Morfologi adalah cabang ilmu botani yang mempelajari struktur luar tubuh tumbuhan yang bisa dilihat secara langsung. Inilah yang membuat kita dapat mengidentifikasi tumbuhan, apakah termasuk tumbuhan dikotil atau tumbuhan monokotil. Struktur morfologi merupakan bentuk tubuh bagian luar dari organisme. Struktur tumbuhan tingkat tinggi seperti Gimnospermae dan Angiospermae. Struktur morfologi tumbuhan tingkat tinggi secara umum terdiri atas akar, batang, daun, dan bunga.

Struktur morfologi tumbuhan golongan Angiospermae tersebut berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya (darat/terestrial). Di saat yang bersamaan, tumbuhan harus mengambil sumber daya dari tanah dan udara. Air dan mineral dari tanah, sedangkan udara adalah tempat tersedianya CO2 dan sinar matahari yang tidak dapat menembus tanah. Tumbuhan memiliki sistem akar yang berada di bawah permukaan tanah dan sistem tunas yang di atas permukaan tanah. Setiap sistem saling membutuhkan satu sama lain. Organ-organ yang membentuk tubuh tumbuhan Angiospermae terdiri atas akar, batang, daun, dan bunga. Setiap bagian tumbuhan tersebut memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda.
Struktur akar tunggang
memungkinkan akar dapat mengambil molekul-molekul air yang berada jauh di bawah
tanah. Selain itu, banyak akar tunggang yang merupakan modifikasi bentuk untuk
menyimpan cadangan makanan, seperti pada wortel. Akar serabut berpengaruh pada
kemampuan tumbuhan untuk menyerap banyak air dan mineral serta sebagai tambatan
tumbuhan yang kuat ke dalam tanah. Biasanya pada akar terdapat struktur
rambut-rambut akar yang berfungsi memperluas permukaan penyerapan air dan
mineral. Rambut akar merupakan perluasan dari sel-sel epidermis akar. Meski
secara morfologis akar tunggang dan akar serabut berbeda, struktur anatomis
jaringan-jaringan yang membentuk kedua akar itu memiliki kesamaan.
Tujuan Praktikum
- Untuk mengetahui secara jelas morfologi dari akar-akar
tumbuhan
- Untuk memahami manfaat dan kegunaan mempelajari
morfologi akartumbuhan
- Untuk menjelaskan pentingnya memahami akar tumbuhan
Manfaat Praktikum
Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut.- Membantu
mahasiswa (praktikan) dalam upaya memahami karakateristik akar tumbuhan melalui pengamatan secara langsung
di lapangan.
- Sebagai bentuk realisasi dari program-program
praktikum akar Tumbuhan yang telah dirumuskan
oleh pihak Laboratorium Prodi Biologi.
- Memberikan informasi mengenai jenis-jenis takar-akar tumbuhan kepada masyarakat dan Menumbuhkan rasa kecintaan terhadap alam dan sikap menghargai keanekaragaman vegetasi sebagai bentuk kekayaan bangsa.AKAR
I. Tujuan
Tujuan praktikum tentang perakaran
adalah mengenal perbedaan morfologi akar pada golongan tumbuhan monokotil dan dikotil
II. Dasar Teori
Akar merupakan salah satu bagian terpenting dari tumbuhan selain
batang dan daun. Akar adalah organ utama vegetatif yang mempunyai peranan dalam
memasok air, mineral, serta bahan-bahan lain yang sangat penting dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Akar, Batang dan Daun merupakan bagian
penting dalam proses fotosintesis yang menghasilkan Karbohidrat dan Oksigen
yang dibutuhkan bagi kehidupan. Kondisi akar yang terganggu oleh lingkungan
atau perusakan maka mengakibatkan pertumbuhannya terganggu bahkan tumbuhan bisa
mati. Setiap tumbuhan yang pertama kali tumbuh adalah akar, baik itu tumbuhan
yang ditanam dengan perkecambahan biji maupun tumbuhan yang berkembang biak
secara vegetatif. Secara vegetatif seperti dengan stek, okulasi maupun cangkok. Adanya
pertumbuhan akar pada tumbuhan yang kita tanam merupakan sebuah tanda bahwa
tumbuhan tersebut telah siap menjadi individu baru.
