Al Khairan Bunga dan morfologinya | Al Khairan 286775737 -->

Iklan

Bunga dan morfologinya

Seperti yang kita tau, tumbuhan adalah salah satu produsen makanan untuk kelangsungan hidup manusia dan hewan. Bukan hanya dalam bidang penyedia makanan, tumbuhan juga memproduksi oksigen yang sangan penting keberadaanya bagi kelangsungan kehidupan di muka bumi ini. Tumbuhan memiliki 3 komponen penting, yaitu akar, batang dan daun. Namun disamping itu tanaman memiliki satu organ lain yang juga penting yaitu bunga. Bunga merupakan organ reproduktif pada tumbuhan. Berdasarkan tipenya, bunga dibagimenjadi bunga tunggal dan bunga majemuk. Pada bunga tunggal, satu tangkai hanya mendukung satu bunga, sedangkan pada bunga majemuk, satu tangkai mendukung banyak bunga (Fahn, 1991). Bunga dikatakan organ repoduktif karena memiliki putik dan benang sari sebagai alat berkembang biak.

Bunga merupakan organ penting bagi tumbuhan, khususnya Angiospermae bunga merupakan alat reproduksi dan berperan dalam pewarisan sifat. Fungsi bunga didukung oleh struktur alat reproduksi yang ada pada bunga, yaitu benang sari (stamen) dan putik (pistil). Benang sari merupakan seperangkat alat reproduksi jantan yang terdiri atas bagian tangkai sari (filamen), kepala sari (anther), dan serbuk sari (pollen). Putik merupakan alat reproduksi betina yang terdiri atas bagian-bagian tangkai putik (stile), kepala putik (stigma), dan bakal buah (ovary). Serbuk sari (pollen) merupakan sekumpulan sel-sel kelamin (gamet) jantan yang akan membuahi gamet betina di bakal buah. Bakal sel gamet jantan akan mengalami pematangan dengan melakukan pembelahan sel membentuk dua sel aktif serbuk sari.

Saat terjadi penyerbukan, yaitu menempelnya serbuk sari ke kepala putik, dua sel tersebut akan menjadi inti vegetatif dan inti generatif. Inti vegetatif yang ada di bawah inti generatif membuat saluran untuk inti generatif menuju kantung bakal buah. Di dalam kantung bakal buah, satu bakal gamet betina akan membelah membentuk sel telur dan sel bakal endosperma. Saat inti vegetatif dan inti generatif mencapai kantung bakal buah, inti vegetatif akan membuahi sel bakal endosperma. Inti generatif akan membuahi sel telur membentuk embrio. Embrio bersama endosperma akan berkembang menjadi biji sebagai calon individu baru.

 B. Tujuan Praktikum 

  1. Untuk mengetahui secara jelas morfologi bunga dari setiap spesies tumbuhan
  2. Untuk memahami manfaat dan kegunaan mempelajari morfologi bunga tumbuhan
  3. Untuk menjelaskan pentingnya memahami morfologi bunga tumbuhan

C. Manfaat Praktikum 

Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut.
  1. Membantu mahasiswa (praktikan) dalam upaya memahami karakateristik bunga serta bagian-bagian lain tumbuhan melalui pengamatan secara langsung di lapangan.
  2. Sebagai bentuk realisasi dari program-program praktikum Morfologi bunga Tumbuhan yang telah dirumuskan oleh pihak Laboratorium Prodi Biologi.
  3. Memberikan informasi mengenai jenis-jenis bunga tumbuhan kepada masyarakat dan Menumbuhkan rasa kecintaan terhadap alam dan sikap menghargai keanekaragaman vegetasi sebagai bentuk kekayaan bangsa.

 BAB BUNGA

I. Tujuan

Tujuan praktikum tentang bunga adalah mengenal jenis-jenis dan tipe bunga pada dunia tumbuhan

 II. Dasar Teori

 2.1 Pengertian Bunga

Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air. Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji. Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.

