Al Khairan Daun Serta Bagian-Bagiannya (praktikum) | Al Khairan 286775737 -->

Iklan

Daun Serta Bagian-Bagiannya (praktikum)

Morfologi tumbuhan ialah ilmu yang mempelajari struktur organ tumbuhan baik mengenai akar, batang, daun, bunga, buah, maupun bijinya. Pada dasarnya, tumbuhan terdiri atas tiga organ pokok yaitu akar (radiks), batang (caulis), dan daun (folium). Tumbuhan yang memilki ketiga unsur pokok tersebut adalah golongan kormofita (kormofita berasal dari bahasa yunani yaitu, cormus berarti akar, batang dan daun ; sedangkan phyta berarti tumbuhan). Selain itu bagian lain dari tubuh tumbuhan dapat dikatakan sebagai turunan (derivat) dari salah satu atau dua bagian pokok tersebut yang telah mengalami perubahan bentuk, sifat, dan fungsi (Nilasari 2013). Morfologi tumbuhan membahas tentang fungsi masing-masing bagian dari bentuk dan susunan tumbuhan dan susunan tumbuhan. Jika melihat daun dari berbagai macam jenis tumbuhan, dapat terlihat bahwa daun memiliki struktur morfologi daun yang bermacam- macam (Rianawaty 2011).

Daun adalah organ yang sangat penting bagi tumbuhan dalam menjalankan proses fisiologi dan biokimia untuk memproduksi biomassa sebagai sumber energi bagi organisme lainnya termasuk manusia. Daun tumbuhan dapat dibedakan menurut bentuk, ukuran dan beragam sifat lainnya. Berdasarkan kejadiannya, daun dibedakan atas daun tunggal dan daun majemuk. Daun tunggal adalah setiap tangkai daun hanya terdiri dari satu helaian daun, sedangkan daun majemuk apabila lebih dari satu helaian daun.

Daun lengkap terdiri dari pelepah daun, tangkai daun serta helai daun. Helai daun sendiri memiliki urat daun yang tidak lain adalah kelanjutan yang berfungsi menyalurkan hara atau produk fotosintetis. Helai daun sendiri tersusun dari jaringan dasar epidermis, jaringan gantiang, jaringan bunga karang dan jaringan pembuluh.Permukaan epidermis seringkali terlapisi oleh kutikula atau rambut halus (pilus) untuk melindungi daun dari serangga pemangsa, spora jamur ataupun tetesan air hujan. Daun adalah salah satu organ bagian dari tubuh tumbuhan. Secara umum, pada tumbuhan harus mempunyaidaun, batang, dan akar. Daun sendiri merupakan organ bagian tumbuhan yang sangat penting, karena daun adalah tempat pengambilan zat-zat makanan terutama yang berupa zat gas (CO2), selain itu sebagai pengolah zat-zat makanan, penguapan air dan pernafasan bagi tumbuhan itu sendiri. Di lihat dari segi fungsi, daun sangat penting bagi tumbuhan, karena jika tidak ada daun maka tumbuhan tersebut akan mati atau tidak akan tumbuh karena pada daun inilah terjadi proses fotosintesis danlain sebagainya (Tjitrosoepomo 2007). Daun merupakan struktur pokok tumbuhan yang tidak kalah penting dengan akar. Daun dikenal dengan nama ilmiah folium. Secara umum, daun memiliki struktur berupa helaian, berbentuk bulat atau lonjong dan berwarna hijau. Daun berfungsi mengolah makanan melalui fotosintesis. Selain itu, daun juga berfungsi sebagai alat transportasi atau pengangkutan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan. Dan yang tak kalah penting daun berfungsi sebagai alat transportasi (penguapan air) dan respirasi (pernapasan dan pertukaran gas) (Rosanti 2011).

Photo Detikhealth.com

Setiap jenis tumbuhan akan terlihat bahwa diantaranya ada yang hanya memiliki satu helaian pada tangkai daunnya yang disebut daun tunggal (folium simplex) dan adapula tumbuhan yang tangkainya bercabang-cabang dan pada setiap cabang tangkai terdapat helaian daun sehingga pada satu tangkai memiliki helaian daun lebih dari satu yaitu daun majemuk (folium compositum). Daun tunggal yaitu dimana pada tangkai daun (petiolus) hanya terdapat satu helaian daun (lamina) (Tjitrosoepomo 2007).

Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan praktikum mengenai daun dan Bentuk Modifikasinya.

Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut: tujuannya adalah untuk mengenal semua jenis daun beserta karakteristiknya

1. Memberi pengalaman kepada mahasiswa praktikan dalam melakukan pengamatan terhadap bermacam tipe daun tunggal dan daun majemuk.

2. Memberi pengetahuan kepada mahasiswa praktikan untuk mendeskripsikan bermacam tipe daun tunggal dan daun majemuk.

3. Mengenal susunan daun majemuk dan bermacam-macam duduk daun.

Manfaat Praktikum

Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut.

1. Mahasiswa praktikan dapat melakukan pengamatan terhadap bermacam tipe daun tunggal dan daun majemuk.

2. Mahasiswa praktikan dapat mendeskripsikan bermacam tipe daun tunggal dan daun majemuk.

3. Mahasiswa dapat mengenal susunan daun majemuk dan bermacam-macam duduk daun.

DAUN

I. Tujuan

Tujuan praktikum tentang daun adalah mengenal semua jenis daun beserta karakteristiknya

II. Dasar Teori

Daun adalah salah satu organ tumbuhan yang sangat penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya tumbuh dari batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla), umumnya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energy dari cahaya matahari untuk fotosintesis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain, misalnya karoten (berwarna jingga), xantofil (berwarna kuning), dan antosianin (berwarna merah, biru, atau ungu, tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat dengan jelas pada daun yang gugur). Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotroph obligat, ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energy cahaya menjadi energy kimia.

 

2.1. Bagian-Bagian Daun

a. Upih daun atau pelepah daun (vagina)

Daun yang berupih umumnya hanya kita dapati pada tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan yang berbiji tunggal (Monocotyledoneae) saja, antara lain suku rumput-rumputan (Gramineae), suku empon-emponan (Zingiberaceae), pisang (Musa sapientum L.), golongan palma (Palmae), dan lain-lain. Upih daun selain merupakan bagian daun yang melekat atau memeluk batang, juga dapat mempunyai fungsi lain :

· Sebagai pelindung kuncup yang masih muda, seperti dapat dilihat pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L.),

· Memberi kekuatan pada batang tanaman.

Dalam hal ini upih daun-daun semuanya membungkus batang, sehingga batang tidak tampak, bahkan yang tampak sebagai batang dari luar adalah upih-upihnya tadi. Hal ini tentu saja mungkin terjadi apabila upih daun amat besar seperti misalnya pada pisang (Musa paradisiaca L.). batang yang tampak pada pohon pisang sebenarnya bukan batang tanaman yang sesungguhnya, oleh karena itu disebut batang semu.

b. Tangkai daun (petiolus)

Tangkai daun merupakan bagian daun yang mendukung helaiannya dan bertugas untuk menempatkan helaian daun tadi pada posisi sedemikian rupa, hingga dapat memperoleh cahaya matahari yang sebanyak-banyaknya. Bentuk dan ukuran tangkai daun amat berbeda-beda menurut jenis tumbuhan, bahkan pada satu tumbuhan ukuran dan bentuknya dapat berbeda.Umumnya tangkai daun berbentuk silinder dengan sisi atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya. Jika dilihat pada penampang melintangnya dapat kita jumpai kemungkinan-kemungkinan berikut :

1. Bulat dan berongga, misalnya tangkai daun (Carica L.)

2. Pipih dan tepinya melebar (bersayap), misalnya paada jeruk (Citrus sp.)

3. Bersegi

4. Setengah lingkaran dan seringkali sisi atasnya beralur dangkal atau beralur dalam seperti pada tangkai daun pisang.

Walaupun tangkai daun seperti telah disebutkan di atas biasanya menebal pada pangkal dan ujungnya, misalnya pada daun pohon kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.). Selanjutnya jika ditinjau keadaan permukaannya, tangkai daun dapat memperlihatkan adanya kerutan-kerutan, sisik-sisik, rambut-rambut, lentisel, dan lain-lain. Dalam uraian mengenai susunan daun telah dikemukakan pula, bahwa tangkai daun dapat mengalami pergantian bentuk (metamorfosis) menjadi semacam helaian daun yang dinamakan filodia.

