Dalam kehidupan yang kita jalani, tidaklah ditemukan sebuah raihan prestasi tanpa ujian dan cobaan. Dengan ujian dan cobaan tersebut akan ditemukan dan ditentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Sama halnya dalam menghafal al-Qur’an, menjadi sebuah kemestian adanya ujian dan cobaan yang akan membedakan pencapaian satu orang dengan yang lainnya dan menetukan hasil akhir yang diraih oleh masing-masing dari mereka. Jika mereka mampu meleta hambatan-hambatan ini, maka kesuksesan menjadi haknya. Berlaku sebaliknya, mereka akan mengalami kegagalan jika tidak mampu melewatinya. Problematika yang dapat menghambat yang sering terjadi antaranya adalah problematika yang berasal dari dalam diri (faktor internal) dan problematika yang berasal dari luar diri (faktor eksternal).[12]
Berikut ini adalah problematika faktor internal dan eksternal yang sering muncul, yang dialami oleh para penghafal al-Qur’an diantaranya adalah:
a. Faktor Internal
1) Malas melakukan simaan
Salah satu meode agar hafalan tidak mudah lupa adalah dengan melakukan simaan dengan sesama teman, senior, atau kepada guru dari ayat-ayat yang telah dihafalkan. Namun, jika malas atau tidak mengikuti simaan, maka hal tersebut akan menyebabkan hafalan mudah hilang. Selain itu, jika tidak suka melakukan simaan, ketika ada kesalahan ayat, hal itu tidak akan terdeteksi. Sebab, tidak ada teman yang mendengarkan hafalan tersebut.
Oleh karena itu, perbanyaklah melakukan simaan. Sebab, dengan banyak mengikuti simaan, sama halnya mengulang hafalan yang terdahulu atau yang baru. Tidak istiqamah
Hafalan akan cepat atau mudah hilang jika anda tidak istiqamah dalam men-takrir hafalan al-Qur’an. Pada dasarnya, untuk memelihara dan menjaga hafalan al-Qur’an, anda membutuhkan sebuah keistiqamahan. Selain itu, anda juga harus disiplin agar hafalan tidak mudah hilang.
2) Bersikap sombong
Seorang penghafal al-Qur’a hendaknya selalu mengaja hati dan pikirannya, terutama dari sifat yang sombong. Sifat sombong hanya akan menyebabkan hafalan al-Qur’an mudah lupa dan terbengkalai. Sebab, pikiran orang yang sombong selalu disibukkan untuk memikirkan hal lain, selain hafalan.
Sesungguhnya, orang yang sombong akan cepat diturunkan derajatnya oleh Allah Swt, bagaikan debu yang terbang terlalu tinggi, lalu dihempas oleh angin dan jatuh ke bawah lagi. Oleh karena itu, para penghafal al-Qur’an hendaknya benar-benar menjauhi sifat sombong agar hafalannya terpelihara dan terjaga dengan baik, serta tidak disibukkan dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya.[13]
3) Tidak mengulang hafalan secara rutin
Tidak senantiasa mengikuti, mengulang-ulang dan memperdengarkan hafalan al-Qur’annya.[14] Seorang penghafal harus memiliki jadwal khusus untuk mengulang hafalan. Jadi ia harus memiliki wirid atau jadwal harian untuk murajaah hafalan yang sudah dihafal, baik di dalam sholat ataupun yang di luar sholat. Sebab diantara salah satu penyebab hafalan al-Qur’an cepat hilang ialah karena tidak memiliki jadwal khusus untuk murajaah. Dengan pandai mengatur waktu, penghafal Al-Qur’an akan terbantu dalam memlihara hafalannya. Dengan mengatur waktu, ia akan selalu mengulang-ulang hafalan yang senantiasa terus berkelanjutan. Oleh kanrena itu, biasakna untuk tidak melewatkan waktu tanpa melakukan hal-hal yang bermanfaat. Dengan demikian, ketidak konsistenan dalam mengulang hafalan juga akan mempercepat hilangnya hafalan.