Beberapa bunga memiliki warna yang cerah yang berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan. Bunga terdiri atas bagian yang steril dan bagian yang fertil (reproduktif). Bagian steril meliputi sejumlah helai daun kelopak (sepal), kumpulannya disebut kaliks, dan sejumlah helai daun mahkota (petal), kumpulannya disebut korola. Kaliks dan korola, bersama-sama disebut perhiasan bunga (periant). Jika periant tidak terbagi menjadi kaliks dan korola, setiap helaiannya disebut tepal. Bagian reproduktif adalah benang sari atau stamen (mikrosporofil) dan daun buah atau karpel (megasporofil). Keseluruhan stamen disebut andresium dan keseluruhan karpel disebut ginesium.

 2.2 Bunga Dan Bagian-Bagian

1. Kelopak bunga (calyx)

Kelopak bunga terdiri atas beberapa daun kelopak, kecil, kaku, kasar, berjumlah 3, 4, atau 5 helai. Pada umumnya, kelopak bunga berwarna hijau. Adapula yang berwarna merah seperti pada bunga mentega (Nerium olander) dan kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). Ketika bunga masih kuncup, kelopak bunga menempel pada mahkota bunga dan setelah bunga mekar, kelopak bunga menempel pada dasar bunga.Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi bunga pada waktu masih kuncup dan bersama-sama dengan mahkota bunga berfungsi pula sebagai alat perhiasan bunga untuk menarik perhatian serangga dan hewan lain agar dapat membantu proses penyerbukan .Jika kelopak bunga dan mahkota bunga sulit dibedakan dengan jelas, maka keduanya disebut dengan tanda bunga (perigonium), misalnya pada bunga bakung, bunga gladiol, dan bunga kelapa.

2. Tajuk/mahkota bunga (corolla)

Mahkota bunga atau tajuk bunga tersusun dari bagian serupa daun yang mengeliligi alat perkembangbiakan. Dapat dikatakan pula mahkota berfungsi sebagai alat perhiasan bunga. Pada umumnya, mahkota bunga berwarna-warni dan tersusun teratur sehingga tampak indah. Pada jenis tumbuhan tertentu mempunyai aroma yang khas serta mempunyai kelenjar madu (nektar). Dengan adanya kelengkapan tersebut, mahkota bunga berfungsi untuk menarik perhatian serangga dan hewan lain agar dapat membantu proses penyerbukan. Pada waktu bunga masih kuncup, bersama-samadengan kelopak bunga, mahkota bunga berfungsi untuk melindungi putik dan benang sari. Kelopak bunga terdapat pada lingkaran terluar bunga, sedangkan mahkota bunga terdapat pada lingkaran di sebelah dalamnya.

3. Benang sari (stamen)

Merupakan bagian fertil pada bunga yang terdiri dari kepala sari (anthera), berisi serbuk sari (polen), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari. Benang sari merupakan alat kelamin jantan pada bunga.Benang sari, apabila kita teliti, kita akan melihat di tengah-tengah daun mahkota terdapat benang yang sangat halus yang disebut dengan benang atau tangkai sari. Benang sari di setiap jenis bunga memiliki jumlah dan bentuk yang berbeda, namun satu jenis bunga selalu memiliki jumlah yang sama, seperti bunga pohon kacang polong dan buncis memiliki sepuluh benang sari yang agak panjang, buah cherry dan strawberi memiliki dua puluh benang sari yang berukuran sedang dan bunga apiun memiliki yang agak banyak dan pendek.