2.1. Karakteristik
Akar
Akar merupakan bagian tumbuhan yang terletak
di dalam tanah yang tidak mempunyai buku/nodus dan ruas/internodus. Tidak
seperti batang atau daun, akar tidak mempunyai warna hijau. Akar juga
mempunyai karakteristik yang aktif karena akan selalu melakukan pertumbuhan,
namun dalam pertumbuhannya tidak secepat seperti pada pertumbuhan batang maupun
daun. Pada umumnya akar mempunyai bentuk yang meruncing yang memudahkan untuk
melakukan penembusan ke dalam tanah.
2.2. Struktur
Morfologi Akar
- Collum (Leher Akar), merupakan pangkal dimana akar tumbuh pada awal proses
pertumbuhan yang terdekat dengan tanah dan terhubung langsung pada pangkal
batang. Collum sangat mudah dibedakan karena biasanya berwarna lebih
terang daripada struktur lainnya.
- Corpus Radicis (Batang Akar), struktur ini yang disebut
juga “akar pokok” merupakan struktur akar terdapat di antara ujung akar
dan leher akar. Bagian inilah yang terus berkembang dari tumbuhan mulai
tumbuh hingga tumbuhan mati.
- Radix Literalis, merupakan cabang-cabang akar yang berkembang dari
batang akar. Radix Literalis tidak terhubung langsung dengan pangkal
batang, melainkan terhubung dengan Corpus Radicis.
- Akar Pokok, merupakan bagian akar yang terdiri dari
kumpulan cabang akar dan tiap cabang akar dapat melakukan percabangan akar
lagi dan lagi.
- Fibrilia Radicalis, merupakan serabut akar yang terdapat pada tiap cabang
akar. Serabut akar terdapat di antara cabang akar dan ujung akar.
- Apex Radicis (Ujung Akar), merupakan struktur akar yang akan selalu mengalami
pertumbuhan karena terdiri dari jaringan-jaringan yang masih muda
yang selalu bertambah dan tumbuh.
- Calyptras (Tudung Akar), merupakan struktur yang
terdapat pada paling ujung bagian akar yang mempunyai fungsi melindungi
ujung akar dalam menembus tanah yang sangat lemah dan rentan karena masih
muda. Bagian ini sangat halus sehingga saat selesai menembus tanah akan
selalu diganti dengan jaringan yang baru.
2.3.Perbedaan Akar Dikotil
dan Monokotil
Tumbuh-tumbuhan dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan dari jumlah kepingan yang terdapat pada bijinya. Istilah yang digunakan untuk membedakan tumbuhan dari jumlah kepingan yang terdapat pada bijinya disebut dengan tumbuhan monokotil dan Tumbuhan Dikotil. Terdapat beberapa perbedaan yang terdapat diantara dua jenis tumbuhan ini, salah satunya perbedaan akar dikotil dan monokotil. Berikut ini beberapa perbedaan akar dikotil dan monokotil:
2.3.1. Pengertian
Monokotil Dan Dikotil
Sebelum
membahas jauh tentang perbedaan akar tumbuhan monokotil dan dikotil, harus
terlebih dahulu memahami tentang pengertian dari apa yang dimaksud dengan
tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil. Berikut ini penjelasan mengenai
pengertian tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil:
a. Pengertian
Tumbuhan Monokotil
Tumbuhan
yang tergolong menjadi tumbuhan monokotil, ialah tumbuhan yang memiliki