c. Helaian daun (lamina)

Tumbuhan yang demikian banyak macam dan ragamnya itu mempunyai daun yang helaiannya berbeda-beda pula, baik mengenai bentuk, ukuran, maupun warnanya. Adalah tidak mudah untuk menemukan dua jenis tumbuh-tumbuhan yang helaian daunnya persis sama bentuk dan warnanya. Oleh sebab itu, walaupun tidak besar nilainya, terutama dalam hal yang meragukan, sering orang membandingkan bentuk helaian daun untuk memperoleh kepastian mengenai jenis tumbuhan yang dihadapi untuk dikenal. Karena helaian daun merupakan bagian daun yang terpenting dan cepat menarik perhatian, maka suatu sifat yang sesungguhnya hanya berlaku untuk helaiannya, disebut pula sebagai sifat daunnya. Sebatang pohon dapat mempunyai hanya beberapa helai daun saja, misalnya pisang, tetapi dapat pula sebatang pohon mempunyai ribuan daun, misalnya pohon beringin (Ficus benjamina L.). Apakah jumlah daun pada satu tumbuhan banyak atau sedikit, umumnya dapat dikatakan bahwa ciri-ciri daun pada satu jenis tumbuhan adalah sama satu sama lain, terutama bentuk atau bangun helaiannya. Kalau ada perbedaan, maka biasanya hanya mengenai ukurannya atau warnanya. Meskipun demikian perkecualian tetap ada. Pada tanaman lobak (Raphanus sativus L.) misalnya, daun-daun yang dekat dengan permukaan tanah tidak hanya lebih besar, tetapi bentuknya pun lain dengan daun-daun yang letaknya jauh dari tanah. Juga seringkali kita dapat menyaksikan sendiri, bahwa tumbuhan yang masih muda mempunyai bentuk daun yang berbeda dengan setelah menjadi tua.Pohon nangka (Artocarpus integra Merr.) dan pohon benda (Artocarpus elastica Reinw.), waktu muda mempunyai daun yang tepinya bertoreh, sedang jika sudah besar daunnya bertepi rata.

d. Ujung Daun

Bentuk ujung daun dapat dibedakan menjadi :

  • Runcing (acutus), bila kedua tepi kiri dan kanan ibu tulang daun bertemu membentuk sudut lancip.
  • Meruncing (acuminatus), seperti pada bentuk runcing tetapi pertemuan tepi daun lebih panjang ke depan.
  • Tumpul (obtusus),
  • Membulat (rotundatus), bila ujung daun membentuk seperti busur
  • Rompang (truncatus), bila ujung daun membentuk garis rata
  • Terbelah (retusus), bila ujung daun membentuk lekukan
  • Berlekuk (emarginatus),
  • Berduri (mucronatus), bila ujung daun merupakan suatu duri

 e. Tepi Daun

Bentuk tepi daun dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu :
Rata
 (integer), Bertoreh (divisus). Tepi daun memiliki torehan yang berdasarkan dalamnya torehan terbagi dua yaitu :

1. Torehan yang tidak mempengaruhi bentuk asli daun (toreh yang merdeka)
Torehan yang dangkal dan letaknya tidak tergantung pada jalannya tulang daun. Torehannya disebut sebagai sinus sementara bagian yang menonjol keluar disebut angulus. Bentuk-bentuk dari torehan ini antara lain :

· Bergerigi (serratus), apabila sinus dan angulus sama lancipnya

· Bergerigi ganda/rangkap (biserratus), apabila angulus cukup besar dan tepinya bergerigi lagi

· Bergigi (dentatus), apabila sinus tumpul dan angulus lancip

· Beringgit (crenatus), apabila sinus tajam dan angulus tumpul

· Berombak (repandus), apabila sinus dan angulusnya sama-sama tumpul

· Berlekuk (lobatus), tepi daun memiliki lekukan tetapi tidak sampai ke tengah daun

· Undulate, tepi daun berombak tetapi lebih dangkal.