4) Terlalu berambisi menambah banyak hafalan baru
Salah satu faktor cepat lupa atau hilang adalah karena tergesa-gesa dalam menghafal, keinginan untuk selalu menambah dalam waktu yang singkat, dan ingin segera pindah ke hafalan yang lain, padahal hafalan yang lama masih belum kokoh. Jika hafalan belum lancar, jangan sesekali berpindah ke hafalan yang baru. Sebab, apabila hafalan sebelumnya belum lancar, usaha hafalan yang sudah dilakukan akan menjadi sia-sia saja. Oleh karena itu, supaya hafalan tidak mudah hilang buatlah target hafalan dalam setiap harinya, dan teruslah mengulangg-ulang hafalan sampai kuat dan lancar.[15]
5) Tidak sungguh-sungguh
Keras dan bersungguh-sungguh dalam menghafal al-Qur’an layaknya seorang yang siap mencapai sebuah kesuksesan. Jika tidak bekerja keras dan sungguh-sungguh dalam menghafal al-Qur’an, berarti niatnya hanya setengah hati. Oleh karena itu, anda harus berusaha melawan kemalasan baik pada waktu pagi siang dan malam.[16]
6) Tidak menguasai makhorijul huruf dan tajwid
Salah satu problematika dalam menghafal al-Qur’an ialah karena bacaan yang tidak bagus, baik dari segi makhorijul huruf, kelancaran membacanya, ataupun tajwidnya. sedangkan untuk menguasai al-Qur’an dengan baik dan benar itu harus menguasai makhorijul huruf dan memahami tajwid dengan baik. karena Orang yang tidak menguasi makhorijul huruf dan tidak memahami ilmu tajwid, kesulitan dalam menghafal akan benar-benar terasa, dan masa menghafal pun akan semakin lama, dan tanpa menguasai keduanya, bacaan al-Qur’annya pun akan kaku, tidak lancar, dan banyak yang salah. Padahal, seseorang yang hendak menghafal alQur’an, bacaannya terlebih dahulu harus lancar dan benar, sehingga memudahkan dalam menjalani proses menghafal al-Qur’an.[17]
7) Malas, tidak sabar, dan berputus asa
Malas adalah kesalahan yang jamak dan sering terjadi. Tidak terkecuali dalam menghafal al-Qur’an. Karena setiap hari harus bergelut dengan rutinitas yang sama, tidak aneh jika suatu ketika seseorang dilanda kebosanan. Walaupun al-Qur’an adalah kalam yang tidak menimbulkan kebosanan dalam membaca dan mendengarkannya, tetapi bagi sebagian orang yang belum merasakan nikmatnya al-Qur’an, hal ini sering terjadi. Rasa bosan ini akan menimbulkan kemalasan dalam diri untuk menghafal atau muraja’ah al-Qur’an.
Malas terkadang juga timbul dari energi positif yang tidak disalurkan dengan baik. Energi positif tersebut adalah izzah atau keinginan dalam hati. Karena tidak terurus dengan baik, keinginan ini berubah menjadi sifat terburu-buru dan tidak sabar. Dia ingin menghafal banyak ayat dengan waktu yang terlalu singkat sehingga hasilnya tidak maksimal. Hasil ini akan membuatnya kecewa dan merasa kecewa dan putus asa. Jadi jika keinginan kuat, muncul maka anda harus bersyukur dan segera merealisasikan keinginan tersebut dengan diikuti kesadaran bahwa kita sebagai juga diberi keterbatasan. Sehingga keinginan tersebut harus berbanding lurus dengan kemampuan yang ada.
8) Tidak bisa mengatur waktu
Dalam segala hal, terkhusus jika kaitannya dengan menghafal al-Qur’an, waktu yang telah ditentukan tersebut harus dioptimalkan. Seorang Hafid Qur’an dituntut untuk lebih pandai mengatur waktu dalam menggunakannya, baik untuk urusan dunia dan terlebih untuk hafalannya.