Struktur benang sari yaitu setiap benang sari memiliki tangkai sari yang di puncaknya terdapat gumpalan kecil yang berwarna kuning yang disebut sebagai kepala sari, tangkai sari yang biasanya berbentuk vertikal bekerja untuk mengantarkan makanan ke kepala sari, oleh karna itu di bagian dalamnya terdapat jaringan atau lorong semacam pipa sebagai saluran makanan. Secara umum benang sari termasuk sel pembiakan, oleh karena itu benang sari memiliki peranan yang sangat penting dalam proses reproduksi. Benang sari merupakan gumpalan kecil yang memiliki empat lubang yang penuh dengan serbuk yang sangat halus yang disebut dengan serbuk sari (pollen). serbuk ini sangat serupa dengan sprema hewan yang bekerja seperti sperma sebagaimana yang akan disebutkan nanti.   

Serbuk sari sangatlah halus oleh karena itu dengan mata telanjang tidak mungkin kita dapat melihat berbagai macam bagiannya, akan tetapi dengan menggunakan mikroskop kita bisa melihat seluruh bagiannya dan dapat menyingkap proses kerja serbuk sari yang sangat menakjubkan itu. Serbuk sari banyak megandung zat gula, lemak, protein dan karbohidrat, dan tepat di tengahnya terdapat dua sel yang mana ukuran yang satu lebih besar dari sel yang satunya lagi –serbuk sari masak menjelang penyerbukan intinya membelah menjadi 2 macam sel, yang disebut dengan generatif dan vegetatif- dimana tugas dua sel ini dalam proses penyerbukan akan dijelaskan nanti. Pada macam jenis tumbuhan serbuk sari memiliki bentuk yang berbeda, terkadang ia berbentuk seperti piramid, segi tiga, bulat atau seperti telur tergantung pada jenis pohonnya. Selain itu galur atau kerutan yang berada di dataran serbuk saripun juga berbeda, setiap jenis tumbuhan memiliki bentuk dan kerakteristiknya tersendiri. Hal ini merupakan salah satu dari keajaiban penciptaan –Allah- yang mana membuktikan kepada kita semua bahwa tidak ada satu makhlukpun baik kecil maupun besar yang luput dari lingkaran keserasian dan keberaturan. Kebanyakan Angiospermae memiliki kepala sari yang tetrasporangiat, dengan dua ruang sari (lokulus) dalam setiap cuping kepala sari sehingga jumlah keseluruhannya empat. Pada sejumiah tumbuhan yang anteranya matang, namun sebelum antera memecah (membuka dengan sendiri) batas antara pasangan lokulus di setiap cuping rusak sehingga antera tetrasporangiat hanya menunjukkan dua lokulus.

Dinding antera terdiri dan beberapa lapisan sel yang merupakan turunan sel parietal primer, kecuali epidermis yang dalam perkembangannya hanya membelah dalam bidang aritiklinal. Dua lapisan yang penting adalah endotesium, tepat di bawah epidermis, dan tapetum, yang berbatasan dengan lokulus antera. Sel di antara kedua lapisan itu sering memipih karena tertekan, lalu rusak. Endotesium membentuk penebalan tak rata, terutama di dinding radial dan tangensial dalam. Pengerutan diferensial yang terjadi padanya ketika antera mengering saat matang, memudahkan terjadinya retakan atau celah pada antera untuk membebaskan serbuk sari. Secara umum, benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Tangkai sari tersusun oleh jaringan dasar, yaitu sel-sel parenkimatis yang mempunyai vakuola tanpa ruang antarsel. Pada epidermis tangkai sari terdapat kutikula, trikomata, atau mungkin juga stomata Kepala sari mempunyai struktur yang kompleks, terdiri atas dinding yang berlapis-lapis, dan di bagian terdalam terdapat lokulus (ruang sari) yang berisi butir-butir serbuk sari. Jumlah lapisan dinding kepala sari untuk setiap jenis tumbuhan berbeda.

