
- Nabi
- Rasul
- Seorang Nabi belum tentu seorang rasul, sedangkan seorang rasul pastilah seorang nabi
- Rasul diwajibkan untuk menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada manusia atau umatnya, sementara nabi tidak diwajibkan untuk menyampaikan wahyu yang ia terima kepada manusia yang lainnya.
- Asy-Syaukaany dan al-Aluusy berpendapat bahwasannya Rasul merupakan utusan Allah yang membawa syariat yang baru, sedangkan Nabi sifatnya menguatkan atau melanjutkan syariat dari para rasul tersebut
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa rasul diutus kepada kaum yang menentang, sedangkan Nabi merupakan utusan bagi kaum yang telah tunduk kepada syariat dari para rasul sebelumnya.
- Ia Merupakan Nabi, manusia, sekaligus khalifah Allah yang pertama kali diciptakan dari segumpal tanah.
- Terdapat cahaya dari Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam di dalam sulbinya. Ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam sebuah hadist yang artinya “Wahai Rasulullah, bilakah engkau dicatat sebagai seorang Nabi?” Baginda bersabda: “Ketika Adam ‘alaihis salam antara ruh dan jasad.”
- Adam adalah makhluk ciptaan Allah Subhanahu wata'ala yang diberikan anugrah sedemikian rupa, dimana hal tersebut tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk Allah lainnya, yaitu berupa ruhul quddus (roh suci).
- Allah Subhanahu wata'ala melengkapi penciptaan Nabi Adam alaihissalam dengan rahasia ma’rifat Ketuhanan. Hal inilah yang tidak ada makhluk lain ciptaan Allah Subhanahu wata'ala termasuk para Malaikat yang dapat menandingi pengetahuan Nabi Adam Alaihissalam.
Nabi Idris merupakan keturunan ke enam dari Nabi Adam Alaihissalam, dan ia menjadi keturunan pertama dari Nabi Adam Alaihissalam yang ditunjuk oleh Allah Subhanahu wata'ala sebagai utusan-Nya. Nabi Idris merupakan kakek dari ayah Nabi Nuh, dimana nama sebenarnya dari Nabi Idris adalah Akhnukh. Di dalam Al-Qur’an, Nabi Idris telah dinyatakan sebagai manusia pilihan Allah Subhanahu wata'ala yang diangkat ke langit oleh-Nya. Di dalam agama Yahudi dan Nasrani, nabi Idris dikenal dengan nama Henokh. Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan dalam sebuah tafsir bahwasannya Nabi Idris wafat ketia Beliau sedang berada di langit keempat bersama dengan seorang malaikat.
- Allah Subhanahu wata'ala telah menganugerahkan kepandaian, kemahiran, serta kemampuan dalam menciptakan peralatan yang nantinya dapat memudahkan pekerjaan manusia, seperti pengenalan tulisan, astronomi, ilmu berhitung (matematika), dan lain sebagainya.
- Nabi idris merupakan manusia pertama yang menjahit serta mengenakan pakaian dari kain.
- Nabi idris merupakan manusia pertama yang mempelajari tentang ilmu perbintangan, ilmu berhitung, serta menulis dengan menggunakan pena.
- Allah Subhanahu wata'ala mengangkat Nabi Idris pada kedudukan yang tinggi.
- Allah Subhanahu wata'ala mensifati Nabi Idris dengan beberapa hal seperti kejujuran
Allah Subhanahu wata'alaT berfirman :
Nabi Nuh merupakan rasul yang pertama, dimana kisah yang paling terkenal dari Nabi Nuh adalah tentang bahtera Nabi Nuh, yaitu ketika sebagian besar manusia binasa dalam peristiwa banjir besar yang kala itu terjadi. Mereka yang binasa adalah orang-orang yang tidak mau mengikuti dan justru mengingkari ajaran-ajaran Nabi Nuh.
