Bunga merupakan organ penting bagi tumbuhan, khususnya Angiospermae bunga merupakan alat reproduksi dan berperan dalam pewarisan sifat.
Fungsi bunga didukung oleh struktur alat reproduksi yang ada pada bunga, yaitu benang sari (stamen) dan putik (pistil). Benang sari merupakan seperangkat alat reproduksi jantan yang terdiri atas bagian tangkai sari (filamen), kepala sari (anther), dan serbuk sari (pollen). Putik merupakan alat reproduksi betina yang terdiri atas bagian-bagian tangkai putik (stile), kepala putik (stigma), dan bakal buah (ovary). Serbuk sari (pollen) merupakan sekumpulan sel-sel kelamin (gamet) jantan yang akan membuahi gamet betina di bakal buah. Bakal sel gamet jantan akan mengalami pematangan dengan melakukan pembelahan sel membentuk dua sel aktif serbuk sari. Saat terjadi penyerbukan, yaitu menempelnya serbuk sari ke kepala putik, dua sel tersebut akan menjadi inti vegetatif dan inti generatif. Inti vegetatif yang ada di bawah inti generatif membuat saluran untuk inti generatif menuju kantung bakal buah. Di dalam kantung bakal buah, satu bakal gamet betina akan membelah membentuk sel telur dan sel bakal endosperma. Saat inti vegetatif dan inti generatif mencapai kantung bakal buah, inti vegetatif akan membuahi sel bakal endosperma. Inti generatif akan membuahi sel telur membentuk embrio. Embrio bersama endosperma akan berkembang menjadi biji sebagai calon individu baru.

Dalam pandangan botani, buah adalah organ pada
tumbuhan berbunga. Pada banyak species tumbuhan, yang disebut buah mencakup
bakal buah yang telah berkembang lanjut beserta dengan jaringan yang
mengelilinginya. Bagi tumbuhan berbunga, buah adalah alat untuk menyebar
luaskan biji-bijinya; adanya biji di dalam dapat mengindikasikan bahwa organ
tersebut adalah buah, meski ada pula biji yang tidak berasal dari buah. Dalam
batasan tersebut, variasi buah bisa sangat besar, mencakup buah mangga, buah
apel, buah tomat, cabai, dan lain-lain. Namun juga bulir (kariopsis) padi,
'biji' (juga merupakan bulir) jagung, 'biji' bunga-matahari, 'biji' lada, atau
polong kacang tanah. Sementara, dengan batasan ini, buah jambu monyet atau buah
nangka tidak termasuk buah sejati (Ashari, 2004).
Buah
adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari
bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa
dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni
sebagai pemencar biji tumbuhan. Pengertian buah dalam lingkup pertanian
(hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas.
Karena buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah,
melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu,
untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut
buah sejati. Buah seringkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun
bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai macam produk
metabolisme tumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral,
alkaloid, hingga terpena dan terpenoid. Ilmu yang mempelajari segala hal
tentang buah dinamakan pomologi (Ashari, 2004).
Berdasarakan
uraian di atas, maka perlu dilakukan praktikum tentang buah untuk
mengetahui dan mendeskripsikan bermacam-macam bentuk dan bagian-bagian
yang terdapat di dalam buah.
- Untuk mengetahui secara jelas morfologi dari buah
tumbuhan
- Untuk memahami manfaat dan kegunaan mempelajari
morfologi buah tumbuhan
- Untuk menjelaskan pentingnya memahami morfologi buah tumbuhan
C. Manfaat Praktikum
Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
- Membantu
mahasiswa (praktikan) dalam upaya memahami karakateristik buah serta bagian-bagiannya
- Sebagai bentuk realisasi dari program-program
praktikum morfologi buah Tumbuhan yang telah dirumuskan oleh pihak
Laboratorium Prodi Biologi.
- Memberikan informasi mengenai jenis-jenis buah tumbuhan kepada masyarakat
BAB BUAH
I. Tujuan
Tujuan praktikum tentang buah adalah
mengenal macam-macam buah
2.1. BUAH
Buah pada tumbuhan umumnya dapat dibedakan dalam dua
golongan, yaitu:
1. Buah semu atau buah tertutup, yaitu buah terbentuk dari bakal
buah beserta bagian-bagian lain bunga, yang malahan menjadi bagian utama buah
ini (lebih besar, lebih menarik perhatian, dan seringkali merupakan bagian buah
yang bermanfaat, dapat dimakan), sedang buah yang sesungguhnya kadang-kadang
tersembunyi.
2. Buah sungguh/sejati atau buah telanjang, yang
selalu terjadi dari bakal buah, dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih
tinggal bagian ini tidak merupakan bagian buah yang sebenarnya.
2.2.
Penggolongan Buah Semu.
Buah semu dapat dibedakan atas :
1. Buah Semu Tunggal, yaitu buah terjadi dari satu bunga dengan
satu bakal buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang
ikut membentuk buah, misalnya tangkai bunga, pada buah jambu monyet dan kelopak
bunga pada buah ciplukan.