9) Tidak beriman dan bertakwa
Untuk menghafal al-Qur’an harus beriman dan bertakwa kepada Allah Swt melalui media sholat, melakukan perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Jika tidak beriman dan betakwa dengan sungguh-sungguh kepaada Allah Swt tidak akan ada jaminan bahwa akan bisa menjalani proses menghafal al Qur’an dengan lancar, bahkan menyelesaikannya.
10) Sering lupa
Sebagian orang mengeluhkan kenapa hafalan yang telah ia hafal begitu cepat hilang. Ini tidaklah mengherankan karena Rasulullah telah bersabda, “Jagalah al-Qur’an, demi Dzat yang nafsuku di dalam kekuasaan-Nya, al-Qur’an itu benar-benar lebih mudah terlepas daripada unta yang diikat dalam tali pengikatnya.” (HR. Bukhari Muslim)[18][19]
Menjaga hafalan al-Qur’an tidak semudah ketika menghafal alQur’an. Bisa jadi, dalam proses menghafal, anda pernah merasakan cepat menghafal al-Qur’an, namun juga cepat hilangnya. Hal demikian juga sangat wajar dan pernah dirasakan oleh orang-orang yang menghafalkan al-Qur’an. Oleh karena itu, menjaga hafalan yang harus benar-benar dijaga supaya tidak cepat hilang. Banyak sekali faktor yang menjadikan penyebab cepat hilangnya hafalan al-Qur’an. Salah satu hal yang harus dihindari apabila benar-benar ingin menjadi penghafal al-Qur’an, harus menjauh dari maksiat. Inilah salah satu kunci utama agar anda bisa menjaga hafalan al-Qur’an.[20]
b. Faktor Eksternal
1) Berlebihan dalm memandang dunia
Banyak sekali orang yang menghafal al-Qur’an, tetapi lebih banyak disibukkan dengan kagiatan yang dapat melalaikan hafalannya, tanpa mereka sadari hal tersebut telah melalaikan kegiatan menghafal yang telah mereka lakukan secara rutin dan istiqomah. Perhatian yang lebih pada urusan dunia menjadikan hati terikat dengannya dan pada saatnya hati menjadi keras, sehingga tidak bisa menghafal dengan mudah.[21] Selanjutnya menata hati untuk selalu mengingat Allah Swt dalam setiap waktu, tempat, dan keadaan. Sebab dengan banyak mengingat Allah Swt akan merasa selalu diperhatikan dan diawasi oleh-Nya, sehingga akan malu apabila Allah mengetahui bahwa sedang berada dalam lembah kemaksiatan atau sedang melakukan perbuatan yang dilarang oleh-Nya.
2) Tidak menjauhi perbuatan dosa
Sebagai penghafal al-Qur’an, hendaknya anda selalu menjaga semua perbuatan-perbuatan dari yang berbau maksiat. Anda juga mesti melaksanakan perintah Allah sekaligus menjauhi perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt. Anda harus berusaha seoptimal mungkin untuk selalu menghindari tempat-tempat maksiat, apalagi gemar bermaksiat dengan segala macam bentuknya. Jika selalu melakukan perbuatan maksiat, maka hal tersebut akan mengakibatkan hafalan lupa, bahkan hilang.
Banyak dosa dan maksiat itu membuat seorang hamba lupa pada al-Qur’an dan malupakan diri, serta membutakan hati dari ingat kepada Allah Swt serta dari membaca dan menghafal al-Qur’an.[22]
3) Tidak melaksanakan shalat hajat
Tidak melaksanakan shalat hajat merupakan salah satu faktor hafalan mudah hilang. Sebab, untuk menjaga hafalan, sangat membutuhkan bantuan dari Allah Swt. Shalat hajat adalah salah satu metode atau media khusus yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. kepada umatnya untuk meminta tolong dan mengadu dalam setiap keluhan yang dialami, termasuk dalam menjaga hafalan al-Qur’an.[23]
4) Tidak menghindari dan menjauhi maksiat
Tidak menghindari dan menjauhi maksiat atau perbuatan dosa akan membuat sulit dalam menghafal al-Qu’an. Hal tersebut sama dengan ketika tidak menghindari perbuatan yang dilarang, sehingga yang mengakibatkan hafalan al-Qur’an mudah lupa atau hilang.