2. Torehan yang mempengaruhi bangun daun Torehan yang amat dalam sehingga mengubah bentuk daun, dapat dibedakan menjadi :

· Berlekuk (lobatus), jika kedalaman toreh kurang daripada setengah panjang tulang-tulang yang terdapat di kiri kanannya.

· Bercangap (fissus), jika kedalaman toreh kurang lebih sampai ditengah panjang tulang-tulang daun di kiri kanannya.

· Berbagi (partitus), jika kedalaman toreh melebihi setengah panjang tulang daun di kanan kirinya.

Kombinasi antara torehan daun dengan bentuk pertulangan daun, dibedakan menjadi :

· Berlekuk menyirip (pinnatilobus), tepi daun berlekuk mengikuti tulang daun yang menyirip.

· Berlekuk menjari (palmatilobus), tepi daun berlekuk dan pertulangan daun menjari.

· Bercangap menyirip (pinnatifidus), tepi daun bercangap sementara pertulangan daun menyirip.

· Bercangap menjari (palmatifidus), tepi daun bercangap dan pertulangan daun menjari.

· Berbagi menyirip (pinnatipartitus), tepi daun berbagi sementara pertulangan daun menyirip.

· Berbagi menjari (palmatipartitus), tepi daun berbagi dan pertulangan daun menjari.

F. Permukaan Daun

Bentuk-bentuk permukaan daun dapat beraneka rupa baik itu permukaan atas maupun permukaan bawah, seperti :

· Berbingkul-bingkul (bullatus). Berkerut tetapi kerutannya lebih besar.

· Berbulu (pilosus).

· Berbulu halus dan rapat (villosus).

· Berbulu kasar (hispidus).

· Berkerut (rugosus).

· Bersisik (lepidus)

· Gundul (glaber).

· Kasap (scaber).

· Licin (laevis). Bentuk permukaan daun yang licin berdasarkan penampakannya terbagi menjadi: Mengkilat (nitidus), Suram (opacus), Berselaput lilin (pruinosus)

Berdasarkan jumlah helaian daun pada satu tangkai daun maka daun dibedakan menjadi dua jenis yaitu

· Daun tunggal, bila pada tangkai daun memiliki satu helai daun saja

· Daun majemuk, bila tangkai daun bercabang-cabang dan masing-masing memiliki helaian daun

2.2. Fungsi Daun

1. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi), terutama yang berupa zat gas (CO2)

2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)

3. Penguapan air (transpirasi)

4. Pernapasan (respirasi)

5. Alat reproduksi vegetative

6. Tempat terjadinya proses fotosintesis

7. Tempat terjadinya gutasi

 

2.3. Sistem Pertulangan Pada Daun

Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berguna untuk :

a. Memberi kekuatan pada daun, seperti pula halnya dengan tulang-tulang hewan dan manusia, oleh sebab itu seluruh batang pada daun dinamakan pula rangka daun(sceleton),

b. Di samping sebagai penguat, tulang-tulang daun itu sesungguhnya adalah berkas-berkas pembuluh yang berfungsi sebagai jalan untuk pengangkutan zat-zat, yaitu :

1) Jalan pengangkutan zat-zat yang diambil tumbuhan dari tanah, ialah air beserta garam-garam yang terlarut di dalamnya,

2) Jalan pengangkutan hasil-hasil asimilasi dari tempat pembuatannya, yaitu dari daun ke bagian-bagian lain yang memerlukan zat-zat itu.

 

2.4. Bentuk-Bentuk Daun

Berdasarkan bentuk daun dibagi menjadi 4 sen atau pola, yaitu :

1. Seri clip

2. Seri bulat telur (ovate)

3. Seri bulat telur terbalik (obovate)

4. Seri garis (lineans)

 a. Bentuk-Bentuk Ujung Daun

Ujung daun dapat pula memperlihatkan bentuk yang beraneka ragam. Bentuk-bentuk ujung daun yang sering kita jumpai ialah :

· Runcing (acutus), jika kedua tepi ujung daun di kanan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk suatu sudut lancip (lebih kecil dari 90o). Ujung daun yang runcing lazim kita temukan pada daun-daun bentuk : bulat memanjang, lanset, segi tiga, delta, belah ketupat, dan lain-lain. Contoh ujung daun oleander (Nerium oleander L.)

