
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Pendekatan dan JenisPenelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen karena peneliti
melakukan pemberian perlakuan terhadap sampel penelitian untuk selanjutnya ingin
diketahui pengaruh dari perlakuan tersebut. Perlakuan yang diberikan adalah pembelajaran
dengan pendekatan PBL pada kelas eksperi
mendan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Menurut Arikunto (2006)
penelitian eksperimen adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya
akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subjek selidik.
Sementara pendekatan kuantitatif digunakan karena penelitian
ini dilakukan untuk membuktikan hipotesis
penelitian yang dirumuskan berdasarkan teori yang ada yaitu tentang perbedaan peningkatan
kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang diajarkan dengan pendekatan
problem Based Learning maupun yang
diajarkan secara konvensional.
Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Pretest-Posttest Control Group Design (Arikunto,
2005). Desain ini dipilih karena sampel penelitian melibatkan dua kelompok sampel
yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penggunaan desain ini diharapkan
dapat memperlihatkan dengan jelas perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis
siswa yang mengikuti pembelajaran problem
Based Learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Desain penelitian
yang digunakan dapat digambarkan sebagai berikut:
Kelas Eksperimen A : O
X O
Kelas Kontrol A :
O O
Keterangan: A: Pemilihan sampel secara acak kelas
O: Tes awal dan postes
X: Pembelajaran matematika dengan pendekatan problem Based Learning
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi dilakukannya penelitian ini adalah di SMA Negeri 9
Banda Aceh. Alasan peneliti memilih lokasi penelitian ini di SMA Negeri 9
adalah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh siswa dalam
menyelesaikan materi barisan dan deret. Penelitian dilakukan karena asas
kebutuhan siswa. Sebagai mahasiswa calon guru masa depan penulis merasa
bertanggung jawab untuk memajukan pendidikan. Penelitian dilakukan pada tanggal
22 November s/d 09 Desember 2017.
3.3. Populasi dan Sampel
Menurut Arikunto (2005), “Populasi
adalah keseluruhan subjek penelitian”. Dalam penelitian ini yang menjadi
populasi adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 9 Banda Aceh tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 6
kelas dengan jumlah siswa 185 siswa, mengingat keterbatasan waktu, maka dalam
penulisan ini penulis tidak mengambil sebagian saja dari populasi sebagai
sampel penelitian. Arikunto (2005) mengemukakan bahwa: “Sampel adalah sebagian
atau wakil populasi yang diteliti”. Sampel dari penelitian ini diambil secara probabilitas sampling yaitu penentuan
sampel dengan acak, sampel yang terpilih
dua kelas yaitu kelas XIB dan XIC yang berjumlah 46 siswa, yang terdiri dari 23
siswa kelas XIB sebagai kelas eksperimen yaitu kelas yang terapkan
pembelajaran PBL, dan 23 siswa kelas XIC sebagai kelas kontrol
yaitu kelas yang diterapkan pendekatan konvensional.
3.4.
Tehnik Pengumpulan Data
Instrumen yang
digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah tes kemampuan
berpikir kritis siswa dilaksanakan setelah selesainya pembelajaran materi barisan
dan deret diberikan dengan pendekatan problem
based learning dan konvensional. Tes ini dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan
berpikir kritis siswa dengan pendekatan problem
Based learning.
3.5.
Prosedur Penelitian
Adapun prosedur penelitian yang akan dilakukan meliputi
tiga tahap yaitu:
1. Tahap persiapan
Kegiatan yang
dilakukan pada tahap ini anatara lain:
a. Studi kepustakaan mengenai pembelajaran matematika menggunakan
pembelajaran problem Based Learning, dan
kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
b. Observasi tempat penelitian.
c. Menetapkan materi pelajaran
dan menyusun perangkat pembelajaran.
e. Menyusun instrument tes disertai dengan proses bimbingan dengan
dosen pembimbing.
f. Validasi dan merevisi
instrumen.
h. Melakukan observasi
pembelajaran di sekolah dan berkonsultasi dengan guru matematika untuk menentukan
waktu, teknis penelitian.
2. Tahap pelaksanaan
Kegiatan pada tahap ini adalah:
a. Memberikan tes awal, baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol untuk mengetahui
kemampuan awal siswa dalam kemampuan berpikir kritis matematis.
b. Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran problem Based Learning dikelas
eksperimen dan pembelajaran konvensional di kelas kontrol.
c. Memberikan postes pada kedua kelas yang diteliti untuk melihat peningkatan kemampuan
berpikir kritis matematis siswa setelah pembelajaran.