4. Nabi Hud Alaihissalam
Nabi Hud adalah utusan Allah bagi kaum Ad (yaitu sebuah wilayah yang terletak diantara Oman dan Yaman) yang pada waktu itu membangkang terhadap perintah Allah dan menyekutukan-Nya. Sampai pada akhirnya Allah Subhanahu wata'ala menurunkan adzab bagi kaum tersebut berupa bencana kekeringan serta adzab gumpalan awan hitam berupa angin topan dan petir.
5. Nabi Saleh Alaihissalam.
Nabi Saleh Alaihissalam merupakan utusan Allah Subhanahu wata'ala bagi kaum Tsamud, yaitu kaum yang bermukim di daerah Al-Hijr (saat ini bernama Mada’in Salih) yang berada di wilayah pegunungan antara Madinah dan Syam (Syiria). Kaum Tsamud telah mengingkari nikmat yang diberikan Allah Subhanahu wata'ala Dan pada akhirnya Allah Subhanahu wata'ala mendatangkan adzab bagi kaum tersebut layaknya adzab yang Allah berikan pada kaum Nabi Hud, yakni kaum Ad. Allah Subhanahu wata'ala memberikan Mu’jizat bagi Nabi Sholeh, yaitu berupa seekor unta betina yang lahir dari celah-celah batu. Hal ini sebagaimana firman Allah :
Artinya: “Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Rabbmu. Unta betina Allah ini menjadi menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS. Al- A’raf ayat 73)
6. Nabi Ibrahim Alaihissalam.
Nabi Ibrahim mendapatkan julukan sebagai “Bapak para Nabi”, beliau juga mendapatkan gelar sebagai sahabat Allah (khahlil Allah). Nabi Ibrahim lahir di daerah Ur, yaitu daerah bagian dari selatan Irak pada zaman Raja Namrud bin kan’an, dimana masyarakat pada waktu itu banyak yang menyembah berhala. Dan pada suatu hari, Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala yang menjadi Tuhan mereka tersebut. Hal inilah yang membuat raja Namrud dan masyarakat penyembah berhala marah serta memutuskan untuk menghukum Nabi Ibrahim dengan cara dibakar. Dan Allah Subhanahu wata'ala memberikan mu’jizat-Nya kepada Nabi Ibrahim, yaitu beliau tidak mempan dibakar oleh api.
Selain itu juga, Nabi Ibrahim juga mengajarkan bagi kita untuk berkurban, dimana keika itu Beliau hampir saja mengorbankan putra kesayangannya yaitu Ismail atas perintah Allah Subhanahu wata'ala.
7. Nabi Luth Alaihissalam.
Nabi Luth merupakan keponakan dari Nabi Ibrahim Alaihissalam. Ia diutus Allah Subhanahu wata'ala bagi kaum Sodom dan Gomorrah yang memiliki perilaku seks yang menyimpang. Allah Subhanahu wata'ala berfirman :
Artinya: “Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS. Al- A’raf ayat 83-84)
8. Nabi Ismail Alaihissalam.
Nabi Ismail merupakan putra dari Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, dan beliau merupakan kakak dari Nabi Ishaq Alaihihssalam. Bersama ayahnya, Beliau bersama-sama membangun Ka’bah yang saat ini menjadi pusat peribadatan kaum muslim diseluruh dunia. Kisah yang terkenal daripada Nabi Ismail adalah ketika ia dengan rela menerima keputusan ayahnya (Nabi Ibrahim) untuk menyembelihnya sebagai kurban atas perintah Allah Subhanahu wata'ala.
9. Nabi Ishaq Alaihissalam.
Nabi Ishaq merupakan putra kedua dari Nabi Ibrahim Alaihissalam dan beliau merupakan adik dari Nabi ismail alaihissalam. Nama Ishaq berasal dari bahasa Yahudi Yis.h.a-q yang berarti tersenyum atau tertawa. Allah menjadikan Ishaq sebagai utusan-Nya bagi kaum Kana’an, khususnya di kota Hebron (al-Khalil) yang pada waktu itu tidak mengenal Allah Subhanahu wata'ala. Nabi Ishaq meninggal pada usia 180 tahun yaitu pada tahun 1717 Sebelum Masehi.