· Meruncing (acuminatus), seperti ujung yang meruncing tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya jauh lebih tinggi dari dugaan, hingga ujung daun nampak sempit, panjang dan runcing, misalnya ujung daun sirsak (Annona muricata L.)

· Tumpul (obtusus), tepi daun yang semula masih agak jauh dari ibu tulang, cepat menuju ke suatu titik pertemuan, hingga terbentuk sudut yang tumpul (lebih besar dari 90o), sering kita jumpai pada daun bentuk bulat telur atau bentuk sudip misalnya ujung sawo kecik (Manilkara kauki Dub.)

· Membulat (rotundatus), seperti pada ujung yang tumpul, tetapi tidak terbentuk sudut sama sekali, hingga ujung daun merupakan semacam suatu busur, terdapat pada daun yang bulat atau jorong, atau pada daun bangun ginjal, misalnya ujung daun kaki kuda (Centella asiatica Urb.), ujung daun teratai besar (Nelumbium nelumbo Druce)

· Rompang (truncatus), ujung daun tampak sebagai garis yang rata, misalnya ujung anak daun semanggi (Marsilea crenata Presl.), daun jambu monyet (Anacardium occidentale L.)

· Terbelah (retusus), ujung daun justru memperlihatkan suatu lekukan, kadang-kadang amat jelas, misalnya ujung daun sidaguri (Sida retusa L.), kadang-kadang terbelahnya ujung hanya akan kelihatan jelas jika diadakan pemerikasaan yang teliti, seperti misalnya ujung daun bayam (Amaranthus hybridus L.)

· Berduri (mucronatus), yaitu jika ujung daun ditutup dengan suatu bagian yang runcing keras, merupakan suatu duri, misalnya ujung daun nanas sebrang (Agave sp.)

b. Bentuk-Bentuk Pangkal Daun

Yang tepi daunnya di bagian itu tidak pernah bertemu, tetapi terpisah oleh pangkal ibu tulang/ujung tangkai daun. Dalam keadaan demikian pangkal daun dapat dibedakan menjadi :

1. Runcing (acutus), biasanya terdapat pada daun bentuk memanjang, lanset, belah ketupat, dan lain-lain.

2. Meruncing (acuminatus), biasanya pada daun bentuk bulat telur sungsang atau daun bentuk sudip.

3. Tumpul (obtusus), pada daun-daun bentuk bulat telur, jorong.

4. Membulat (rotundatus), pada daun-daun bentuk bulat, jorong, dan bulat telur.

5. Rompang atau rata (truncatus), pada daun-daun bentuk segi tiga, delta, tombak.

6. Berlekuk (emarginatus), pada daun-daun bentuk jantung, ginjal, anak panah. Yang tepi daunnya dapat bertemu dan berlekatan satu sama lain :

a. Pertemuan tepi daun pada pangkal terjadi pada sisi yang sama terhadap batang sesuai dengan letak daun pada batang tadi, seperti lazim dapat kita lihat pada daun-daun bangun perisai.

b. Pertemuan tepi daun terjadi pada sisi seberang batang yang berlawanan atau berhadapan dengan letak daunnya. Dalam hal ini tampaknya seperti pangkal daun tertembus oleh batangnya (perfoliatus).

Jika ditinjau bentuknya pangkal daun seperti tersebut di atas ini biasanya adalah membulat.

