Al Khairan Contoh Proposal Skripsi Bab i | Al Khairan 286775737 -->

Iklan

Contoh Proposal Skripsi Bab i

1.1. Latar Belakang
Matematika adalah ilmu pengetahuan dasar yang diperlukan setiap siswa untuk mendukung belajarnya melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Konsep matematika banyak dilibatkan dalam berbagai sisi kehidupan manusia. Baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun untuk kemajuan tehnologi kedepannya. Secara umum matematika diperlukan oleh semua orang dalam kehidupannya sendiri maupun orang lain, walaupun disadari atau tidak disadari secara langsung. Oleh karena itu sangat diharapkan siswa untuk menguasai pelajaran matematika dengan baik, karena matematika merupakan sarana berpikir ilmiah yang sangat diperlukan oleh siswa. Dalam kurikulum matematika 2013 mengemukakan bahwa tujuan umum pendidikan matematika ditekankan pada siswa untuk memiliki kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialihgunakan pada setiap keadaan seperti berpikir kritis, sistematis, objektif, jujur, disiplin dalam memandang dan menyelesaikan masalah (Kemendiknas).

Mengingat pentingnya pelajaran matematika maka seharusnya siswa menguasai pelajaran matematika dengan baik. Akan tetapi kenyataannya siswa kesulitan dalam mempelajari matematika. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian Ruspiani (2000) dan Yuniawati (2001) yang menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk melakukan berpikir kritis matematis siswa tergolong masih rendah. Akibatnya prestasi belajar matematika siswa juga masih rendah. Kesulitan-kesulitan tersebut disebabkan diantaranya oleh: (1) pemahaman yang kurang terhadap konsep-konsep yang mendasari percobaan, (2) ketidakmampuan untuk menghubungkan hasil-hasil pengamatan dengan teori, dan (3) ketidakmampuan mengaitkan konsep-konsep yang dimiliki dengan hasil-hasil pengamatan dalam kenyataan. Jika siswa tidak memiliki kemampuan berpikir kritis matematis, maka mereka lebih banyak mengingat dan mengulangi materi pelajaran, sehingga pembelajaran tidak akan berjalan dengan optimal.

Berfikir kritis adalah salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam pemecahan masalah matematika. Menurut Ennis (2005), berpikir kritis adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pada pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis mencakup: (1) Kemampuan mengidentifikasi asumsi yang diberikan; (2) Kemampuan merumuskan pokok-pokok permasalahan; (3) Kemampuan menentukan akibat dari suatu ketentuan yang diambil; (4) Kemampuan mendeteksi adanya bias berdasarkan pada sudut pandang yang berbeda; (5) Kemampuan mengungkap data/ definisi/ teorema dalam menyelesaikan masalah; (6) Kemampuan mengevaluasi argumen yang relevan dalam penyelesaian suatu masalah.

Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ada beberapa pendekatan atau model pembelajaran yang ditawarkan oleh para ahli pendidikan. Salah satunya adalah Problem based learning (PBL) yaitu pembelajaran dengan memberikan suatu masalah kepada siswa, kemudian oleh siswa itu untuk mencari solusinya sendiri dengan bimbingan guru. PBL adalah metode pembelajaran yang diawali dari permasalahan tanpa penjelasan lebih dahulu. Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan ketrampilan yang lebih tinggi, memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri (Arends dalam Abbas, 2000). Menurut Suradijono (dalam Abbas; 2000), PBL adalah metode pembelajaran dengan langkah awal berupa masalah dalam pengumpulan dan pengintegrasian pengetahuan baru. Penelitian yang dilakukan oleh Setiawan (2013) menujukkan bahwa PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi persamaan garis lurus, itu artinya juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi barisan dan deret.

Menurut Dutch (1994), PBL adalah metode instruksional yang menantang siswa “belajar untuk belajar”, bekerjasama untuk mencari solusi bagi yang nyata. Tujuan diterapkannya PBL: (1) mengembangkan sikap aktif, (2) mengembangkan pemikiran actif dan inovatif, (3) melatih kemampuan berargumentasi, (4) melatih kepekaan, (5) melatih kemampuan berfikir bebas-aktif dan bebas-logis, (6) melatih kemampuan pengintegrasian masalah.

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis paparkan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi barisan dan deret. Oleh karena itu, penelitian ini diberi judul "Meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa melalui PBL pada materi barisan dan deret SMA Negeri 9 Banda Aceh".
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah peningkatan kemampuan berpikir kritits siswa yang memperoleh pembelajaran PBL lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional?”.

1.3. TujuanPenelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang memperoleh pembelajaran PBL lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.

1.4. ManfaatPenelitian
Dengan adanya penelitian ini diharapkan agar hasilnya nanti dapat bermanfaat sebagai berikut:
bagi siswa, dapat menambah wawasan dalam memahami dan menguasai pembelajaran PBL sehingga harapanya kedepan siswa lebih giat dalam belajar sampai dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritits siswa.

Bagi Guru, sebagai masukan dan informasi mengenai hasil pembelajaran PBL pada materi barisan dan deret  sehingga kedepan dapat diupayakan pembelajaran yang lebih efektif dan efesien dengan berbagai macam metode pembelajaran yang dirasa sesuai untuk meningkatkan berpikir kritis siswa.

Bagi lembaga pendidikan, dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian yang bermanfaat sebagai rangkaian upaya peningkatan mutu pendidikan.
Menurut Arikunto (2006) anggapan dasar adalah "sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal-hal yang dipakai untuk tempat berpijak bagi peneliti dalam melaksanakan penelitian". Anggapan dasar dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Barisan dan deret merupakan salah satu materi yang dipelajari oleh setiap siswa kelas X SMA Negeri 9 Banda Aceh. Siswa dianggap berhasil belajar apabila telah menguasai dari tujuan pembelajaran yang ditentukan.

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan yang kebenarannya perlu dibuktikan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Kemampuan berpikir kritits siswa yang memperoleh pembelajaran PBL lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional”.

Silahkan berlangganan al khairan dengan e-mail secara gratis:

0 Response to "Contoh Proposal Skripsi Bab i"

Post a Comment