2. Buah Semu Ganda, jika pada satu bunga terdapat lebih dari
satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-masing dapat
tumbuh menjadi buah, tetapi di samping itu ada bagian lain pada bunga itu yang
ikut tumbuh, dan merupakan bagian buah yang mencolok (dan seringkali yang
berguna), misalnya pada buah arbe (Fragraria vesca L.)
3. Buah Semu Majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga
majemuk, tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya
buah nangka (Artocarpus integra Merr.), dan keluwih (Artocarpus
communis Forst.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan
berdaging, beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujungnya berlekatan satu
sama lain, hingga merupakan kulit buah semu ini.
2.2.1. Penggolongan Buah Sejati (Buah Sungguh).
Buah sejati pertama-tama dibedakan terlebih dahulu dalam 3
golongan, yaitu:
1. buah sejati tunggal, ialah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan
satu bakal buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih, dapat pula
tersusun dari satu atau banyak daun buah dengan satu atau banyak ruangan,
misalnya :
a. buah mangga (Mangifera indica L.), mempunyai
satu ruang dengan satu biji
b. buah pepaya (Carica papaya L.), terjadi dari
beberapa daun buah dengan satu ruang dan banyak biji,
c. buah durian (Durio zibethinus Murr.), yang
terdiri atas beberapa daun buah, mempunyai beberapa ruang, dalam tiap ruangnya
terdapat beberapa biji.
2. buah sejati ganda, terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang
bebas satu sama lain, dan masing-masing bakal buah menjadi satu buah, misalnya
pada cempaka (Michelia champaka Bail.).
3. buah sejati majemuk, yaitu buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang masing-masing bunganya mendukung satu bakal buah, tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul, sehingga seluruhnya tampak seperti buah saja, misalnya pada pandan (Pandanus tectorius Sol.)
Buah Sejati Tunggal.
Buah sejati tunggal dapat dibedakan lagi dalam dua golongan,
yaitu :
1. buah sejati tunggal yang kering (siccus), yaitu buah sejati
tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering,
misalnya buah kacang tanah (Arachis hypogoea L.), padi (Oryza
sativa L.), dll.
a. buah berbelah
(schizocarpium): mempunyai 2 ruang atau
lebih,setiap ruang berisi satu biji.berdasarkan jumlah ruang (jika pecah
menjadi beberapa bagian buah) dibagi menjadi:
b. buah
kendaga (rhegma)
buah ini
mempunyai sifat seperti buah berbelah, tetapi tiap bagian buah kemudian pecah
lagi,sehingga biji dapat terlepas dari bijinya.
c. buah
kotak, yaitu
buah kering sejati tunggal yang mengandung banyak biji terdiri atas
satu atau beberapa daun buah,jika masak lalu pecah,tetapi kulit buah
yang pecah itu sampai lama melekat pada daun buah.
2. buah
sejati tunggal yang berdaging (carnosus), ialah jika dinding buahnya menjadi tebal berdaging.
Dinding buah seringkali dengan jelas dapat dibedakan dalam tiga lapisan yaitu:
a. kulit luar (exocarpium atau epicarpium), lapisan tipis, tetapi
kuat atau kaku seperti kulit dengan permukaan yang licin.
b. kulit tengah (mesocarpium) biasanya tebal berdaging atau
berserabut, dan jika lapisan ini dapat dimakan, maka lapisan inilah yang
dinamakan daging buah (sarcocarpium), misalnya pada mangga (Mangifera indica).
c. kulit dalam (endocarpium), yang berbatasan dengan ruang yang mengandung bijinya, cukup tebal dan keras misalnya pada kenari (Canarium commune L.), kelapa (Cococ nucifera L.).
2.2.3.
Buah Sejati Ganda.
Buah
sejati ganda adalah buah yang terjadi dari satu bunga dengan banyak bakal buah
yang masing-masing bebas, dan kemudian tumbuh menjadi buah sejati, tetapi
kesemuanya tetap berkumpul pada satu tangkai.
Menurut
sifat masing-masing buah yang berkumpul tadi, buah sejati ganda dapat dibedakan
dalam :
1. buah kurung ganda, misalnya pada mawar (Rosa hybrida Hort.),
dalam badan yang berasal dari dasar bunganya yang berbentuk periuk
terdapat banyak buah-buah kurung.
2. buah batu ganda. Pada jenis-jenis rubus (Rubus oir.). Bunganya mempunyai banyak bakal
buah, yang kemudian masing-masing tumbuh menjadi buah batu.
3. buah bumbung ganda, berasal dari bunga dengan beberapa bakal buah yang
masing-masing tumbuh menjadi buah bumbung, terdapat a.l. pada pohon cempaka (Michelia
champaka L.).
4. buah buni ganda, seperti di atas, tetapi bakal buah berubah menjadi buah buni, misalnya srikaya (Annona squamosa L.).
2.2.4.
Buah Sejati Majemuk.