 

2.5. Daun Tunggal dan Majemuk

a. Daun tunggal (folium simplex)

1. Daun bertangkai adalah daun yang hanya memiliki bagian tangkai dan helaian daun.

2. Daun berupih adalah daun yang hanya memiliki bagian upih dan helaian daun.

3. Daun duduk (sessile) adalah daun yang hanya memiliki helaian daun saja, dan daun duduk memiliki tipe yang duduk tetapi pangkal helaian memeluk batang disebut duduk memeluk batang (amplexicaulis)

4. Daun semu (filodia) adalah daun yang berkembang dan tangkai daun yang melebar

b. Daun majemuk (folium compositum)

Menurut susunan anak daun pada ibu tangkainya, daun majemuk dapat dibedakan dalam limagolongan, yaitu :

1) Daun majemuk menyirip (pinnatus)

Yang dinamakan daun majemuk menyirip ialah daun majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan kiri ibu tangkai daun, jadi tersusun seperti sirip pada ikan. Daun majemuk menyirip dapat dibedakan dalam beberapa macam :

1. Daun mejemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolatus). Tanpa penyelidikan yang teliti daun ini tentu akan disebut sebagai daun tunggal, tetapi di sini tangkai daun memperlihatkan suatu persendian (articulatio), jadi helaian daun tidak langsung terdapat pada ibu tangkai. Sesungguhnya pada daun ini juga terdapat lebih dari satu helaian daun, hanya saja yang lain-lainnya telah tereduksi, sehingga tinggal satu anak daun saja. Daun yang demikian ini biasanya kita dapati pada berbagai jenis pohon jeruk, antara lain jeruk besar (Citrus maxima Merr.), jeruk nipis (Citrus aurantifolia Sw.), dan lain-lain.

2. Daun majemuk menyirip genap (abrupte pinnatus). Biasanya disini terdapat sejumlah anak daun yang berpasang-pasangan di kanan kiri ibu tulang, oleh sebab itu jumlah anak daunnya biasanya lalu menjadi genap. Akan tetapi, mengingat bahwa pada suatu daun majemuk menyirip anak-anak daun tidak selalu berpasang-pasangan, maka untuk menentukan apakah suatu daun majemuk menyirip genap atau tidak, orang tidak lagi menghitung jumlah anak daun, tetapi melihat kepada ujung tangkai ibunya.

Jika ujung tangkai ibu terputus, artinya pada ujung tangkai ibu tidak terdapat suatu anak daun, sehingga ujung tangkai ibu bebas, atau kadang-kadang tertutup oleh suatu pucuk kecil yang mudah runtuh, maka hal itu berarti bahwa daun yang menyirip genap. Dengan keterangan ini jelaslah, bahwa satu daun majemuk menyirip genap mungkin mempunyai jumlah anak daun yang gasal. Daun majemuk menyirip genap antara lain terdapat pada pohon asam (Tamarindus indica L.) yang anak daunnya berpasang-pasangan, jadi jumlah anak daun benar genap. Daun majemuk menyirip genap, tetapi jumlah anak daunnya gasal dapat kita jumpai misalnya pada pohon leci (Litchi chinensis Sonn.) dan kepulasan (Nepphelium mutabile B.)

3. Daun mejemuk menyirip gasal (imparipinnatus), juga disini yang menjadi pedoman ialah ada atau tidaknya satu anak daun yang menutup ujung tangkai induknya. Ditinjau dari jumlah anak daunnya akan kita dapati bilangan yang benar-benar gasal jika anak daun berpasangan, sedang di ujung tangkai induknya terdapat anak daun yang tersendiri (biasanya anak daun ini lebih besar daripada yang lainnya), seperti dapat dilihat pada pacar cina (Aglaia odorata Lour.) dan mawar (Rosa sp.). Seperti kebalikan daun majemuk menyirip genap yang dapat mempunyai jumlah anak daun yang gasal, daun majemuk menyirip gasal dapat pula mempunyai jumlah anak daun yang genap, seperti kita temukan pada pohon pacar cina.

Selain itu dapat pula suatu daun majemuk menyirip dibedakan lagi menurut duduknya anak-anak daun pada tangkai induk/tangkai ibu, dan juga menurut besar kecilnya anak-anak daun yang terdapat pada satu tangkai induk/tangkai ibu, hingga kita dapati pula :

1. Daun majemuk menyirip dengan anak daun yang berpasang-pasangan, yaitu jika duduknya anak daun pada tangkai induk berhadap-hadapan.