3. Tahap analisis data
Data yang diperoleh dari hasil penelitian adalah data
kuantitatif. Data kuantitatif didapat melalui tes kemampuan berpikir kritis matematis
siswa. Setelah data diperoleh, kemudian dianalisis yaitu dilakukan pengujian dengan
perhitungan statistik untuk menguji hipotesis dan terakhir membuat kesimpulan hasil
penelitian serta menyusun laporan. Pada tahap analisis data, data
tes kemampuan berpikirkritis dan dianalisis
menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh dari skor
kemampuan berpikir kritis dikelompokkan berdasarkan kelas
atau pendekatan pembelajaran yang digunakan dan berdasarkan level siswa. Analisis
data kuantitatif dilakukan untuk masing-masing pasangan kelompok data sesuai dengan
permasalahannya. Prosedur penelitian, perhatikan diagram
di bawah ini:

3.4. Metode Analisis Data
Data yang
dianalisis adalah data kuantitatif berupa hasil tes kemampuan berpikir kritis matematis
siswa. Pengolahan data dilakukan dengan uji t sampel bebas (independent sampel t-test) menggunakan bantuan
program Microsoft Office Excel 2007 dansoftware Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 16. Program Microsoft Office Excel 2007 SPSS digunakan untuk menentukan nilai
N-gain kemampuan berpikir kritis sedangkan software
SPSS digunakan untuk membantu melakukan uji statistik. Uji statistik yang
digunakan dalam penelitian ini adalah uji perbedaan rata-rata dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
a. Data Kemampuan Berpikir Kritis Matematis
1. Menentukan skor hasil tes awal dan tes akhir kemampuan
berpikir kritis matematis untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol
2. Menentukan skor peningkatan kemampuan berpikir kritis
matematis dengan menggunakan rumus N-gain ternormalisasi seperti yang diperkenal
kan oleh Hake (Irwan, 2011) yaitu:

Keterangan :Spre = Skor
tes awal
Spost =
skor posttest
Smax = skor maksimumHasil perhitungan
N-gain kemudian diinterpretasikan dengan menggunakan klasifikasi sebagai berikut:
Tabel 3.2 Kriteria Gain Ternormalisasi
Besarnya N-gain (g)
|
Klasifikasi
|
g >
0,7
|
Tinggi
|
0,3 < g
|
Sedang
|
g
|
Rendah
|
3.
Meng uji normalitas data skor tes awal dan
N-gain. Uji normalitas ditentukan dengan rumus khi-kuadrat (chi-square) sebagai berikut:

Keterangan :
=
khi-kuadrat
fo = frekuensi dari yang diamati
fe=
frekuensi yang diharapkan (Sudjana, 2002).

Pengujian normalitas pada penelitian ini dianalis
dengan menggunakan ujistatistik One
Sample Kolmogorov Smirnov. Adapun rumusan hipotesisnya adalah:
H0: Data sampel berasal dari populasi
yang berdistribusi normal
H1: Data sampel berasal dari populasi
yang tidak berdistribusi normal
Dengan criteria pengujian sebagai berikut
(Uyanto, 2009):
Jika nilai Sig. (p-value) < α (α
= 0,05), maka H0 ditolak
Jika nilai Sig. (p-value) ≥ α (α =
0,05), maka H0 diterima.
4. Menguji homogenitas varians skor tesawal dan
N-gain yang bertujuan untuk melihat homogenitas atau kesamaan beberapa bagian sampel
yaitu seragam tidaknya varian sampel-sampel
yang diambil dari populasi yang sama. Uji homogenitas menggunakan
perbandingan varians terbesar dengan varians terkecil
yang diperoleh dari kedua kelompok pembelajaran. Adapun rumusnya adalahsebagai berikut (Sudjana,
2002):
Selanjutnya
Fhitung dibandingkan dengan Ftabel atau αFdk1,dk2 dengan α =
0.05 dan dk = n-1 (n = banyaknya data). Adapun kriteria pengujian sebagai
berikut:
Jika Fhitung ≥ Ftabel , berarti kedua kelompok
tidak homogen
Jika Fhitung < Ftabel
, berarti kedua kelompok homogen
Pada penelitian ini uji homogenitas varians
dilakukan dengan menggunakan Uji Levene Statistics yang dihitung dengan bantuan software SPSS 16.
Adapun hipotesis yang akan diuji adalah:
H0: Kedua kelas memiliki varians yang
homogen
H1: Kedua kelas memiliki varians yang
tidak homogen
Dengan kriteria pengujian sebagai berikut
(Uyanto, 2009):
Jika nilai Sig. (p-value) < α (α
= 0,05), maka H0 ditolak
Jika nilai Sig. (p-value) ≥ α (α =
0,05), maka H0 diterima.