Kepala sari mempunyai beberapa lapisan dinding sebagai berikut.
  1. Epidermis, Lapisan terluar yang terdiri dari satu lapis sel. Epidermis menjadi memipih dan membentuk papila pada kepala sari yang masak dan berfungsi sebagai pelindung epidermis.
  2. Endotesium, Lapisan yang terletak di sebelah dalam epidermis
  3. Lapisan tengah, Lapisan yang terletak di sebelah dalam endotesium dan terdiri dari 2–3 lapis sel atau lebih tergantung jenis tumbuhannya.
  4. Tapetum, Dinding terdalam dari antera dan berkembang mencapai maksimum pada saat terbentuk serbuk sari tetrad.

Benang sari terdiri atas dua bagian :

1. Kepala sari

2. Tangkai sari dan kepala sari berfungsi sebagai tempat pembentukan spermatozoid yang dihasilkan oleh serbuk sari. Pada umumnya,sewaktu masih muda,didalam kepala sari terdapat empat ruang serbuk sari. Akan tetapi, setelah dewasa, setiap dua ruang serbuk sari menyatu sehingga didalam kepala sari yang sudah masak hanya terdapat dua ruang serbuk sari. Didalam ruang inilah serbuk sari terbentuk dengan jumlah yang sangat banyak. Sesuai dengan jenis tumbuhan dan tingkat perkembangannya,bentuk serbuk sari bermacam-macam ada yang oval, bulat, atau bersudut. Demikian pula dengan sifatnya, ada yang permukaanya kasar, berduri, halus, ringan, kering, tetapi adapula yang basah dan lengket .

4. Putik (pistillum)

Putik adalah alat kelamin betina karena dalam perkembangannya dapat menghasilkan sel kalamin betina yang disebut sel telur(ovum).Putik terdiri atas tiga bagian,yaitu kepala putik,tangkai putik,dan bakal buah yang didalamnya terdapat satu bakal biji atau lebih bergantung pada jenis tumbuhannya.Didalam satu bakal biji terdapat kandung lembaga dengan beberapa inti yang salah satunya merupakan inti seltelur sebagai sel kelamin betina.Jika sel telur telah dibuahi oleh sel sperma ,maka bakal biji berubah menjadi biji dan siap tumbuh menjadi biji dan siap tumbuh menjadi individu baru. Putik (gynoecium), persis di pusat bunga di tengah lingkaran lembaran daun-daun mahkota terdapat sesuatu yang menjulang ke atas yang disebut dengan putik. Putik termaksud organ bunga yang bekerja untuk pembiakan yang terdiri dari kepala putik, tangkai putik dan bakal buah:

a. Kepala putik (stigma)

Kepala putik terletak persis di ujung tangkai putik, ia diselimuti dengan bulu-bulu halus yang mengeluarkan bahan makanan dan zat perekat. Kepala putik bekerja menarik, merekatkan dan menjaga serbuk sari dan membantunya menjalani proses penyerbukan. Kepala putik berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan. Diatas kepala putik terdapat banyak bulu-bulu yang sangat halus dan berlendir sehingga dapat membantu menangkap serbuk sari. Bentuk kepala putik bermacam-macam, ada yang berupa bulatan kecil oval seperti benang dan adapula yang seperti bulu ayam.

b. Tangkai putik (stylus)

Tangkai penghubung antara kepala putik dan bakal buah. Tangkai putik memiliki rancangan sedemikian rupa sehingga mudah memindahkan dan menyalurkan serbuk dari kepala putik menuju bakal buah, selain itu ia juga mengandung zat-zat yang melebihi kapasitasnya yang akan dikonsumsi oleh serbuk sari guna membantu dan mempertahankan pertumbuhannya. Tangkai putik ada yang berbentuk tabung atau saluran yang berongga, ada yang panjang, dan adapula yang pendak.

c. Bakal buah (pistil/ovarium)