2. Menyirip berseling, jika anak daun pada tangkai induk duduknya berseling.

3. Menyirip berselang-seling (interrupte pinnatus), yaitu jika anak-anak daun pada tangkai induk berselang-seling pasangan anak daun yang lebar dengan pasangan anak daun yang sempit, misalnya pada anak daun tomat (Solanum lycopersicum L.)

· Daun majemuk menyirip ganda atau rangkap

Dapat dibedakan menurut letak anak daun pada cabang tingkat berapa dari tangkai induk/tangkai ibunya. Dengan demikian daun majemuk menyirip ganda dapat dibedakan dalam :

1. Majemuk menyirip ganda dua (bipinnatus), jika anak daun duduk pada cabang tingkat satu dari tangkai induk.

2. Majemuk menyirip ganda tiga (tripinnatus), jika anak-anak daun duduk pada cabang tingkat dua dari tangkai induk.

3. Majemuk menyirip ganda empat

Umumnya jarang dapat ditemukan daun yang menyirip ganda lebih dari tiga. Daun menyirip ganda dibedakan lagi dalam :

1. Menyirip ganda dengan sempurna, yaitu jika tidak ada satu anak daun pun yang duduk pada tangkai induk.

2. Menyirip ganda tidak sempurna, jika masih ada anak daun yang duduk langsung pada tangkai induknya.

Yang menyirip ganda tidak sempurna biasanya hanyalah daun majemuk yang menyirip gasal saja, sedang yang dengan sempurna yang menyirip genap.

Berikut diberikan beberapa contoh daun yang menyirip ganda :

1. Daun majemuk menyirip genap ganda dua dengan sempurna, misalnya daun kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Sw.) dan daun lamtoro (Leucaena glauca Benth.)

2. Daun majemuk menyirip gasal ganda dua tidak sempurna, misalnya daun kirinyu (Sambucus javanica Bl.)

3. Daun majemuk menyirip gasal rangkap tiga tidak sempurna, misalnya daun kelor (Moringa oleifera Lamk.)

4. Daun majemuk menjari (palmatus)

Berdasarkan jumlah anak daunnya, daun majemuk menjari dapat dibedakan seperti berikut :

1. Beranak daun dua (bifoliolatus), pada ujung tangkai induk terdapat dua anak daun, misalnya daun nam-nam (Cynometra cauliflora L.)

2. Beranak daun tiga (trifoliolatus), pada ujung tangkai induk terdapat tiga anak daun, misalnya pada pohon para (Hevea brasiliensis Muell.)

3. Beranak daun lima (quinquefoliolatus), pada ujung tangkai induk terdapat lima anak daun, misalnya daun maman (Gynandropsis pentaphylla D.C.)

4. Beranak daun tujuh (septemfoliolatus), jika ada tujuh anak daun pada ujung tangkai induk, misalnya daun randu (Ceiba pentandra Gaertn.)

· Daun majemuk bangun kaki (pedatus)

Daun ini mempunyai susunan seperti daun majemuk menjari, tetapi dua anak daun yang paling pinggir tidak duduk pada tangkai induk, melainkan pada tangkai anak daun di sampingnya, seperti terdapat pada Arisaema filiforme (Araceae).

· Daun majemuk campuran (digitato pinnatus)

Yang dimaksud dengan daun majemuk campuran adalah suatu daun majemuk ganda yang mempunyai cabang-cabang tangkai induk memencar seperti jari dan terdapat pada ujung tangkai induk daun, tetapi pada cabang-cabang tangkai induk ini terdapat anak-anak daun yang tersusun menyirip.Jadi daun majemuk campuran adalah campuran susunan yang menjari dan menyirip, misalnya daun sikejut/putri malu (Mimosa pudica L.)

Jika diteliti benar, ternyata daun sikejut tidak merupakan daun majemuk campuran sejati, tetapi adalah daun majemuk menyirip genap ganda dua yang sempurna. Hanya saja pada daun ini letak kedua pasang cabang tangkai induk tadi sedemikian dekat satu sama lain, hingga seakan-akan terdapat empat cabang tangkai pada ujung tangkai induk daunnya.