kepingan pada biji yang berjumlah tunggal. Ciri paling spesifik yang dapat
dilihat dari tumbuhan berjenis monokotil ialah dilihat dari bijinya yang berjumlah
satu, hal ini disebabkan karena tumbuhan monokotil hanya memiliki satu daun
lembaga. Kelompok tumbuhan monokotil digolongkan menjadi golongan taksonomi
didalam sistem klasifikasi tumbuhan yang memiliki beberapa sebutan,
diantaranya:
· Monocotyledoneae
· Liliopsida
· Liliidae
Menurut analisis filogeni, kelompok
tumbuhan monokotil memiliki sifat monofiletik atau holofiletik. Tumbuan
monokotil memiliki ciri-ciri dan karakternya tersendiri, diantaranya:
· Terdiri dari
biji tunggal yang memiliki daun lembaga yang berjumlah satu
· Memiliki
rambut-rambut yang bertekstur halus, ruas-ruas yang terlihat jelas, dan tidak
adanya cabang yang terdapat pada batangnya
· Biasanya terdiri
dari daun tunggal (tidak termasuk tanaman jenis kalem), memiliki urat-urat daun
yang sejajar atau berupa lengkungan dan memiliki pelepah daun
· Kelopak bunga
yang terdapat dibagian bunga
· Memiliki benang
sari yang berjumlah tiga (kelipatan tiga) yang terdapat pada bagian bunga
· Pada bagian
batang terdapat berkas vaskuler yang berbentuk kolateral tertutup
· Xilem dan floem
terletak menyebar secara tidak teratur
· Tidak bisa
terjadi pertumbuhan sekunder yang tidak memungkinkan untuk terjadinya
pertumbuhan yang membesar yang disebabkan oleh tidak adanya kambium.
Di
Indonesia sendiri terdapat banyak contoh dari tumbuhan monokotil, yang dapat
dijumpai dalam jenis-jenis tumbuhan yang merupakan bahan kebutuhan pangan.
Beberapa Contoh dari tumbuhan monokotil:
· Padi-padian
· Jagung
· Bawang-bawangan
· Kelapa
· Pisang-pisangan
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa pengertian tumbuhan monokotil secara sederhana ialah tumbuhan yang memiliki bagian biji yang berjumlah tunggal atau tidak berkeping. Tumbuhan monokotil sangat memiliki banyak manfaat didalam menunjang kebutuhan manusia. Karena pada umumnya tumbuhan monokotil berperan sebagai bahan sumber pangan dan banyak memenuhi kebutuhan akan serat nabati.
b. Pengertian
Tumbuhan Dikotil
Suatu
tumbuhan dapat disebut sebagai tumbuhan dikotil, apabila memiliki kepingan
berjumlah ganda atau dua pada bagian bijinya. Tumbuhan yang termasuk kedalam
kategori dikotil, dapat dilihat dari ciri nya yang paling khas, yaitu memiliki
belahan yang terdapat dibagian tengah bijinya. Memiliki bunga juga menjadi
salah satu ciri dari tanaman dikotil. Tumbuhan yang termasuk kedalam golonga
tumbuhan dikotil mempunyai daun lembaga yang berjumlah ganda atau biasa
dijuluki dengan sebutan kotiledon. Pembentukan daun lembaga yang terdapat pada
bagian biji, sudah mengalami pembentukkan sejak proses tahapan biji.
Dapat disimpulkan bahwa tumbuhan yang tergolong menjadi tanaman dikotil, pada
umumnya memiliki bebijian yang akan dengan mudah terbelah menjadi dua bagian.
Hal ini lah yang menjadi perbedaan paling utama yang terdapat diantara jenis
tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil.