10. Nabi Yaqub Alaihissalam
Nabi Yaqub merupakan putra dari Nabi Ishaq dan merupakan cucu dari Nabi Ibrahim. Beliau merupakan utusan Allah Subhanahu wata'ala bagi kaum Kana’an yang tinggal di syam (syiria). Nabi Yaqub memiliki 12 putra yang salah satu diantaranya adalah Nabi Yusuf Alaihissalam. Nabi Ya’qub wafat di Mesir, dan setelah tubuhnya sempat dipertahankan di negara tersebut, lalu kemudian jasad Beliau dibawa ke Palestina untuk dimakamkan di sana, yaitu di Gua al-Makfilah, di kota Hebron (al-Khalil). Adapun Wasiat dari Nabi Ya’qub Alaihissalam kepada putra-putranya termaktub dalam Al-qur’an Surat Al- Baqarah ayat 133 yang artinya:
“Apakah kalian menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya’qub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kalian sembah sepeninggalku?’ Mereka menjawab, ‘Kami akan menyembah Rabbmu dan Rabb nenek moyangmu, yaitu Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Rabb Yang Maha Esa, dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.”
11. Nabi Yusuf Alaihissalam
Telah diketahui di point sebelumnya bahwa Nabi Yusuf Alaihissalam merupakan salah satu dari keduabelas putra Nabi Ya’qub Alaihissalam. Beliau lahir di negeri Kan’an dan memiliki satu saudara kandung yang bernama Banyumin. Sedangkan 10 saudaranya yang lain berasal dari ibu yang berbeda. Kasih sayang yang diberikan Nabi Ya’qub pada nabi Yusuf telah membuat saudaranya yang lain merasa iri, sehingga mereka merencanakan untuk membuang Nabi Yusuf, yaitu menjatuhkannya ke dalam sebuah sumur. Akan tetapi kekuasaan dari Allah Subhanahu wata'ala telah menolong Nabi Yusuf, yaitu dengan perantara para kafilah dagang yang kemudian menjual Nabi Yusuf ke negara Mesir. Lalu Nabi Yusuf dibeli oleh seorang raja mesir yang mendapat julukan Al- Aziz, yaitu raja Qithfir. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Al- Bukhari, Rosulullah sholallahu Alaihi wassalam memuji Nabi Yusuf yaitu
“Dia adalah orang yang mulia, anak orang mulia, cucu orang mulia, dan cicit orang yang mulia: Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim.”
12. Nabi Ayyub Alaihissalam.
Sosok Nabi Ayyub Alaihissalam digambarkan sebagai orang yang paling sabar dalam menghadapi cobaan. Hal ini telah terbukti ketika Allah Subhanahu wata'ala menguji Beliau dengan harta, keluarga, dan juga badannya. Dimana suatu ketika Nabi Ayyub Alaihissalam kehilangan seluruh harta yang dimilikinya, padahal sebelumnya Beliau termasuk salah satu orang yang paling kaya di negerinya. Cobaan yang lain adalah ketika Beliau begitu menderita akibat penyakit yang dialaminya dan kemudian Beliau ditinggalkan oleh istri dan keluarganya sehingga Beliau merasakan kesunyian. Akan tetapi Nabi Ayyub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wata'ala. Allah Subhanahu wata'ala telah berfirman :
Nabi Ayyub Alaihissalam merupakan utusan Allah Subhanahu wata'ala bagi Kaum bani Israil dan Amoria di Haran, Syam. Usia Nabi Ayyub mencapai 120 tahun yaitu dari tahun 1540 hingga 1420 Sebelum Masehi. Selama hidupnya, Nabi Ayyub dikarunia 26 anak.