A. Bahan

1. Daun Nangka

2. Daun rumput

3. Daun Sawo

4. Daun pegagan

5. Daun Pepaya

6. Daun jarak pagar

7. Daun asam jawa

8. Daun jeruk purut


1) Daun Nangka
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Urticales
Familia : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus heterophyllus 2) Daun rumput (Eleusine indica)
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Eleusine
Spesies : E. indica

3) Daun Sawo
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Ebenales
Famili : Sapotaceae
Genus : Manilkara
Spesies : Manilkara kauki

4) Daun pegagan
Kingdom : Plantae
Devisi : Spermathophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledon
Ordo : Umbillales
Famili : Umbilliferae ( Apiaceae )
Genus : Centella
Spesies : Centelle asiatica (L.)

5) Daun Pepaya
Divisio : Spermathophyta
Subdivision : Angiospermae
Class : Dicotyledonae
SubClass : Sympetalae
Ordo : Cystales/Parietales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya L

6) Daun jarak pagar
Kerajaan : Plantae
Subkerajaan : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Order : Euphorbiales
Familia : Euphorbiaceae
Genus : Jatropha L.
Spesies : Jatropha curcas
7) Daun asam jawa
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
SubKingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua /dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Tamarindus
Spesies : Tamarindus indica L.

8) Daun jeruk purut
Kingdom : Plantae
Subkingdom :Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus hystrix


Spesies Daun

Hasil Pengamatan

1. Daun Nangka (Artocarpus hetrophyllus)

1. Bangun daun bulat telur

2. Tepi daun rata

3. Ujung daun meruncing

4. Permukaan daun tampa rambut/licin

5. Pangkal daun meruncing


2. Daun rumput (Eleusine indica)

Permukaan daun pada tumbuhan ini berwarna hijau pada bagian dasarnya seperti perak

1. Bangun daun pita memanjang

2. Ujung daun meruncing

3. Helaian daun: berlipat,

4. permukaan daun hampir tidak memiliki bulu/Licin.

5. Pangkal daun menekuk

3. Daun Sawo(manikara zapota L.)

1. Bangun daun jorong

2. Tepi daun rata

3. Ujung daun meruncing

4. Permukaan daun berbulu pendek/lembut

5 Pangkal daun meruncing

4. Daun pegagan (centella asiatica)


Merupakan daun lengkap, karena memiliki
1. Helaian daun
2. Tangkai daun
3. Pelepah daun
Bangun daun pegagan:
1. Berbentuk ginjal (karena daun pendek lebar dengan ujung tumpul atau bulat dan pangkal berlekuk)
2. Tepi daun bergerigi
3. Ujung daun membulat
4. Permukaan daun tampa rambut/licin
5. Pangkal daun berlekuk

5. Daun Pepaya (carica papaya)

1. Bangun daun bulat/bundar

2. Tepi daun berlekuk menjari

3. Ujung daun meruncing

4. Permukaan daun tampa rambut/licin

5. Pangkal daun berlekuk

6. Daun jarak pagar (Ricinus communis)

1. Bangun daun beperisai (daun berbentuk bulat, tangkai tidak tertanam pada pangkal daun melainkan pad tengah helaian daun)
2. Tepi daun bercanggap menjari
3. Ujung daun runcing
4. Permukaan daun tampa rambut/licin
5. Pangkal daun membulat

7. Daun asam jawa (tamarindus indica)

asam jawa (tamarindus indica) tergolong daun majemuk menyirip genap

1. Ibu tangkai daun

2. Tangkai anak daun

3. Rakis

4. Anak daun

 

8. Daun jeruk purut (Citrus Hystrix)

Daun jeruk (Citrus Hystrix) tergolong daun majemuk menyirip beranak daun satu
1. Tepi daun bergerigi
2. Permukaan daun tidak berbulu/licin
3. Ujung daun melekuk rata
4. Pangkal daun membulat




Silahkan berlangganan al khairan dengan e-mail secara gratis:

0 Response to "Daun Serta Bagian-Bagiannya (praktikum)"

Post a Comment