Al Khairan Penelitian dan Pengembangan (Research And Development) | Al Khairan 286775737 -->

Iklan

Penelitian dan Pengembangan (Research And Development)

1. Pengertian Penelitian Pengembangan 

Penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) adalah suatu proses atau suatu langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru, atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat dipertanggungjawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentuk benda atau perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu dikelas atau laboratorium, tetapi juga bisa perangkat lunak (soft ware), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, atau pun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, manajemen dan lain-lain (Sukmadinata, 2007: 164).

Pengembangan dalam penelitian ini adalah suatu proses yang mengacu pada produk yang dihasilkan dalam proyek penelitian yaitu berupa perangkat pembelajaran dalam bentuk modul pembelajaran kimia berbasis multipel representasi yang mengacu pada model pembelajaran 3D hasil modifikasi model 4D yang direkomendasikan Thiagarajan yang terdiri atas Define (Pendefisian), Design (Perancangan) dan Develop (Pengembangan).

2. Pengembangan Sistem Pembelajaran

Metode pengembangan sistem pembelajaran tidak jauh berbeda dengan metode pengembangan produk lainnya. Produk pengembangan lebih singkat karena produk yang dihasilkan tidak terlalu beresiko dan dampak sistem terbatas pada peserta didik yang menjadi sasaran. Tahap penelitian dan pengembangan sistem pembelajaran dapat dianalisis dari serangkaian tugas pendidik dalam menjalankan tugas pokoknya yaitu dari mulai merancang, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi pembelajaran. Sistem pembelajaran yang dikembangkan bermakna luas, karena sistem terdiri dari komponen input, proses dan output. Komponen input pembelajaran terdiri dari karakteristik peserta didik, karakteristik guru dan sasaran prasarana dan perangkat pendukung pembelajaran. Komponen proses menitik beratkan pada strategi, model dan metode pembelajaran. Komponen output berupa hasil dan dampak pembelajaran. Model penelitian dan pengembangan sistem pembelajaran dalam memilih salah satu dari komponen sistem, namun dalam penerapannya harus mempertimbangkan komponen sistem yang lain (Mulyatiningsih, 2012).

3. Model Pengembangan Thiagajaran (3D Models) 

Thiagarajan (Mulyatiningsih, 2012) menggambarkan tahap model 3D terdiri atas Define (Pendefisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap pengembangan sebagai berikut: 
a. Define (Pendefinisian)
Kegiatan pada tahap define dilakukan untu menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran. Dalam model lain, tahap ini sering dinamakan dengan analisis kebutuhan. Tiap-tiap produk tertentu membutuhkan analisis yang berbeda-beda. Secara umum dalam pendefinisian ini dilakukan dengan kegiatan analisis kebutuhan pengembangan, syarat-syarat pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna serta model penelitian dan pengembangan (model R & D) yang cocok digunakan untuk mengembangkan produk. Analisis bisa dilakukan melalui studi literatur atau penelitian pendahuluan. Dalam konteks pengembangan bahan ajar (modul, buku, LKS), tahap pendefinisian dilkukan dengan cara (Mulyatiningsih, 2012) 

1) Analisis Ujung Depan (Kurikulum)
Pada tahap awal peneliti perlu mengakaji kurikulum yang berlaku pada saat itu. Dalam kurikulum terdapat kompetensi yang ingin dicapai. Analisis kurikulum berguna untuk menetapkan pada kompetensi yang mana bahan ajar tersebut akan dikembangkan. Hal ini dilakukan karena ada kemungkinan tidak semua kompetensi yang ada dalam kurikulum dapat disediakan bahan ajarnya.  

2) Analisis Karakteristik Siswa
Seperti layaknya seorang guru akan mengajar, guru harus mengenali karakteristik peserta didik yang akan menggunakan bahan ajar. Hal ini penting karena semua proses pembelajaran akan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengetahui karakteristik peserta didik antara lain: kemampuan akademik individu, karakteristik fisik, kemampuan kerja kelompok, motivasi belajar, latar belakang ekonomi dan social, pengalaman belajar sebelumnya dan sebagainya. Dalam kaitannya dengan pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan kemampuan akademiknya, misalnya apabila tingkat pendidikan peserta didik masih rendah, maka penulisan bahan ajar harus menggunakan bahasa dan kata-kata sederhana yang mudah dipahami. Apabila minat baca peserta didik masih rendah maka bahan ajar perlu ditambah dengan ilustrasi gambar yang menarik supaya peserta didik tertarik untuk membacanya. 

3) Analisis Materi
Analisis materi dilakukan dengan mengidentifikasi materi utama yang perlu diajarkan, mengumpulkan memilih materi yang relevan dan menyusunnya kembali secara sistematis. 

4) Perumusan Tujuan Pembelajaran
Sebelum menulis bahan ajar yaitu modul pembelajaran kimia berbasis multipel representasi, tujuan dan kompetensi yang hendak diajarkan perlu dirumuskan terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk membatasi penelitian supaya tidak menyimpang dari tujuan semula pada saat mereka sedang menulis bahan ajar.  

b. Design (Perancangan)
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menyiapkan prototype perangkat pembelajaran. Thiagajaran membagi tahap design dalam empat kegiatan, yaitu construcing criterion-referenced test, media selection, format selection, initial design, kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain: (1) menyusun test kriteria sebagai tindakan utama untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dan sebagai alat evaluasi sebelum dan setelah implementasi kegiatan belajar mengajar, (2) memilih media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik, (3) pemilihan bentuk penyajian pembelajaran disesuaikan dengan media pembelajaran yang digunakan, (4) mensimulasikan penyajian materi dengan media dan langkah-langkah pembelajaran yang telah dirancang. Pada saat simulasi pembelajaran berlangsung, dilaksanakan penilaian dari teman sejawat. 

c. Develop (Pengembangan)
Thiagajaran membagi tahap pengembangan dalam dua kegiatan yaitu: expert appraisal dan developmental testing. Expert appraisal merupakan teknik untuk memvalidasi atau menilai kelayakan rancangan produk. Dalam kegiatan ini dilakukan kegiatan evaluasi oleh ahli dari bidangnya. Saran-saran yang diberikan digunakan untuk memperbaiki materi dan rancangan pembelajaran. Developmental testing merupakan kegiatan uji coba rancangan pada sasaran subjek yang sesungguhnya. Pada saat uji coba dicari data respon, reaksi atau komentar dari sasaran pengguna model. Hasil uji coba digunakan untuk memperbaiki produk. Setelah produk diperbaiki kemudian diujikan kembali sampai memperoleh hasil yang efektif. 

Tahap Pengembangan dalam konteks pengembangan bahan ajar (buku atau modul), dilakukan dengan cara menguji isi dan keterbacaan modul atau buku ajar tersebut kepada pakar yang terlihat pada saat validasi rancangan dan peserta didik yang akan menggunakan modul atau buku ajar tersebut. Hasil pengujian kemudian digunakan untuk revisi sehingga modul atau buku ajar tersebut benar-benar telah memenuhi kebutuhan pengguna. Untuk mengetahui efektivitas modul atau bahan ajar tersebut dalam meningkatkan hasil belajar, kegiatan dilanjutkan dengan memberi soal-soal latihan yang materinya diambil dari modul atau buku ajar yang dikembangkan. 

Silahkan berlangganan al khairan dengan e-mail secara gratis:

0 Response to "Penelitian dan Pengembangan (Research And Development)"

Post a Comment