13. Nabi Syu’aib Alaihissalam.
Nabi Syu’aib merupakan salah satu Nabi yang berasal dari bangsa Arab. Nama Syu’aib memiliki arti sebagai yang menunjukkan jalan kebenaran. Nabi Syu’aib merupakan utusan dari Allah Subhanahu wata'ala bagi kaum Madyan yang berada bagian Barat Laut Hijaz, tepatnya di daerah Al- Bada’. Kaum Madyan merupakan orang-orang yang pandai dalam urusan perdagangan dan bercocok tanam, akan tetapi mereka merupakan kaum yang suka menipu dan sangat licik ketika berinteraksi dengan sesamanya. Selain itu, Kaum Madyan juga terkenal dengan perbuatan mereka yang telah menyekutukan Allah dan banyak yang menempuh jalan sesat. Sama seperti Nabi-Nabi yang lain, tidak mudah bagi Nabi Syu’aib untuk mengajak kaum tersebut ke jalan yang benar, dan justru kaum Madyan mengancam, menyiksa, serta mengusir Nabi Syu’aib dan para pengikutnya. Hal itu disebutkan dalam sebuah ayat Alqur’an yang artinya:
Allah lalu menurunkan adzab bagi kaum Madyan yaitu berupa angin panas yang dapat membakar kulit serta membuat dahaga. Selain itu, Allah juga mendatangkan awan hitam, petir, serta gempa bumi yang dapat menghancurkan kota serta kaum madyan. Semasa hidupnya, nabi Syu’aib dikarunia 2 anak perempuan, dan beliau wafat ketika berusia 110 tahun, yaitu pada tahun 1490 Sebelum Masehi.
14. Nabi Musa Alaihissalam.
Nabi Musa Alaihissalam yang juga sebagai Rosul Allah Subhanahu wata'ala mendapatkan julukan Kalimullah (كليم الله) yang artinya manusia yang diajak Allah Subhanahu wata'ala untuk bicara. Nabi Musa merupakan rasul utusan Allah Subhanahu wata'ala dan merupakan saudara dari nabi harun Alaihissalam. Beliau dilahirkan atas kehendak Allah Subhanahu wata'aladi negara Mesir pada masa pemerintahan raja Fir’aun. Kelahiran Musa dirahasiakan oleh kedua orang tuanya karena pada waktu itu Raja Fir’aun mengeluarkan peraturan untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Nabi Musa sendiri besar di dalam lingkungan kerajaan Fir’aun, dimana ketika bayi Musa berusia 3 bulan orang tuanya menghanyutkannya ke sungai Nil dan pada akhirnya Musa ditemukan oleh seorang wanita yang merupakan istri dari Raja Fir’aun bernama Aisyah. Nabi Musa menerima wahyu dari Allah Subhanahu wata'ala di suatu malam di Bukit Tursina. Allah Subhanahu wata'ala berfirman yang artinya:
Adapun mu’jizat yang pernah diterima oleh Nabi Musa Alaihissalam sebagai karunia dari Allah Subhanahu wata'ala adalah berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular serta tangan yang putih berseri-seri. Kepada nabi Musa alaihissalam, Allah juga menurunkan sebuah kitab suci yang bernama Taurat. Yang di dalamnya terdapat pedoman atau panduan ke jalan yang diridhoi Allah Subhanahu wata'ala secara terperinci.
15. Nabi Harun Alaihissalam.
Nabi harun Alaihissalam adalah Kaka dari Nabi Musa Alaihissalam. Beliau dilahirkan atas kehendak Allah Subhanahu wata'ala untuk menjadi pemimpin bagi bani Israil untuk menuju jalan yang benar. Masa hidup Nabi harusn Alaihissalam adalah selama 123 tahun. Beliau Wafat sebelas bulan sebelum wafatnya Nabi Musa Alaihissalam, yaitu pada tahun 1408 Sebelum Masehi di Bukit nabu’ di Jordania. Kisah-kisah Nabi Harun Alaihissalam tidak pernah terlepas dari kisah Nabi Musa Alaihissalam, karena memang keduanya melakukan dakwah secara bersamaan, dimana waktu itu tugas nabi Harun adalah untuk membantu Nabi Musa.