Hal tersebut sesuai dengan yang telah dijelaskan oleh Imam Ibnu Munadi dalam suatu kesempatan. Ia berkata: “Sesungguhnya, menghafal memiliki beberapa sebab (yang membantu). Diantaranya, menauhkan diri dari hal-hal yang tercela. Hal itu dapat terwujud apabila seseorang mencegah dirinya dari keburukan, menghadap kepada Allah Swt dengan ridho memasang telinganya, dan pikirannya bersih dari sesuatu yang menutupi hati dari keburukan maksiat”.45
Sesungguhnya, orang yang menjauhkan dirinya dari perbuatan yang bersinggungan dengan kemaksiata, niscaya Allah Swt akan membukakan pintu hatinya untuk selalu mengingat-Nya, mencurahkan hidayah kepadanya dalam memahami ayat-ayat-Nya, serta memudahkan menghafal dan mempelajari al-Qur’an.
Meskipun demikian, bukan berarti hanya menjauhi maksiat yang menjadi prioritas utama, ada beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan. Secara umum, berikut beberapa penyebab lupa atau hilangnya hafalan al-Qur’an.
[1] Mohammad Nur Ichwan, Belajar Al-Qur’an (Semarang: Ra Sail, 2005), 36.
[2] Muhammad Alim, Pendidikan Agama Islam (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2006), 171.
[3] Imam An-Nawawi, At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, Terj. Zaid Husein Alhamid, (Jakarta: Pustaka Amani, 2001), 29.
[4] Zaki Zamani dan Muhammad Syukron Maksum, Menghafal Al-Qur’an itu Gampang (Yogyakarta: Mutiara media, 2009), 20.
[5] Abdullah Sukri Zarkasyi, Gontor dan Pembaharuan Pendidikan Pesantren (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), 71-72.
[6] Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam (Jakarta: Ciputat Press, 2002), 40.
[7] Aksin Wijaya Al- Hafiz, Bimbingan Praktis Menghafal Al-Qur’an, 25-28.
[8] Sa’dulloh, 9 Cara Praktis Menghafal Al-Qur’an, 52.
[9] Ibid, 54.
[10] Ibid,75-78.
[11] Abdul Aziz Mudzakir, 600 Jam Menjadi Hafiz Al-Qur’an (Bandung: Hakim, 2013), 4950.
[12] Zaki dan Muhammad Sukron, Menghafal Al-Qur’an Itu Gampang, 68-69.
[13] Wiwi Alawiyah, Panduan Menghafal Al-Qur’an Super kilat. 126-130.
[14] Ahmad Salim, PanduanCepat Menghafal Al-Qur’an. 203
[15] Wiwi Alawiyah, Panduan Menghafal Al-Qur’an Super kilat. 126-130.
[16] Wiwi Alawiyah Wahid, Cara Cepat Bisa Menghafal Al-Qur’an, 116-122
[17] Ibid, 113-114.
[18] Zaki Zamani dan Muhammad Sukron Maksum, Menghafal Al-Qur’an Itu Gampang,
[19] -71.
[20] Wiwi Alawiyah, Panduan Menghafal Al-Qur’an Super Kilat: Step By Step dan Berdasarkan Pengalaman (Yogyakarta: Diva Press, 2015), 126
[21] Ahmad Salim, PanduanCepat Menghafal Al-Qur’an. 203
[22] Ahmad Salim Badwilan, Panduan Cepat Menghafal Al-Qur’an (Semarang: DIVA Press, 2009). 203
[23] Wiwi Alawiyah, Panduan Menghafal Al-Qur’an Super Kilat: Step By Step dan Berdasarkan Pengalaman (Yogyakarta: Diva Press, 2015),.126

0 Response to "Problematika Menghafal Al-Quran dan solusinya"
Post a Comment