Al Khairan Akar dan morfologinya | Al Khairan 286775737 -->

Iklan

Akar dan morfologinya

Morfologi adalah cabang ilmu botani yang mempelajari struktur luar tubuh tumbuhan yang bisa dilihat secara langsung. Inilah yang membuat kita dapat mengidentifikasi tumbuhan, apakah termasuk tumbuhan dikotil atau tumbuhan monokotil. Struktur morfologi merupakan bentuk tubuh bagian luar dari organisme. Struktur tumbuhan tingkat tinggi seperti Gimnospermae dan Angiospermae. Struktur morfologi tumbuhan tingkat tinggi secara umum terdiri atas akar, batang, daun, dan bunga.

Struktur morfologi tumbuhan golongan Angiospermae tersebut berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya (darat/terestrial). Di saat yang bersamaan, tumbuhan harus mengambil sumber daya dari tanah dan udara. Air dan mineral dari tanah, sedangkan udara adalah tempat tersedianya CO2 dan sinar matahari yang tidak dapat menembus tanah. Tumbuhan memiliki sistem akar yang berada di bawah permukaan tanah dan sistem tunas yang di atas permukaan tanah. Setiap sistem saling membutuhkan satu sama lain. Organ-organ yang membentuk tubuh tumbuhan Angiospermae terdiri atas akar, batang, daun, dan bunga. Setiap bagian tumbuhan tersebut memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda.

Struktur akar tunggang memungkinkan akar dapat mengambil molekul-molekul air yang berada jauh di bawah tanah. Selain itu, banyak akar tunggang yang merupakan modifikasi bentuk untuk menyimpan cadangan makanan, seperti pada wortel. Akar serabut berpengaruh pada kemampuan tumbuhan untuk menyerap banyak air dan mineral serta sebagai tambatan tumbuhan yang kuat ke dalam tanah. Biasanya pada akar terdapat struktur rambut-rambut akar yang berfungsi memperluas permukaan penyerapan air dan mineral. Rambut akar merupakan perluasan dari sel-sel epidermis akar. Meski secara morfologis akar tunggang dan akar serabut berbeda, struktur anatomis jaringan-jaringan yang membentuk kedua akar itu memiliki kesamaan.

Tujuan Praktikum 

  1. Untuk mengetahui secara jelas morfologi dari akar-akar tumbuhan
  2. Untuk memahami manfaat dan kegunaan mempelajari morfologi akartumbuhan
  3. Untuk menjelaskan pentingnya memahami akar tumbuhan

Manfaat Praktikum

Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
  1. Membantu mahasiswa (praktikan) dalam upaya memahami karakateristik akar tumbuhan melalui pengamatan secara langsung di lapangan.
  2. Sebagai bentuk realisasi dari program-program praktikum akar Tumbuhan yang telah dirumuskan oleh pihak Laboratorium Prodi Biologi.
  3. Memberikan informasi mengenai jenis-jenis takar-akar tumbuhan kepada masyarakat dan Menumbuhkan rasa kecintaan terhadap alam dan sikap menghargai keanekaragaman vegetasi sebagai bentuk kekayaan bangsa.AKAR

I. Tujuan

Tujuan praktikum tentang perakaran adalah mengenal perbedaan morfologi akar pada golongan tumbuhan monokotil dan dikotil

II. Dasar Teori

Akar merupakan salah satu bagian terpenting dari tumbuhan selain batang dan daun. Akar adalah organ utama vegetatif yang mempunyai peranan dalam memasok air, mineral, serta bahan-bahan lain yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Akar, Batang dan Daun merupakan bagian penting dalam proses fotosintesis yang menghasilkan Karbohidrat dan Oksigen yang dibutuhkan bagi kehidupan. Kondisi akar yang terganggu oleh lingkungan atau perusakan maka mengakibatkan pertumbuhannya terganggu bahkan tumbuhan bisa mati. Setiap tumbuhan yang pertama kali tumbuh adalah akar, baik itu tumbuhan yang ditanam dengan perkecambahan biji maupun tumbuhan yang berkembang biak secara vegetatif. Secara vegetatif seperti dengan stek, okulasi maupun cangkok. Adanya pertumbuhan akar pada tumbuhan yang kita tanam merupakan sebuah tanda bahwa tumbuhan tersebut telah siap menjadi individu baru.