Tumbuhan dikotil
juga memiliki ciri-cirinya tersendiri, yaitu:
· Pada biji
terdapat kepingan berjumlah ganda atau dua
· Memiliki kelopak
bunga yang berjumlah ganda atau dua, empat, lima atau kelipatannya
· Memiliki
kotiledon berjumlah dua keping
· Menjari dan
menyirip merupakan pola tulang daun dan sumsumnya
· Memiliki suatu
kambium yang dapat tumbuh besar pada bagian batang
· Memiliki bentuk
batang yang bercabang-cabang
· Bagian pembuluh
pengangkutnya tersusun secara teratur didalam lingkaran
· Memiliki berkas
pengangkut kolateral yang terbuka
Berikut ini contoh
tanaman yang termasuk kedalam jenis tumbuhan dikotil:
· Bunga matahari
· Kacang polong
· Jambu air dan jambu
biji
· Umbi-umbian
· Tomat
c. Beberapa
Perbedaan Akar Dikotil Dan Monokotil
Akar
merupakan bagian paling bawah yang terdapat pada tubuh sebuah tumbuhan, pada
umumnya biasanya akar berada didalam tanah. Bagian tumbuhan yang satu ini
berperan sangat penting, mulai dari persoalan penyerapan nutrisi sampai dengan
berfungsi sebagai penahan kedalam tanah. Berikut ini contoh dari perbedaan
akar dikotil dan monokotil:
1) Akar
Monokotil
Tumbuhan
monokotil memiliki akar yang tidak bertunggang, melainkan akar yang berupa seperti
serabut. Akar monokotil mempunyai empulu yang teletak pada pusat, yang pada
tahapan awalnya digantikan oleh akar adventif. Terdapat beberapa bagian yang
berbeda pada akar yang tergolong kedalam jenis monokotil, yaitu :
· Epidermis
merupakan lapisan terluar yang terdapat pada akar, dan terdiri dari kumpulan
sel-sel parenkimatik.
· Korteks ialah
bagian terluar yang terbentuk dari sel parenkimatik, dan korteks pada tumbuhan
monokotil pada umumnya memiliki ketebalan yang lebih apabila dibandingkan
dengan yang terdapat pada jenis tumbuhan dikotil
· Endodermis
merupakan bagian akar yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk barel
· Xilem dan Floem yang merupakan jaringan angkut pada akar, terbentuk menjadi pola cincin yang tersusun secara bergantian.
2) Akar
Dikotil
Jenis
tumbuhan yang termasuk kedalam golongan tumbuhan dikotil memiliki akar yang
terbentuk secara radikal, yang kemudian akan berubah bentuk menjadi akar
tunggang serta susunannya terdiri dari campuran akar lateral. Terdapat dua fase
yang akan terjadi didalam proses pembentukkan biji, yaitu tahapan fase
pertumbuhan primer dan fase pertumbuhan sekunder.
Sama seperti
tumbuhan berjenis monokotil, tumbuhan yang tergolong kedalam kelompok tumbuhan
dikotil juga memiliki beberapa bagian yang berbeda pada akar, yaitu:
· Tumbuhan dikotil
juga memiliki epidermis, korteks dan endodermis yang memiliki fungsi dan
struktur yang sama seperti yang ada pada jenis tumbuhan monokotil.
· Pada umumnya
tumbuhan berjenis dikotil tidak memiliki empulur atau berkurangnya jumlah
empulur
· Terdapat
jaringan pembuluh angkut, yang dihasilkan dari proses xilem dan floem yang
terpisahkan oleh parkenim yang berperan sebagai penghubung.
· Terbentuknya
sel-sel yang tumbuh didalam dan diluar kambium
· Diantara xilem
dan floem terdapat kambium veskuler
Dengan penjabaran diatas, maka dapat
diambil kesimpulan bahwa jenis tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil
merupakan jenis tumbuhan yang berbeda apabila dilihat berdasarkan dari bentuk
bijinya. Berikut ini ringkasan dari perbedaan akar monokotil dan dikotil:
· Tumbuhan
monokotil hanya memiliki satu tahapan fase pertumbuhan, yaitu fase primer.
Sedangkan jenis tumbuhan dikotil memiliki dua tahapan fase pertumbuhan, yaitu
fase pertumbuhan primer dan fase pertumbuhan sekunder
· Tumbuhan
monokotil memiliki akar yang bersistem adventif dan terdiri dari akar yang
berbentuk menyerupai serabut serta tidak memiliki akar tunggang.
