Al Khairan Adab seorang muslim kepada Keluarga yang berduka | Al Khairan 286775737 -->

Iklan

Adab seorang muslim kepada Keluarga yang berduka

 Seharusnya pelayatlah yang berhak menerima makanan siap saji dari para tamu, serta memberikan kata-kata penghibur yang menguatkan hati keluarga yang ditinggalkan. Inilah Islam yang rahmatan lil alamin. Bukanlah keluarga yang telah ditimpa musibah yang harus menyiapkan hidangan untuk para tamu. Bahkan banyak keluarga yang tidak mampu harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut

Poto. Pixay.com

Mengapa tradisi seperti ini masih terus dipertahankan? Sungguh, sunnah Nabi -shollallohu alaihi wasallam- jauh lebih indah dan lebih mudah. Bayangkan saja, jika setiap tamu yang datang memberikan Rp. 30 ribu kepada keluarga yang ditinggalkan; Rp. 10 ribu untuk makanan siap saji, dan Rp. 20 ribu untuk bantuan uang tunai. Tentu saja, akan ada banyak makanan dan uang yang terkumpul bagi keluarga yang sedang berduka.

Namun kenyataannya berbeda. Keluarga yang ditinggalkan justru harus menanggung biaya makanan dan lainnya untuk tamu. Sehingga, apa pun yang dikeluarkan oleh keluarga yang ditinggalkan, itu akan menjadi sedikit di tangan setiap tamu yang datang. Oleh karena itu, seharusnya kita menghidupkan sunnah ini, karena selain memberikan manfaat akhirat bagi masyarakat, juga memberikan pahala besar bagi mereka dan memberikan manfaat dunia bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Mereka yang sedang berduka sangat pantas untuk dihibur, baik dengan ucapan, doa, maupun bantuan materi. Mungkin ada yang berpendapat bahwa dalam madzhab kita, madzhab Syafi'i, tidak ada anjuran seperti ini. Namun, jika ada, tentunya para kyai sudah memasyarakatkannya. Mari kita simak penjelasan Imam Syafi'i -rohimahulloh- dalam masalah ini:

"Aku senang jika tetangga atau kerabat mayit membuatkan makanan yang bisa mengenyangkan keluarga yang ditinggalkan, baik di siang maupun malam hari kematian. Karena itu adalah sunnah dan amalan yang mulia. Hal ini juga dilakukan oleh orang-orang shaleh sebelum dan sesudah kami. Ketika ada kabar kematian sahabat Ja'far, Rosulullah -shollallohu alaihi wasallam- mengatakan:

"Buatkanlah makanan untuk keluarganya Ja'far, karena ada perkara (musibah) yang menyibukkan (pikiran) mereka". [Kitab: Al-Umm 1/317].

Silahkan berlangganan al khairan dengan e-mail secara gratis:

0 Response to "Adab seorang muslim kepada Keluarga yang berduka "

Post a Comment