Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) peserta didik saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran
Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan pembelajaran kooperatif yang di dalamnya ada beberapa kelompok kecil peserta didik dengan level kemampuan akademik yang berbeda-beda bekerja sama menyelesaikan tujuan pembelajaran.[1] Menurut Slavin, Student Teams-Achievement Divisions (STAD) peserta didik ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan 4-5 peserta didik yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku.[2]
Pada pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) peserta didik saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran, guna memperoleh prestasi maksimal. Dalam Student Teams Achievement Divisions (STAD) peserta didik dibagi beberapa kelompok dan menguasai materi secara bersama dan saling membantu. Pendidik menyampaikan pelajaran, lalu peserta didik bekerja dalam tim mereka untuk memastikan bahwa semua anggota tim telah menguasai pelajaran, selanjutnya semua peserta didik mengerjakan kuis mengenai materi secara sendiri-sendiri, dimana saat itu mereka tidak diperbolehkan untuk saling membantu.[3] STAD terdiri dari lima komponen utama-presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, rekognisi tim.[4]
a. Presentasi kelas
Presentasi kelas yang dimaksudkan sebenarnya hampir sama dengan pengajaran langsung yang diberikan pendidik pada awal pembelajaran. Bedanya adalah bahwa presentasi kelas yang dipimpin oleh pendidik ini harus benar-benar fokus pada model pembelajaran STAD. Dengan demikian, peserta didik diharapkan akan mampu secara aktif mengikuti prosedur pembelajaran STAD.
b. Tim
Tim terdiri dari empat atau lima peserta didik yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal tingkat prestasi, jenis kelamin, ras, dan etnisitas. Apabila dalam kelas terdiri atas agama, jenis kelamin, dan suku yang hampir sama, maka pembentukan kelompok bisa didasarkan pada tingkat prestasi akademik yang berbeda. Fungsi utama dalam pembentukan tim adalah untuk memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar.
c. Kuis
Setelah sekitar satu atau dua periode setelah pendidik memberikan presentasi dan sekitar satu atau dua periode praktik tim, para peserta didik akan mengerjakan kuis individual. Pada pelaksanaan kuis individual para peserta didik tidak diperbolehkan untuk saling membantu atau bekerja sama.
d. Skor kemajuan individual
Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada tiap peserta didik tujuan kinerja yang akan dapat dicapai apabila mereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik dari pada sebelumnya. Skor kemajuan peserta didik diperoleh dari skor kuis masing–masing individual yang akan dijadikan dasar skor kemajuan kelompok.
e. Rekognisi tim
Tim akan mendapatkan sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu.
4. Ciri-Ciri Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD)
Ciri-ciri model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD), diantaranya adalah:[5]
- Siapnya perangkat pembelajaran.
- Terbentuknya kelompok kooperatif.
- Penentuan skor awal.
- Setting tempat duduk (pembelajaran)
- Kerja kelompok.
5. Langkah-Langkah Student Teams Achievement Divisions (STAD)
Langkah-langkah model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat dilakukan dengan cara berikut ini:[6]
- Menyampaikan tujuan dan memotivasi peserta didik. Pada tahap ini, pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi peserta didik.
- Pendidik menyajikan informasi kepada peserta didik untuk membentuk kelompok-kelompok yang beranggotakan 3-5 orang peserta didik.
- Menyajikan informasi
- Pendidik memotivasi serta memfasilitasi kerja peserta didik dalam kelompokkelompok belajar dan menjelaskan segala hal tentang materi yang akan diajarkan, dan menjelaskan model pembelajaran yang akan dilaksanakan.
- Pendidik memberi tugas pada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok.
- Peserta didik yang bisa mengerjakan tugas atau soal menjelaskan kepada anggota kelompok lainnya sehingga semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
- Pendidik memberi kuis atau pertanyaan kepada seluruh peserta didik. Pada saat menjawab kuis atau pertanyaan peserta didik tidak boleh saling membantu. Pendidik memberi penghargaan (rewards) kepada kelompok yang memiliki nilai atau poin.
- Pendidik memberikan evaluasi.
6. Kelebihan dan Kekurangan Student Teams Achievement (STAD)
Suatu model pembelajaran mempunyai keunggulan dan kekurangan. Demikian pula dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Berikut beberapa keunggulan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) antara lain:[7]
- Karena dalam kelompok peserta didik dituntut untuk aktif sehingga dengan model ini peserta didik dengan sendirinya akan percaya diri dan meningkat kecakapan individunya.
- Interaksi sosial yang terbangun dalam kelompok, dengan sendirinya peserta didik belajar dalam bersosialisasi dengan lingkungannya (kelompok).
- Dengan kelompok yang ada, peserta didik diajarkan untuk membangun komitmen dalam mengembangkan kelompoknya.
- Mengajarkan menghargai orang lain dan saling percaya.
- Dalam kelompok peserta didik diajarkan untuk saling mengerti dengan materi yang ada, sehingga peserta didik saling memberitahu dan mengurangi sifat kompetitif.
Selain keunggulan tersebut pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) juga memiliki kekurangan, diantaranya adalah:
1) Karena tidak adanya kompetisi diantara anggota masing-masing kelompok, anak yang berprestasi bisa saja menurun semangatnya.
2) Jika pendidik tidak bisa mengarahkan anak, maka anak yang berprestasi bisa jadi lebih dominan dan tidak terkendali.
[1] Miftahul Huda, Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran, ......., hal. 201
[2] Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), hal. 68-69
[3] Buchari Alma,dkk, Pendidik Profesional, (Bandung: Alfabeta, 2009), hal. 83
[4] Robert. E Slavin, Cooperative Learning, ......., hal. 143
[5] M. Miftahussiroyudin (eds.), Strategi Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) Pada Materi Esensial Rukun Iman (INOVASI), (Surabaya, Balai Diklat Keagamaan,), hal. 291
[6] Imas Kurniasih & Berlin Sani, Ragam Pengembangan Model Pembelajaran Untuk Peningkatan Profesionalisme Pendidik, (Yogyakarta: Kata Pena, 2015), hal. 23-24.
[7] Imas Kurniasih & Berlin Sani, Ragam Pengembangan, ...., hal. 22-23.

0 Response to "Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD)"
Post a Comment