2.1. Karakteristik Akar

Akar merupakan bagian tumbuhan yang terletak di dalam tanah yang tidak mempunyai buku/nodus dan ruas/internodus. Tidak seperti batang atau daun, akar tidak mempunyai warna hijau. Akar juga mempunyai karakteristik yang aktif karena akan selalu melakukan pertumbuhan, namun dalam pertumbuhannya tidak secepat seperti pada pertumbuhan batang maupun daun. Pada umumnya akar mempunyai bentuk yang meruncing yang memudahkan untuk melakukan penembusan ke dalam tanah.

2.2. Struktur Morfologi Akar

  1. Collum (Leher Akar), merupakan pangkal dimana akar tumbuh pada awal proses pertumbuhan yang terdekat dengan tanah dan terhubung langsung pada pangkal batang. Collum sangat mudah dibedakan karena biasanya berwarna lebih terang daripada struktur lainnya.
  2. Corpus Radicis (Batang Akar), struktur ini yang disebut juga “akar pokok” merupakan struktur akar terdapat di antara ujung akar dan leher akar. Bagian inilah yang terus berkembang dari tumbuhan mulai tumbuh hingga tumbuhan mati.
  3. Radix Literalis, merupakan cabang-cabang akar yang berkembang dari batang akar. Radix Literalis tidak terhubung langsung dengan pangkal batang, melainkan terhubung dengan Corpus Radicis.
  4. Akar Pokok, merupakan bagian akar yang terdiri dari kumpulan cabang akar dan tiap cabang akar dapat melakukan percabangan akar lagi dan lagi.
  5. Fibrilia Radicalis, merupakan serabut akar yang terdapat pada tiap cabang akar. Serabut akar terdapat di antara cabang akar dan ujung akar.
  6. Apex Radicis (Ujung Akar), merupakan struktur akar yang akan selalu mengalami pertumbuhan karena terdiri dari jaringan-jaringan yang masih muda yang selalu bertambah dan tumbuh.
  7. Calyptras (Tudung Akar), merupakan struktur yang terdapat pada paling ujung bagian akar yang mempunyai fungsi melindungi ujung akar dalam menembus tanah yang sangat lemah dan rentan karena masih muda. Bagian ini sangat halus sehingga saat selesai menembus tanah akan selalu diganti dengan jaringan yang baru.

 2.3.Perbedaan Akar Dikotil dan Monokotil

Tumbuh-tumbuhan dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan dari jumlah kepingan yang terdapat pada bijinya. Istilah yang digunakan untuk membedakan tumbuhan dari jumlah kepingan yang terdapat pada bijinya disebut dengan tumbuhan monokotil dan Tumbuhan Dikotil. Terdapat beberapa perbedaan yang terdapat diantara dua jenis tumbuhan ini, salah satunya perbedaan akar dikotil dan monokotil. Berikut ini beberapa perbedaan akar dikotil dan monokotil:

2.3.1. Pengertian Monokotil Dan Dikotil

Sebelum membahas jauh tentang perbedaan akar tumbuhan monokotil dan dikotil, harus terlebih dahulu memahami tentang pengertian dari apa yang dimaksud dengan tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil:

a. Pengertian Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan yang tergolong menjadi tumbuhan monokotil, ialah tumbuhan yang memiliki kepingan pada biji yang berjumlah tunggal. Ciri paling spesifik yang dapat dilihat dari tumbuhan berjenis monokotil ialah dilihat dari bijinya yang berjumlah satu, hal ini disebabkan karena tumbuhan monokotil hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok tumbuhan monokotil digolongkan menjadi golongan taksonomi didalam sistem klasifikasi tumbuhan yang memiliki beberapa sebutan, diantaranya:

· Monocotyledoneae

· Liliopsida

· Liliidae

Menurut analisis filogeni, kelompok tumbuhan monokotil memiliki sifat monofiletik atau holofiletik. Tumbuan monokotil memiliki ciri-ciri dan karakternya tersendiri, diantaranya:

· Terdiri dari biji tunggal yang memiliki daun lembaga yang berjumlah satu

· Memiliki rambut-rambut yang bertekstur halus, ruas-ruas yang terlihat jelas, dan tidak adanya cabang yang terdapat pada batangnya

· Biasanya terdiri dari daun tunggal (tidak termasuk tanaman jenis kalem), memiliki urat-urat daun yang sejajar atau berupa lengkungan dan memiliki pelepah daun

· Kelopak bunga yang terdapat dibagian bunga

· Memiliki benang sari yang berjumlah tiga (kelipatan tiga) yang terdapat pada bagian bunga

· Pada bagian batang terdapat berkas vaskuler yang berbentuk kolateral tertutup

· Xilem dan floem terletak menyebar secara tidak teratur

· Tidak bisa terjadi pertumbuhan sekunder yang tidak memungkinkan untuk terjadinya pertumbuhan yang membesar yang disebabkan oleh tidak adanya kambium.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak contoh dari tumbuhan monokotil, yang dapat dijumpai dalam jenis-jenis tumbuhan yang merupakan bahan kebutuhan pangan. Beberapa Contoh dari tumbuhan monokotil:

· Padi-padian

· Jagung

· Bawang-bawangan

· Kelapa

· Pisang-pisangan

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa pengertian tumbuhan monokotil secara sederhana ialah tumbuhan yang memiliki bagian biji yang berjumlah tunggal atau tidak berkeping. Tumbuhan monokotil sangat memiliki banyak manfaat didalam menunjang kebutuhan manusia. Karena pada umumnya tumbuhan monokotil berperan sebagai bahan sumber pangan dan banyak memenuhi kebutuhan akan serat nabati.

b. Pengertian Tumbuhan Dikotil

Suatu tumbuhan dapat disebut sebagai tumbuhan dikotil, apabila memiliki kepingan berjumlah ganda atau dua pada bagian bijinya. Tumbuhan yang termasuk kedalam kategori dikotil, dapat dilihat dari ciri nya yang paling khas, yaitu memiliki belahan yang terdapat dibagian tengah bijinya. Memiliki bunga juga menjadi salah satu ciri dari tanaman dikotil. Tumbuhan yang termasuk kedalam golonga tumbuhan dikotil mempunyai daun lembaga yang berjumlah ganda atau biasa dijuluki dengan sebutan kotiledon. Pembentukan daun lembaga yang terdapat pada bagian biji, sudah mengalami pembentukkan sejak proses tahapan biji. Dapat disimpulkan bahwa tumbuhan yang tergolong menjadi tanaman dikotil, pada umumnya memiliki bebijian yang akan dengan mudah terbelah menjadi dua bagian. Hal ini lah yang menjadi perbedaan paling utama yang terdapat diantara jenis tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil.

Tumbuhan dikotil juga memiliki ciri-cirinya tersendiri, yaitu:

· Pada biji terdapat kepingan berjumlah ganda atau dua

· Memiliki kelopak bunga yang berjumlah ganda atau dua, empat, lima atau kelipatannya

· Memiliki kotiledon berjumlah dua keping

· Menjari dan menyirip merupakan pola tulang daun dan sumsumnya

· Memiliki suatu kambium yang dapat tumbuh besar pada bagian batang

· Memiliki bentuk batang yang bercabang-cabang

· Bagian pembuluh pengangkutnya tersusun secara teratur didalam lingkaran

· Memiliki berkas pengangkut kolateral yang terbuka

Berikut ini contoh tanaman yang termasuk kedalam jenis tumbuhan dikotil:

· Bunga matahari

· Kacang polong

· Jambu air dan jambu biji

· Umbi-umbian

· Tomat

c. Beberapa Perbedaan Akar Dikotil Dan Monokotil

Akar merupakan bagian paling bawah yang terdapat pada tubuh sebuah tumbuhan, pada umumnya biasanya akar berada didalam tanah. Bagian tumbuhan yang satu ini berperan sangat penting, mulai dari persoalan penyerapan nutrisi sampai dengan berfungsi sebagai penahan kedalam tanah. Berikut ini contoh dari perbedaan akar dikotil dan monokotil:

