Ketika suatu saat nanti kita meninggal dunia, segala pujian dan ungkapan belasungkawa hanya seperti bisikan yang tak terdengar oleh kita yang berada di alam barzakh.
Sehari dua hari, teman-teman di media sosial kita akan terkejut mendengar kabar tersebut.
Sepekan dua pekan, kolega dan tetangga kita akan merasa kehilangan.
Sebulan dua bulan, istri atau suami kita akan dirundung nestapa.
Setahun dua tahun, orang tua akan merasa kehilangan anaknya.
Sementara kita sendiri, berada dalam kegelapan alam barzakh menghadapi malaikat.
Tangis dan air mata kesedihan mereka tak menjadi penolong derita ..... selain ...... amal kebaikan yang pernah kita perbuat dan doa anak shalih yang terpanjatkan.
يَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلاَثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ
“Ada tiga perkara yang mengikuti mayit ke kuburnya. Dua akan kembali dan hanya satu yang tetap tinggal (bersama si mayit). Keluarganya dan hartanya akan mengikutinya, lalu keduanya akan kembali, dan yang tertinggal hanya amalannya (yang akan menemaninya menuju perjalanan selanjutnya).."
[Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy dan Muslim].
إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة إلا من صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له
”Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali atas tiga hal : shadaqah jaariyah, atau ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shalih yang mendoakannya..”
[Diriwayatkan oleh Muslim].

0 Response to "Jika nanti kita telah tiada"
Post a Comment