Jalan panjang yang yang berliku telah aku lewati.
kini hanya ada jalan setapak namun berduri.
tergores amarah dan hati yang membeku.
****
****
Tiap bait kata yang ku pahami, sepertinya ada yang menusuk di hati.
Saat kuterima kabar bahwa, kau tak mungkin menjadi milikku.
****
Dalam fikir ku, bisikku, tak boleh ada penyesalan dan tak boleh ada sakit ini.
Dalam fikir ku, bisikku, tak boleh ada penyesalan dan tak boleh ada sakit ini.
Apakah aku masih berusaha?.
Aku pun tau, itu tak akan mungkin terjadi
tapi… duri itu benar-benar telah menancap di hati ku.
duri itu telah menjadi darah yang menyebar dalam darah ku, rasa sesal ku, rasa sakit ku. bukan karena dia telah memiliki mu, tapi karena ketidakmampuanku mengejarmu,
meski kau berdiam, berdiri menunggu ku.
Maafkan...
****
****
awal aku terlalu yakin, bahwa cinta itu akan bersatu di peraduannya,
aku dan kau bersanding bersama.
Namun, pada akhirnya jalan takdirku berbeda.
Jalan yang kutempuh berbalik arah tampa aku sadari.
Dan kau pun pergi.....
****
****
Setelah luluh lantaknya hati ku, Kau telah pergi bersamanya.
dengan bunga, dengan untaian kata cinta, kaupun menyambutnya.
dengan senyuman dingin nan beku.
dengan curahan kata-kata yang membisu.
Kini bunga cinta itu menjadi racun yang mengusik jiwaku
merebut anganku tentang cerita indah itu.
Tak akan mungkin kau kembali
*****
*****
kini yang ada hanyalah lembaran dan puing puing kenangan masa lalu.
Kisah cinta yang menyebar dalam hatiku, penyesalan yang tak bertepi
Angan dan fikirku akan ku akhiri ini semua dengan album abu-abu yang usang
juga tetesan air mata yang jatuh di setiap kenangan itu.
****
****
Pergilah, sambutlah ia yang datang menjemputmu.
Berikan tanganmu, dan ungkapkan lah cintamu.
Dia....
By: Moenir

0 Response to "Cerita Masa Lalu"
Post a Comment