16. Nabi Zulkifli Alaihissalam.
Kisah Nabi Zulkifli Alaihissalam tidak banyak dikisahkan di dalam Al-Qur’an. Beliau memiliki nama asli Basyar dan merupakan putra dari Nabi Ayyub Alaihissalam yang terselamatkan dari reruntuhan rumah Nabi Ayyub dan menewaskan seluruh anak-anaknya. Nabi Zulkifli merupakan utusan Allah Subhanahu wata'ala bagi kaum Rom yang berasal dari bangsa Amori dan Arami yang tinggal di daerah Syiria dan Jordania agar mereka tidak menyembah berhala dan agar mereka selalu mengingat satu Tuhan yaitu Allah Subhanahu wata'ala. Zulkifli adalah nabi yang sabar, suka menolong, dan selalu membela kebenaran. Dalam Al-Qur’an Surat Al- Anbiya’ ayat 86 Allah Subhanahu wata'ala telah berfirman yang artinya
Nabi Zulkifli Alaihissalam wafat dalam usia 75 tahun, tepatnya pada tahun 1425 Sebelum Masehi di Damaskus.
17. Nabi Daud Alaihissalam.
Beliau merupakan Nabi sekaligus Rasul utusan Allah Subhanahu wata'ala bagi kaum bani Israil dan merupakan ayah dari Nabi Sulaiman Alaihissalam. Kepada nabi Daud lah Allah Subhanahu wata'ala menurunkan kitab Zabur. Selain itu, Allah Subhanahu wata'ala telah memberikan berbagai mu’jizat bagi Nabi Daud Alaihissalam seperti beliau dapat mengert bahasa burung, memiliki kecerdasan akal, serta beliau mampu melembutkan besi tanpa menggunakan suatu alatpun atau hanya dengan menggunakan tangan kosong. Dalam Al-Qur’an Surat Saba’ ayat 10 Allah Subhanahu wata'ala telah berfirman yang artinya
Selain dianugrahi memiliki wajah yang tampan, Nabi Daud Alaihissalam juga memiliki suara yang sangat merdu, sehingga ketika beliau sedang melantunkan Zabur, burung-burung serta gunung-gunung turut serta dalam mengagungkan nama Allah Subhanahu wata'ala. Nabi Daud Alaihissalam sangat dihormati, dimuliakan, serta sangat dihargai oleh kaum Bani Israil, karena Beliau mampu memutuskan perkara di antara manusia dengan adil serta mampu menyelesaikan dan menjadi penengah saat di masyarakatnya terjadi pertengkaran dan perselisihan. Nabi Daud adalah pendiri Baitul Muqqadis (atau yang dikenal dengan Masjid Al- Aqsa) yang tahap penyelesaiannya dilanjutkan oleh putranya, yaitu Nabi Sulaiman. Nabi Daud Alaihissalam wafat pada usia 100 tahun dan dimakamkan di Baitul Maqdis di Yerusalem.
18. Nabi Sulaiman Alaihissalam.
Nabi Sulaiman merupakan putra dari Nabi Daud Alaihissalam, dimana Beliau lah yang melanjutkan pembangunan Baitul Muqqadis yang dahulunya dibangun oleh ayahnya. Nabi Sulaiman mulai diangkat menjadi seorang Nabi pada tahun 970 Sebelum masehi, dimana sedari kecil beliau memiliki kecerdasan akal serta ketajaman pikiran. Nabi sulaiman dikenal sebagai raja dari segala makhluk. Ketika Ayahandanya wafat, Nabi Sulaiman diangkat menjadi Raja bagi kerajaan Israil. Akan tetapi selain sebagai raja bagi kaum tersebut, Nabi Sulaiman juga merupakan raja bagi para binatang serta makhluk halus seperti jin dan lainnya. Adapun beberapa keistimewaan dari Nabi Sulaiman Alaihissalam antara lain adalah:
- Nabi Sulaiman dikaruniai kebijaksanaan yang luar biasa meskipun usianya masih remaja.
- Nabi Sulaiman mampu memahami dan berbicara serta memahami bahasa hewan, sehingga mekhluk tersebut mau menuruti kehendaknya
- Nabi Sulaiman mampu menundukkan jin dan angin, sehingga mereka mau menuruti segala perintahnya
“Tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka setelah kematiannya itu melainkan rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, nyatalah bagi jin itu bahawa sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam seksa yang menghinakan.”