5. Setelah data
memenuhi syarat normal dan homogen maka selanjutnya dilakukan uji perbedaan
rata-rata skor tes awal dengan menggunakan uji t yaitu Independent Sample
t-test. Adapun hipotesis yang diuji:
H0 :
(Kemampuan berpikir kritits siswa yang
memperoleh pembelajaran PBL tidak lebih baik daripada siswa yang memperoleh
pembelajaran konvensional)
H1:
(Kemampuan berpikir kritits siswa yang
memperoleh pembelajaran PBL lebih baik daripada siswa yang memperoleh
pembelajaran konvensional)
Dengan
derajat kebebasan: n1 + n2 - 2
(Sujdana,
2002)
Kriteria
pengujian adalah adalah: Terima H0 Jika -t1- ½ α< thitung
> t1- ½ α
Akan tetapi, untuk data yang tidak berdistribusi
normal maka pengujiannya menggunakan uji non
parametric yaitu uji Mann-Whitney. Untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir
kritis matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan problem Based Learning dan siswa yang
mendapat pembelajaran konvensional menggunakan uji t
DAFTAR PUSTAKA
Abbas, N. 2000. Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan
Masalah (Problem Based intructions) Dalam Pembelajaran Matematika di SMU. www.depdiknas.go.id
Afari, Ward, Graeme
& Khine. 2012. Global Self-Esteem and
Self-Efficacy Correlates: Relation of Academic Achievement and Self-Esteem
among Emirati Students. International Education Studies, Vol. 5, No. 2, pp.
4957.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
Asyid, Fahmi. 2006.
Teori Pengambilan Keputusan.
Widiasarana Indonesia: Gramedia.
Barrows, H.S. (1985).
Problem-Based Learning: An Approach to Medical Education. New York: Springer.
Beyer, B.K. 1985.
Practical Strategis for the Direct Teaching of thinking Skill.dalam Costa A.L.
1985. Developing Minds: a resource book for Teacher Thinking. Virginia, USA:
ASCD.
Bound dan Felleti.
(1997). Model Pembelajaran Berbasis Masalah. [Online]. Tersedia:http://www.duniapembelajaran.com/2011/02/modelpembelajaran-berbasis-masalah.html[28
Oktober 2017].
Brookfield. 1987.
Developing Critical Thinkers. San Francisco: Jossey Bass Publisher.
Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Desmita.2009. Psikologi
Perkembangan Peserta Didik. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Herman Hudojo.
(2009). Pengembangan Kurikulum dan
Pembelajaran Matematika. Malang: Universitas Negeri Malang
Kneedler (1976) The Statewide History-social science
Assesment Advisory committee. USA
Nana, Sudjana. 2005. Evaluasi Hasil Belajar. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Nasional.
Nurhadi. 2004. Strategi Pembelajaran
Matematika. Jakarta: Dirjen Peningkatakan Mutu Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Ratumanan, T. G.
20013. Belajar dan Pembelajaran edisi
kedua. Unesa University Press
Ruspiani. 2000.
Kemampuan Siswa dalam Melakukan Koneksi Matematika. Tesis. SPS UPI Bandung:
tidak diterbitkan.
Shadiq, Fajar.
2005. Penalaran, Pemecahan Masalah, Dan
Komunikasi Dalam Pembelajaran Matematika. http: // p3gmatyo.go.id.
Sudjana.
2005. Metoda Statistika. Bandung:
Tarsito.
Surya, Hendra.
2003. Kiat Mengajak Anak Belajar dan Berprestasi. Jakarta : Gramedia
Ratnaningsih, N. 2003.
Mengembangkan Kemampuan Matematik Siswa Sekolah
Menenngah Umum (SMU) Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Tesis pada PPS
UPI: Tidak diterbitkan.
Uyanto, Stanislaus
S. 2009. Pedoman Analisis Data SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu
Herawati Susilo, et.al., (2010). Lesson Study Berbasis Sekolah. Guru Konservatif Menuju Guru
Inovatif”, Bayumedia Publishing: Malang
Noer, Sri Hastuti. 2009. Peningkatan
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Melalui Pembelajaran Berbasis
Masalah. Prosiding. Bandarlampung: Unila.
Fachrurazi. 2011. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah
untuk Meningkatakn Kemempuan Berpikir Kritis dan Komunikasi Matematis Siswa
Sekolah Dasar. Forum Penelitian, Edisi khusus No. 1: 76-89.
0 Response to "Proposal Skripsi Bab III"
Post a Comment