1) Akar Monokotil

Tumbuhan monokotil memiliki akar yang tidak bertunggang, melainkan akar yang berupa seperti serabut. Akar monokotil mempunyai empulu yang teletak pada pusat, yang pada tahapan awalnya digantikan oleh akar adventif. Terdapat beberapa bagian yang berbeda pada akar yang tergolong kedalam jenis monokotil, yaitu :

· Epidermis merupakan lapisan terluar yang terdapat pada akar, dan terdiri dari kumpulan sel-sel parenkimatik.

· Korteks ialah bagian terluar yang terbentuk dari sel parenkimatik, dan korteks pada tumbuhan monokotil pada umumnya memiliki ketebalan yang lebih apabila dibandingkan dengan yang terdapat pada jenis tumbuhan dikotil

· Endodermis merupakan bagian akar yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk barel

· Xilem dan Floem yang merupakan jaringan angkut pada akar, terbentuk menjadi pola cincin yang tersusun secara bergantian.

2) Akar Dikotil

Jenis tumbuhan yang termasuk kedalam golongan tumbuhan dikotil memiliki akar yang terbentuk secara radikal, yang kemudian akan berubah bentuk menjadi akar tunggang serta susunannya terdiri dari campuran akar lateral. Terdapat dua fase yang akan terjadi didalam proses pembentukkan biji, yaitu tahapan fase pertumbuhan primer dan fase pertumbuhan sekunder.

Sama seperti tumbuhan berjenis monokotil, tumbuhan yang tergolong kedalam kelompok tumbuhan dikotil juga memiliki beberapa bagian yang berbeda pada akar, yaitu:

· Tumbuhan dikotil juga memiliki epidermis, korteks dan endodermis yang memiliki fungsi dan struktur yang sama seperti yang ada pada jenis tumbuhan monokotil.

· Pada umumnya tumbuhan berjenis dikotil tidak memiliki empulur atau berkurangnya jumlah empulur

· Terdapat jaringan pembuluh angkut, yang dihasilkan dari proses xilem dan floem yang terpisahkan oleh parkenim yang berperan sebagai penghubung.

· Terbentuknya sel-sel yang tumbuh didalam dan diluar kambium

· Diantara xilem dan floem terdapat kambium veskuler

Dengan penjabaran diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa jenis tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil merupakan jenis tumbuhan yang berbeda apabila dilihat berdasarkan dari bentuk bijinya. Berikut ini ringkasan dari perbedaan akar monokotil dan dikotil:

· Tumbuhan monokotil hanya memiliki satu tahapan fase pertumbuhan, yaitu fase primer. Sedangkan jenis tumbuhan dikotil memiliki dua tahapan fase pertumbuhan, yaitu fase pertumbuhan primer dan fase pertumbuhan sekunder

· Tumbuhan monokotil memiliki akar yang bersistem adventif dan terdiri dari akar yang berbentuk menyerupai serabut serta tidak memiliki akar tunggang.

· Tumbuhan monokotil tidak memiliki pertumbuhan sekunder, sedangkan untuk jenis tumbuhan dikotil terdapat kambium vaskular dan kambium gabus.

Demikianlah beberapa contoh yang terdapat pada perbedaan akar dikotil dan monokotil. Semakin banyaknya ilmu pengetahuan tentang tumbuhan, maka akan semakin memudahkan untuk merawat dan memelihara suatu jenis tumbuhan. Apalagi hal yang terkait mengenai akar, dimana akar merupakan bagian paling dari tumbuhan.

PERCOBAAN 1: Sistem perakaran tunggang

A. Bahan:

1. Wortel (Daucus carotaL.)

2. Bayam (Amaranthussp.)

3. Pepaya (Carica papayaL.)

B. Cara kerja:

1. Tulislah nama spesies dan familia dari objek yang diamati diatas

1) Wortel (Daucus carotaL) 

Kerajaan: Plantae 

Divisi: Magnoliophyta 

Kelas: Magnoliopsida 

Ordo: Apiales 

Famili: Apiaceae 

Genus: Daucus 

Spesies: D. carota


2) Bayam (Amaranthussp.)