19. Nabi Ilyas Alaihissalam.
Nabi Ilyas Alaihissalam merupakan utusan Allh Subhanahu wata'ala bagi kaum finisia dan bani israil. Beliau menyeru kepada kaumnya agar berjalan di jalan Allah Subhanahu wata'ala, akan tetapi mereka mengabiakannya dan tetap menyembah berhala yang merka namakan Ba’l. Adapun firman allah Subhanahu wata'ala terkait dengan Nabi Ilyas adalah dalam Al-Qur’an Surat ash-Shaffat ayat 123-132 yang artinya:
“Dan sesungguhnya Ilyas termasuk salah seorang dari rasul-rasul. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa? Pantaskah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, iaitu Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?’ Maka mereka mendustakannya, kerana itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di halangan orang-orang yang datang kemudian. (Iaitu) kesejahteran dilimpahkan atas Ilyas? Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”
20. Nabi Ilyasa Alaihissalam.
Nabi Ilyasa merupakan keturunan keempat dari Nabi Yusuf Alaihissalam dan merupakan anak angkat dari Nabi Ilyas Alaihissalam. Beliau melanjutkan tugas kenabian Nabi Ilyas setelah Nabi Ilyas Alaihissalam wafat, yaitu menyerukan pada umatnya yaitu kaum Bani Israil dan Arami agar mereka kembali ke jalan yang diridhoi Allah Subhanahu wata'ala. Sepeninggalnya Nabi Ilyas Alaihissalam kaum Bani Israil dan Arami banyak yang kembali menyembah berhala, dan meskipun Nabi Ilyasa telah menunjukkan berbagai macam mu’jizat dari Allah Subhanahu wata'ala, akan tetapi mereka justru menganggapnya sebagai tukang sihir. Nabi Ilyasa Alaihissalam wafat di Palestina ketika beliau berusia 90 tahun.
21. Nabi Yunus Alaihissalam
Nabi Yunus alaihissalam adalah Nabi utusan Allah Subhanahu wata'ala bagi kaum Asyiria di Ninawa yang merupakan daerah di utara Iraq. Beliau merupakan salah satu dari dua nabi yang namanya dinasbkan kepada ibunya. Nabi Yunus memberikan ajaran Tauhid dan Iman kepada kaum Asyria serta mengajak mereka untuk meninggalkan kebiasaan menyembah berhala dan beralih menyembah kepada Allah Subhanahu wata'ala. Akan tetapi ajaran Nabi Yunus tersebut ditentang oleh kaum Asyiria di Ninawa merupakan suatu hal baru yang baru mereka dengar, sehingga mereka tidak mau menerima serta menggantikan ajaran serta kepercayaan dari nenek moyang mereka dengan ajaran dari nabi Yunus Alaihissalam. Pada akhirnya Nabi Yunus alaihissalam meninggalkan daerah tersebut karena penduduk Ninawa berkeras hati dan tidak memperduliakn sama sekali ajaran dari Beliau. Dan sepeninggal Nabi Yunus dari daerah tersebut, Allah Subhanahu wata'ala menurunkan Adzab bagi mereka yang telah membangkang terhadap ajaran Nabi Yunus Alaihissalam. Saat dalam perjalanan meninggalkan Ninawa Nabi Yunus mengalami sebuah kejadian dimana Beliau ditelan oleh ikan paus selama beberapa waktu. Ketika berada di dalam perut ikan tersebut nabi Yunus memohon pengampunan dari Allah karena telah meninggalkan kaumnya. Akhirnya atas kehendak Allah Subhanahu wata'alaikan paus tersebut memuntahkan kembali dan melemparkan tubuh Nabi Yunus ke pantai dalam keadaan sakit, lemah, dan kurus. Dan Dengan rahmad-Nya, Allah Subhanahu wata'ala menumbuhkan pohon labu dimana dengan pohon tersebut nabi Yunus dapat bernaung dibawah daun-daunnya serta dapat memakan buahnya. Setelah sehat, Allah Subhanahu wata'ala kembali memerintahkan kepada beliau untuk kembali ke Ninawa. Nabi Yunus alaihissalam wafat di Ninawa pada usia 70 tahun.
