Al Khairan Model Pembelajaran Tipe Think Talk Write (TTW) | Al Khairan 286775737 -->

Iklan

Model Pembelajaran Tipe Think Talk Write (TTW)

Model Pembelajaran Tipe Think Talk Write, merupakan model pembelajaran didasarkan pada pemahaman bahwa belajar adalah sebuah perilaku sosial

Model Pembelajaran Tipe Think Talk Write (TTW)

a. Pengertian Pembelajaran Tipe Think Talk Write (TTW)

Model pembelajaran yang diperkenalkan oleh Huinker dan Laughlin (dalam Huda, 2013) ini pada dasarnya dibangun melalui berpikir, berbicara, dan menulis. Alur kemajuan model pembelajaran TTW dimulai dari keterlibatan siswa dalam berpikir  atau berdialog dengan dirinya sendiri setelah  proses  membaca. Selanjutnya, berbicara dan membagi ide (sharing) dengan temannya sebelum menulis. Model ini merupakan model yang dapat melatih kemampuan berpikir dan berbicara siswa. Suyatno (2009: 66) mengemukakan bahwa model pembelajaran TTW adalah pembelajaran yang dimulai dengan berfikir dengan bahasa bacaan, hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. Suhendar (2011:74) mengemukakan bahwa model pembelajaran TTW pada dasarnya menggunakan strategi pembelajaran kooperatif, sehingga dalam pelaksanaannya model ini membagi sejumlah siswa kedalam kelompok kecil secara heterogen agar suasana pembelajaran lebih efektif.

Menurut Hamdayana (2014:216) model pembelajaran TTW melibatkan empat tahap penting yang harus dikembangkan dan dilakukan dalam pembelajaran,yaitu :

1. Berpikir (Think)

Aktivitas berpikir dapat dilihat dari proses membaca suatu teks bacaan, kemudian membuat catatan apa yang telah dibaca. Dalam tahap ini, peserta didik secara individu memikirkan kemungkinan jawaban (strategi penyelesaian), membuat catatan apa yang telah dibaca, baik itu berupa apa yang diketahuinya, maupun langkah-langkah penyelesaian  dalam  bahasanya  sendiri.  Membuat  catatan  kecil  dalam  meningkatkan siswa dalam berpikir dan menulis. 

2. Berbicara (Talk)

Tahap selanjutnya adalah talk yaitu berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata dan bahasa yang mereka pahami. Fase berkomunikasi pada model ini memungkinkan siswa untuk terampil berbicara. Proses komunikasi di dalam kelas dapat dilakukan dengan cara diskusi. Diskusi pada fase talk ini merupakan sarana untuk mengungkapkan dan merefleksikan pikiran siswa.

3. Menulis (Write)

Fase write yaitu menuliskan hasil diskusi atau pada lembar kerja siswa (LKS) yang disediakan. Aktivitas menulis berarti mengkonstruksi ide, karena setelah berdiskusi antar teman kemudian mengungkapkannya melalui tulisan. Aktivitas menulis akan membantu siswa dalam membuat hubungan dan juga memungkin kan guru melihat pengembangan konsep siswa.

4. Presentasi

Presentasi ini dimaksudkan agar siswa dapat berbagi pendapat dalam ruang lingkup yang lebih besar, yaitu dengan teman satu kelas.

Langkah-langkah dalam pelaksanaan model TTW ini menurut Hamdayana (2014) adalah sebagai berikut:

  1. Guru membagikan LKPD yang memuat aktifitas yang harus dikerjakan oleh siswa serta petunjuk pelaksanaannya.
  2. Siswa membaca masalah yang ada dalam LKPD dan membuat catatan kecil secara individu tentang  apa yang siswa ketahui  dan tidak  ketahui  dalam  masalah tersebut (think). 
  3. Guru membagi siswa dalam kelompok kecil (3-5 siswa).
  4. Siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman satu kelompoknya untuk memecahkan masalah agar bisa mengerjakan soal yang ada (talk). Dalam kegiatan ini menggunakan bahasa dan kata-kata sendiri untuk menyampaikan ide-ide dalam diskusi. Diskusi diharapkan dapat menghasilkan solusi atas soal yang diberikan.
  5. Dari hasil diskusi, siswa secara individu merumuskan pengetahuan berupa jawaban atas soal (berisi landasan dan keterkaitan konsep, metode, dan solusi) dalam bentuk tulisan (write) dengan bahasanya sendiri. Pada tulisan itu, siswa menghubungkan ide-ide yang di perolehnya melalui diskusi.
  6. Perwakilan kelompok menyajikan hasil diskusi kelompok.
  7. Penghargaan kelompok
  8. Melakukan evalusi

b. Kelebihan dan Kekurangan Model TTW

Dalam suatu model pembelajaran tidak terlepas dari suatu kelebihan dan kekurangan. Penerapan model pembelajaran TTW memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Maftuh dan Nurmani (Hamdayana, 2014: 222) bahwa:

1. Kelebihan Model TTW

  • Mempertajam seluruh keterampilan berpikir visual.
  • Mengembangkan pemecahan yang bermakna dalam rangka memahami materi ajar.
  • Dengan memberikan soal, dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa.
  • Dengan berinteraksi dan berdiskusi dengan kelompok akan melibatkan siswa secara aktif dalam belajar.
  • Membiasakan siswa berpikir dan berkomunikasi dengan teman, guru, dan bahkan dengan diri sendiri.

2. Kekurangan Model TTW

  • Ketika siswa bekerja  dalam  kelompok itu mudah  kehilangan Kemampuan dan kepercayaan, karena didominasi oleh siswa yang mampu.
  • Guru harus benar-benar menyiapkan semua media dengan matang agar dalam menerapkan model pembelajaran ini tidak mengalami kesulitan.

Silahkan berlangganan al khairan dengan e-mail secara gratis:

0 Response to "Model Pembelajaran Tipe Think Talk Write (TTW)"

Post a Comment