Sama halnya dengan buah sejati ganda, buah sejati majemuk
dapat dibedakan atas:
1. buah buni
majemuk, jika
bakal buah masing-masing bunga dalam bunga majemuk membentuk suatu buah buni,
misalnya pada nenas (Ananas comosus Merr). Pada buah nenas
pada pembentukan buah ikut pula mengambil bagian daun-daun pelindung dan
daun-daun tenda bunga sehingga keseluruhannya nampak sebagai satu buah saja.
2. buah batu
majemuk, misalnya
terdapat pada pandan (Pandanus tectorius Sol). Pada pandan
rangkaian bunga betinanya setelah mengalami penyerbukan, berubah menjadi buah
batu majemuk, yang masih kelihatan sebelah luarnya. Bahwa kelompokan buah itu
adalah kumpulan banyak buah.
3. buah kurung majemuk, misalnya pada bunga matahari (Helianthus annus L). Bunga tumbuhan ini terdiri atas bunga-bunga mandul di tepi dan bunga yang subur di tengah. Karena tiap bunga yang subur itu setelah penyerbukan pembuahan berubah menjadi sebuah buah kurung, maka seluruh bunga akan berubah menjadi suatu buah kurung majemuk
A. Bahan
1. Buah nenas
2. Buah jagung
3. Buah belimbing
4. Buah Mangga
5. Buah ciplukan
6. Buah pepaya
1) Buah nenas
Kingdom : Plantae
Sub Kingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Bromeliales
Famili : Bromeliaceae
Genus : Ananas
Spesies : Ananas comosus (L.) Merr.
2) Buah jagung
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisi atau fillum : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.
3) Buah belimbing
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super divisi : Spermatophyta
Divisi : Magniliopsyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Geraniales
Famili : Oxalidaceae
Genus : Averrhoa
Spesies : Averrhoa carambola L.
4) Buah Mangga
Kingdom : Plantae
Infra Kingdom : Streptophyta
Sub Kingdom : Viridiplantae
Divisi : Tracheophyta
Super Divisi : Embryophyta
Sub Divisi : Spermatophytina
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Super Ordo : Rosanae
Famili : Anacardiaceae
Genus: Mangifera L
Spesies: Mangifera Indica L
5) Buah ciplukan
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonnae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Marga : Physalis
Spesies : Physalis angulata L.
6) Buah pepaya
Kingdom : Plantae
Sub Kingdom : Viridiplantae
Infra kingdom : Streptophyta
Super Devisi : Embryophyta
Devisi : Tracheophyta
Sub Devisi : Spermatophytina
Kelas : Magnoliopsida
Super Ordo : Rosanae
Ordo : Brassicales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica L
Spesies : Carica papaya L
|
Buah |
Keterangan |
![]() |
Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Merupakan buah tunggal sejati Bagian-bagian buah 1. Kulit buah 2. Daging buah 3. Biji 4. Daun pelindung |
![]() |
Jagung (Zea mays L.) Merupakan Buah sejati majemuk Bagian-bagian buah: Stylus (rambut pelindung) Braktea (daging buah) Kernel (tangkai buah) Kulit pelindung |
|
Belimbing (Averrhoa carambola L) Merupakan buah tunggal sejati Bagian bagian buah: 1. Pada bagian luar terdapat kulit buah yang melindungi 2. Bagian dalam atau daging buah. 3. Pada bagian tengah terdapat mata buah dan biji. |
![]() |
Mangga (Mangifera Indica L) Merupakan buah tunggal sejati Bagian-bagian buah: 1. Kulit buah (exocarpium) 2. Daging buah (mesocarpium) 3. biji buah (endocarpium) |
|
Ciplukan (Physalis angulata L) Merupakan buah tunggal sejati Ciri-ciri buah: 1. Putik gundul, 2. kepala putik berbentuk tombol, 3. bakal buah dua daun buah, 4. banyak bakal biji |
|
Pepaya (Carica papaya L) Merupakan buah tunggal sejati Bagain-bagian buah pepaya 1. Kulit buah 2. Biji 3. Tangkai 4. Daging buah |
DAFTAR PUSTAKA
Aryuliana, Diah, dkk. 2004. Biologi 1. Erlangga: jakartaCampbell, R, M. 2000. BIOLOGY. Erlangga: Jakarta
Tjahjadi, 1988. SALAK. Kanisius: Yogyakarta.
Mikrajuddin. 2007. IPA Terpadu SMP. PT Erlangga: Jakarta
Yuniarsih. 1996. KEDELAI. Kanisius: Yogyakarta
Agustin, Uzi. 2013. http://uzi-agustin.blogspot.com/2013/10/laporan- praktikum morfologi-tumbuhan_5933.html. Diakses pada 06 Juli 2020.
Deptan. 2011. Tanaman Buah. Azka press. Mikrajuddin. 2007. IPA Terpadu SMP. PT Erlangga. Jakarta.
Hariana, Arif. 2010. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Penebar Swadaya. Depok.



0 Response to "Buah dan Morfologinya"
Post a Comment