitu akronim dari kali->bagi->tambah->kurang. 

· Dalam operasi kali-bagi atau tambah-kurang, kerjakan yang dari kiri dulu. 

Hasil dari (50 x 25) : (50 : 5) = ….. (UN 2010/2011) 

Silahkan berlangganan al khairan dengan e-mail secara gratis:

0 Response to "Bilangan Cacah"

Post a Comment