Bakal buah merupakan bagian putik terbawah, menggelembung, dan melekat diatas dasar bunga. Letak bakal buah didasar bunga ada yang menumpang, tenggelam, atau setengah tenggelam. Di bawah tangkai putik yang menyambung ke bagian pangkal bunga terdapat sesuatu yang juga menarik yang dinamakan dengan bakal buah yang merupakan bagain inti dari putik, di dalamnya terdapat biji-biji (zygote) yang sangat kecil yang tersimpan dalam kantung kecil yang di namakan dengan bakal biji (kantung embrio) dan dengan perantara pusar yang sangat halus akan menyambungkannya pada bakal biji. Bakal buah berdasarkan jenis pohonnya memiliki bentuk yang berbeda-beda dan iapun memiliki rancangan yang sangat teliti dan penuh dengan keserasian sehingga setiap satu jenis tumbuhan memiliki bentuk yang khusus dan sama, secara umum ia memiliki kemiripan dengan sperma hewan dan memiliki fungsi yang sama dalam proses pembiakan. Pada sebagian tumbuhan di dalam bakal biji terdapat satu lubang, dalam keadaan demikian bakal biji dikatakan memiliki satu pintu. Di sebagain bunga tumbuhan yang lain bakal biji dapat memiliki beberapa pintu seperti pada bunga pohon jeruk bakal biji memiliki 5 hingga 12 pintu.

d. Kelenjar nektar atau nektarium,

Kelenjar nektar berasa manis yang ditemukan pada bunga yang diserbuk oleh serangga biasanya dihasilkan oleh kelenjar nektar. Kelenjar itu bisa ditemukan disumbu bunga atau dibagian bunga yang lain.

5. Tangkai bunga (pedicellus)

Bagian bunga yang masih jelas bersifat batang, padanya sering kali terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun. Berwarna hijau, yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa kehiasan bunga.

6. Dasar bunga (receptaculum)

Ujung tangkai yang sering kali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain.

2.3 Bagian Bunga Sempurna Dan Tidak Sempurna

1.Bunga Sempurna

Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:

Kelopak bunga atau calyx
Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
  1. Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
  2. Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.
  3. Bunga sempurna terdiri dari enam bagian, yaitu:
  • Tangkai bunga berfungsi sebagai penghubung batang dengan bunga
  • Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi bunga saat masuh kuncup
  • Mahkota bunga berfungsi untuk menarik perhatian serangga
  • Bakal buah berfungsi alat perkembang biakan karena kemudian dalam masa perkembangan bakal buah akan menjadi buah dimana tersimpan biji buah
  • Benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan
  • Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina

 2.Bunga Tidak Sempurna

Bunga tidak sempurna adalah bunga yang hanya memiliki salah satu alat kelamin, putik saja atau benang sari saja.

  1. Putik 
  2. Benang sari.
  3. Kelopak.
  4. Mahkota.

Bahan

1) Bunga kertas

2) Bunga Sirsak

3) Bunga merak

4) Bunga mawar

5) Bunga kembang sepatu

6) Bunga kamboja

7) Bunga anggrek

B. Cara Kerja

Tuliskan nama spesies dan familia dari semua objek yang diamati

1) Bunga kertas

Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Viridiplantae
Divisi : Tracheobionta
Sub divisi : Spermatophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllanae
Famili : Nytaginaceae
Genus : Bougainvillea
Spesies : Bougainvillea Glabra, Bougainvillea Spinosa, Bougainvillea Spectabilis, Bougainvillea Peruviana, dan Bougainvillea Buttiana

2) Bunga Sirsak
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnolipsida
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Annona
Spesies : Annona muricata L

3) Bunga merak
Kingdom : Plantae
Sub Kingdom : Tracheobionta
Divisi : Magnoliophyta
Super Divisi : Spermatophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Caesalpiniaceae
Genus : Caesapinia
Spesies : Caesalpinia Pulcherrima

4) Bunga mawar
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Rosanales
Famili : Rosaceae
Genus : Rosa
Spesies : Rosa hiproida atau Rosa sp

5) Bunga kembang sepatu
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus rosa sinensis L.