22. Nabi Zakaria Alaihissalam.
Nabi Zakaria merupakan utusan Allah Subhanahu wata'ala bagi kaum Bani Israil di Palestina yang senang pada kemaksiatan, kezhaliman, kemungkaran, serta menimbulkan kerusakan di mana-mana. Saat itu Palestina dipimpin oleh seorang raja yang paling jahat dan suka melanggar yang bernama herodes. Herodes jugalah yang memerintahkan untuk membunuh Nabi Zakaria beserta putranya Nabi yahya Alaihissalam. Kisah yang terkenal dari nabi Zakaria Alaihissalam adalah ketika Beliau berdo’a kepada Allah Subhanahu wata'ala agar diberikan keturunan, Dan Allah Subhanahu wata'ala punmengabulkan do’a tersebut. Kisah ini tertulis dalam Al-Qur’an Surat Maryam ayat 4-6 yang artinya
Nabi Zakaria wafat di Halap (Aleppo) pada usia 122 tahun, yaitu ketika Beliau lari dari kejaran para prajurit raja Herodus.
23. Nabi Yahya Alaihissalam.
Kelahiran Nabi yahya Alaihissalam dikabarkan oleh Malaikat Jibril kepada nabi Zakaria Alaihissalam. Hal ini dikisahkan dalam Al-Qur’an Surat Maryam ayat 4-6 di atas. Akan tetapi Nabi yahya Alaihissalam wafat di usianya yang masih muda, yaitu 32 tahun di damskus. Ia dibunuh atas perintah Raja Herodes yang saat itu menguasai bani Israil.
24. Nabi Isa Alaihissalam.
Nabi Isa Alaihissalam masih memiliki hubungan persaudaran dengan nabi Yahya Alaihissalam, dimana keduanya merukana saudara sepupu. Nabi Isa Alaihissalam diutus Allah Subhanahu wata'ala ke tengah-tengah masyarakat yang bersifat materialistik serta mengingkari ruh dan hari kebangkitan. Mereka itu termasuk juga kedalam golongan orang-orang yang disesatkan oleh falsafah dasarnya menyatakan bahwa penciptaan alam memiliki sumber pertama, seperti sebab dari akibat. Allah Subhanahu wata'ala telah berfirman:
- Saat masih dalam buaian, Nabi Isa Alaihissalam mampu berbicara dengan manusia yang lainnya.
- Nabi Isa diajarkan kitab taurat, meskipun saat itu kitab isi dari kitab tersebut telah banyak mengalami perubahan akibat ulah kaum yahudi
- Nabi Isa mampu membentuk tanah menyerupai bentuk burung, lalu beliau meniupkannya. Dan tanah itupun berubah menjadi burung
- Nabi Isa Alaihissalam mampu menghidupkan orang-orang yang telah meninggal dunia
- Nabi Isa Alaihissalam mapu menyembuhkan orang-orang yang buta dan belang
- Nabi Isa memiliki kemampuan untuk menurunkan makanan dari langit atas permintaan Hawariyin
- Nabi isa Alaihissalam mampu melihat hal-hal yang ghaib meskipun beliau tidak menyaksikan secara langsung
- Nabi Isa Alaihissalam dilahirkan tanpa adanya seorang ayah
- Nabi Isa Alaihissalam diangkat ke langit ketika Beliau disalib oleh para penguasa.
Selain mu’jizat-mu’jizat tersebut, Allah Subhanahu wata'ala juha menurukan kitab Injil bagi nabi Isa.
25. Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi wassalam
Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir yang diutus Allah Subhanahu wata'ala sebagai pembawa ajaran agama islam, dan tidak ada lagi Nabi setelah Beliau. Ajaran-ajaran yang dibawakan oleh nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam merupakan penyempurna bagi ajaran-ajaran agama yang disampaikan oleh para nabi dan rasul sebelumnya. Allah Subhanahu wata'ala telah berfirman yang artinya
0 Response to "Nabi dan Rasul yang wajib di imani dalam islam"
Post a Comment