Kerajaan: Plantae 

Divisi: Magnoliophyta 

Kelas: Magnoliopsida 

Ordo: Caryophyllales 

Famili: Amaranthaceae 

Subfamili: Amaranthoideae 

Genus: AmaranthusL.


3) Pepaya (Carica papayaL.)

Kerajaan: Plantae 

(tanpa takson): Angiospermae

(tanpa takson): Eudikotil 

(tanpa takson): Rosidae 

Ordo: Brassicales 

Famili: Caricaceae 

Genus: Carica 

Spesies: C. papaya

 

2. Gambarkan akar tunggang pada objek yang diamati

1) Wortel (Daucus carotaL.)


Ket:

1) Akar tungang( radix primer)

2) Pangkal akar (collu radies)

3) batang akar (carpus radicalis)

4) Cabang (akar lareralis)

5) Serabut akar (fibrilla radicalis)

6) Ujung akar (apex radicalis)

7)Tudung akar ( caliptra)

2) Bayam (Amaranthussp.)

Ket:

1) Akar tungang (radix primaris)

2) Pangkal akar (collum radicis)

3) Batang akar (carpus radicalis)

4) Cabang akar (radix lateralis)

5) Serabut akar ( febrilla radicallis)

6) Rambut akar (pillus radicalis)

7) Ujung akar (apex radicalis)

8) Tudung akar(caliptra)

3) Pepaya (Carica papayaL.)

LEMBAR KERJA 

PERCOBAAN 2: Sistem perakaran serabut

A. Bahan :

1. Padi (Oriza sativaL.)

2. Kelapa (Cocos nuciferaL.)

3. Rumput-rumputan (Graminaceae)

B. Cara kerja:

1. Tulislah nama spesies dan familia dari objek yang diamati diatas

1) Padi

Kerajaan: Plantae 

(tanpa takson): Tracheophyta 

(tanpa takson): Angiospermae 

(tanpa takson): Monokotil 

(tanpa takson): Commelinids 

Ordo: Poales 

Famili: Poaceae 

Genus: Oryza 

Spesies: O. sativa


2) Kelapa

 Divisi: Tracheophyta

Upadivisi: Spermatophytina

Klad; angiosperms

Klad: monocots

Klad: commelinids

Ordo: Arecales

Famili: Arecaceae

Upafamili: Arecoideae

Tribus: Cocoseae

Upatribus: Butiinae

Genus: Cocos

Spesies: Cocos nucifera


3) Rumput-rumputan

Kerajaan: Plantae 
Divisi: Magnoliophyta 
(tanpa takson): Monokotil 
(tanpa takson): ommelinids (EuMonokotil) 
Ordo: Poales 
Famili: Poaceae

 

DAFTAR PUSTAKA

Tjitrosoepomo, G., 1987. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 
Kimball, JW., 1983. Biologi. IPB, Jakarta : Erlangga.
Much. Marjanin, Hadmadi. 1980. Botani I. Jakarta: CV. Yasaguna. Rosanti, D. 2013. Morfologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga.
Van Steenis, C.G.G.J., 1975. Flora untuk Sekolah di Indonesia. Jakarta: Paramita.
Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Bell, A.D. 1991. Plant Form. Oxford University Press. Oxford.
Hidayat, E.B. 1994. Morfologi Tumbuhan. Institut Teknologi Bandung.
Hartman, H.T. and D.E. Kester. 1983. Plant Propagation : Principle and Practices. 4th edition. Prantice-Hall Inc., Englewood Cliffs, New Jersey.
Jones, S.B. and A.E. Luchsinger. Plant Sistematics Second Edition, McGraw-Hill Book Company, New York, St. Louis San Francisco. 512 hlm
Tjitrosoepomo, G. 2010. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Silahkan berlangganan al khairan dengan e-mail secara gratis:

0 Response to "Akar dan morfologinya"

Post a Comment