
Bismillah. Imam Asy-Syatibi dalam kitabnya, Al-I’tisham,
memberikan definisi bid’ah, sebagai berikut:
طريقة فيالدين
مخترعة تضاهي الشرعية يقصد بالسلوك عليها المبالغة في التعبد لله
“Jalan dalam meniti kehidupan beragama, yang
jalan itu merupakan sesuatu yang dibuat-buat dan menyerupai syariat, dan dia
dilaksanakan dengan tujuan memperbanyak ibadah kepada Allah.”
Contoh nyata bid’ah adalah
tahlilan dan peringatan kematian. Jika ditilik dari definisi di atas maka
perbuatan ini termasuk bid’ah, dari beberapa sisi:
1. Tahlilan merupakan jalan dalam meniti agama.
Karena itulah, acara ini dilakukan terus-menerus.
2. Dibuat-buat; karena acara ini tidak memiliki
landasan dalil.
3. Menyerupai syariat; dalam acara ini ada aturan
tertentu yang tidak boleh dilanggar, saperti: bacaan, urutan bacaan, dan
rangkaian acara lainnya.
4. Dilaksanakan untuk tujuan memperbanyak ibadah
kepada Allah; semua orang yang mengikuti acara ini sepakat bahwa tujuannya
adalah ibadah, mencari pahala.
Jika memenuhi definisi di atas, berarti
tahlilan dan acara kematian termasuk bid’ah. Untuk kasus bid’ah yang
lain, Anda bisa menggunakan definisi dari Imam Asy-Syatibi di atas.
Semoga bermanfaat.
0 Response to "Bid’ah dan Contohnya"
Post a Comment