· Tumbuhan
monokotil tidak memiliki pertumbuhan sekunder, sedangkan untuk jenis tumbuhan
dikotil terdapat kambium vaskular dan kambium gabus.
Demikianlah beberapa contoh yang terdapat pada perbedaan akar dikotil dan monokotil. Semakin banyaknya ilmu pengetahuan tentang tumbuhan, maka akan semakin memudahkan untuk merawat dan memelihara suatu jenis tumbuhan. Apalagi hal yang terkait mengenai akar, dimana akar merupakan bagian paling dari tumbuhan.
PERCOBAAN 1: Sistem perakaran tunggang
A. Bahan:
1. Wortel (Daucus
carotaL.)
2. Bayam (Amaranthussp.)
3. Pepaya (Carica
papayaL.)
B. Cara kerja:
1. Tulislah nama spesies dan familia
dari objek yang diamati diatas
1) Wortel (Daucus
carotaL)
2) Bayam (Amaranthussp.)
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Subfamili: Amaranthoideae
Genus: AmaranthusL.
3) Pepaya (Carica papayaL.)
2. Gambarkan akar tunggang pada objek
yang diamati
1) Wortel (Daucus carotaL.)

Ket:
1) Akar tungang( radix primer)
2) Pangkal akar (collu radies)
3) batang akar (carpus radicalis)
4) Cabang (akar lareralis)
5) Serabut akar (fibrilla radicalis)
6) Ujung akar (apex radicalis)
7)Tudung akar ( caliptra)
2) Bayam (Amaranthussp.)

Ket:
1) Akar tungang (radix primaris)
2) Pangkal akar (collum radicis)
3) Batang akar (carpus radicalis)
4) Cabang akar (radix lateralis)
5) Serabut akar ( febrilla radicallis)
6) Rambut akar (pillus radicalis)
7) Ujung akar (apex radicalis)
8) Tudung akar(caliptra)
3) Pepaya (Carica papayaL.)

LEMBAR KERJA
PERCOBAAN 2: Sistem perakaran serabut
A. Bahan :
1. Padi (Oriza
sativaL.)
2. Kelapa (Cocos
nuciferaL.)
3. Rumput-rumputan (Graminaceae)
B. Cara kerja:
1. Tulislah nama spesies dan familia
dari objek yang diamati diatas
1) Padi
Kerajaan: Plantae
(tanpa takson): Tracheophyta
(tanpa takson): Angiospermae
(tanpa takson): Monokotil
(tanpa takson): Commelinids
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Oryza
Spesies: O. sativa
2) Kelapa
Upadivisi: Spermatophytina
Klad; angiosperms
Klad: monocots
Klad: commelinids
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
Upafamili: Arecoideae
Tribus: Cocoseae
Upatribus: Butiinae
Genus: Cocos
Spesies: Cocos nucifera
3) Rumput-rumputan
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
(tanpa takson): Monokotil
(tanpa takson): ommelinids (EuMonokotil)
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo, G., 1987. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Kimball, JW., 1983. Biologi. IPB, Jakarta : Erlangga.
Much. Marjanin, Hadmadi. 1980. Botani I. Jakarta: CV. Yasaguna. Rosanti, D. 2013. Morfologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga.
Van Steenis, C.G.G.J., 1975. Flora untuk Sekolah di Indonesia. Jakarta: Paramita.
Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Bell, A.D. 1991. Plant Form. Oxford University Press. Oxford.
Hidayat, E.B. 1994. Morfologi Tumbuhan. Institut Teknologi Bandung.
Hartman, H.T. and D.E. Kester. 1983. Plant Propagation : Principle and Practices. 4th edition. Prantice-Hall Inc., Englewood Cliffs, New Jersey.
Jones, S.B. and A.E. Luchsinger. Plant Sistematics Second Edition, McGraw-Hill Book Company, New York, St. Louis San Francisco. 512 hlm
Tjitrosoepomo, G. 2010. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
0 Response to "Akar dan morfologinya"
Post a Comment