6) Bunga kamboja
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Viridiplantae
Super divisi : Streptophyta
Intra kingdom : Embryophyta
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Spermatophytina
Ordo : Magnoliopsida
Famili : Gentianales
Genus : Plumeria
Spesies : Plumeria sp

7) Bunga anggrek
Kingdom : Plantae
Divisi :Spermatophyta
Sub Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas :Liliidae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Genus : Dendrobium
Spesies : Dendrobium Macrophylumm, Dendrobium Lineale, Dendrobium Canaliculatum, Dendrobium Secundum, Dendrobium Bifale.
 

8) Gambarkan bunga lengkap dengan keterangan karakteristiknya (Bunga tunggal atau majemuk, duduk bunga, tempat bunga, termasuk jeni bunga lengkap? Tidak lengkap? Sempurna atau tidak sempurna?)

Bunga

Keterangan



Bunga kertas
1. Bunga tunggal
2. Bunga sempurna
Bagiannya:
1. Kelopak bunga
2. Mahkota
3. Benang sari
4. Putik
5. Bunganya berbentuk simetri
Bunga sirsak
1. Bungatunggal
2. Mahkota tebal yang berlapis-lapis (3 helai lapisan dalam dan tiga lapisan luar)
3. Warna hijau
Bunga sirsak, umumnya berbunga sempurna akan tetapi sering juga ditemukan bunga betina saja
Sifat penyerbukannya adalah penyerbukan silang dengan bantuan serangga
Mawar
1. Tanaman bunga tunggal
2. Bunga lengkap

Bagian bunga mawar
1. Mahkota bunga
2. Kelopak bunga
3. Tangkai bunga
4. Bakal buah
5. Benang sari
6. Putik
7. Kepala sari
8. Kepala putik/tertanam di dalam bunga
Bunga kembang sepatu
1. Bunga yang lengkap
2. Bunga sempurna (2 alat reproduksi)
3. Bunga berbentuk simetri

Bagian bunaga:
1. Kelopak
2. Mahkota
3. Benng sari
4. Putik
Bunga kamboja
1. Bunga tunggal
2. Bentuk terompet dan berkumpul di ujung ranting
3. Bagian dalam bunga ada yang berbulu dan tidak berbulu
Bagian-bagian bunga
1. Mahkota
2. Serbuk sari
3. Kepala putik
4. Kelopak bunga
5. Bakal buah
Angrek
1. Kelopak
2. Mahkota
3. Benang sari
4. Putik
5. Calon buah

Kembang merak

1. Bunga majemuk (karena bunganya mengalami metamorphosis menjadi tabung mahkota atau pucuknya dapat tumbuh bunga lagi

2. Warnanya ada yang merah dan kuning

 DAFTAR PUSTAKA

Tjitrosoepomo, G., 1987. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press..

 

Kimball, JW., 1983. Biologi. IPB, Jakarta : Erlangga.

 

Much. Marjanin, Hadmadi. 1980. Botani I. Jakarta: CV. Yasaguna. 


Rosanti, D. 2013. Morfologi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga.

 

Van Steenis, C.G.G.J., 1975. Flora untuk Sekolah di Indonesia. Jakarta: Paramita.

 

Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

 

Bell, A.D. 1991. Plant Form. Oxford University Press. Oxford.

 

Hidayat, E.B. 1994. Morfologi Tumbuhan. Institut Teknologi Bandung.

 

Hartman, H.T. and D.E. Kester. 1983. Plant Propagation : Principle and Practices. 4th edition. Prantice-Hall Inc., Englewood Cliffs, New Jersey.

 

Jones, S.B. and A.E. Luchsinger. Plant Sistematics Second Edition, McGraw-Hill Book Company, New York, St. Louis San Francisco. 512 hlm

 

Tjitrosoepomo, G. 2010. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Silahkan berlangganan al khairan dengan e-mail secara gratis:

0 Response to "Bunga dan morfologinya"

Post a Comment